Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : BANGUN REKAPRIMA

Meningkatkan Karakteristik Marshall Dengan Menambah Serbuk Ban Bekas Ke Dalam Campuran Laston AC-WC Maulana, Radiks Gilang; Arrofif, Zaaim; Warsiti, Warsiti; Kusdiyono, Kusdiyono; Risman, Risman
Bangun Rekaprima Vol. 4 No. 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (787.578 KB) | DOI: 10.32497/bangunrekaprima.v4i2.1197

Abstract

Konstruksi perkerasan perkerasan lentur (flexible pavement) secara garis besar terdiri dari tiga lapis yaitu sub base course, base course dan surface course. Salah satu bahan surface course berupa laston AC-WC. Bahan campuran konstruksi perkerasan laston AC-WC. akan menentukan karakteristik campuran tersebut. Karakteristik campuran perkerasan meliputi Kepadatan (Density), Rongga Pada Mineral Agregat (VMA) , Rongga Terisi Aspal (VFA) , Rongga Dalam Campuran (VIM) , Rongga Dalam Campuran Kondisi Membal (Refusal VIM) , Stabilitas Marshall (MS) , Stabilitas Marshall Sisa (IRS) , Kelelehan Marshall (Flow). Penambahan bahan tambah seperti serbuk ban bekas ke dalam campuran aspal dapat menjadi alternatif bahan tambah guna meningkatkan kualitas dan keawetannya dan daya tahan yang lebih baik terhadap suhu tinggi, dibandingkan dengan aspal tanpa penambahan bahan tambah. Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh penambahan serbuk ban karet bekas terhadap nilai karakteristik Marshall campuran Laston AC-WC dan membandingkan hasil parameter Marshall campuran Laston AC-WC standar dengan yang ditambahkan serbuk ban Hasil penelitian menunjukkan bahwa KAO yang dipakai (6.0%) yang berpengaruh pada nilai Density maksimum 2.376 𝑔𝑟/𝑐𝑐 dengan prosentase serbuk ban sebesar 7.4%, VMA maksimum 5.186% dengan prosentase serbuk ban sebesar 7.4%, , VFA maksimum 72.510% dengan prosentase serbuk ban sebesar 7.4% , VIM minimum 4.22% dengan prosentase serbuk ban sebesar 7.4% , VIM Refusal density minimum 4.231% dengan prosentase serbuk ban sebesar 6,2%, Stabilitas Marshall (MS) maksimum 1008.86 kg dengan prosentase serbuk ban sebesar 4.5% , Stabilitas Marshall Sisa (IRS) maksimum 671.813 kg dengan prosentase serbuk ban sebesar 4.1% , Nilai Kelelehan Marshall ( Flow ) maksimum 3.40 𝑚𝑚 dengan prosentase serbuk ban sebesar 6,9% , dan Marshall Quotient ( MQ ) maksimum sebesar 309.26 𝑔𝑟/𝑚𝑚 dengan prosentase serbuk ban sebesar 4.1% . Dalam perhitungan penambahan serbuk ban optimum dari 9 parameter marshall yang digunakan, dari berbagai parameter marshall yang sudah dianalisis diperoleh hasil kadar penambahan serbuk ban terendah yaitu pada persentase 4.1% dan sedangkan persentase penambahan serbuk ban pada kondisi tertinggi (optimum) diperoleh hasil yaitu 7.4%.
Kajian Pengaruh Kebakaran Terhadap Sifat Karakteristik Bata Beton Geopolimer dari Fly Ash Dan Bottom Ash Limbah PLTU Tanjung Jati Sutarno, Sutarno; Kusdiyono, Kusdiyono; Wahjoedi, Wahjoedi; Mawardi, Mawardi
Bangun Rekaprima Vol. 5 No. 1 (2019): April 2019
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.604 KB) | DOI: 10.32497/bangunrekaprima.v5i1.1406

Abstract

Bata beton geopolimer adalah batu bata beton yang pembuatannya menggunakan mortar geopolimer. Bata beton geopolimer yang dikaji dibuat dengan memanfaatkan botom ash sebagai agregat pengisi dan fly ash sebagai perekat pengganti semen yang direaksikan dengan NaOH dan Na SiO2 hingga terjadi polimerisasi yang memiliki sifat merekat. Disisi lain PLTU Tanjung jati merupakan pembangkit listrik cukup besar, menghasilkan limbah sisa pembakaran batu bara sebagai bahan energi berupa fly ash dan botom ash. Tiap hari volume limbah berupa fly ash dan bottom ash di PLTU Tanjung Jati kurang lebih 1.000 ton perhari dan limbah ini tergolong limbah B3.Upaya mengatasi masalah limbah fly ash dan bottom ash, salah satu alternatif yang di kaji dengan dibuat Bata geopolimer. Fly Ash dimanfaatkan sebagai bahan pengikat dan botom ash sebagai bahan pengisi, fly ash direaksikan dengan NaOH dan Na SiO2. menjadi binder kemudian ditambahkan bottom ash kemudian dicetak menjadi benda uji bata beton geopolimer. Bata sebagai benda uji dibuat dengan komposisi; 1 binder : 3 agregat dan 1 binder : 4 agregat, sedangkan untuk bindernya ada 2 variasi yaitu 16 molar dan 18 molar. Benda uji setelah mengeras dengan umur 28 hari kemudian dibakar dengan durasi pembakaran selama 1 jam, 2 jam, 3 jam dan 4 jam, setelah proses pembakaran dilanjutkan dengan uji kuat tekan, uji kembang susut volume, dan uji perubahan bobot isi, simpulan dari hasil analisis yang dilakukan adalah: Kuat tekan maximum terjadi pada binder 18 M dengan campuran 1 Fs : 3 Ba memiliki kekuatan 83,5 Kg/cm2; Terjadi peningkatan kuat tekan akibat pembakaran pada semua tipe campuran; Pada campuran 1 fs : 3 Ba peningkatan kuat tekan maximum terjadi pada pembakaran 2 jam dan untuk campuran 1 fs : 4 Ba terjadi peningkatan kuat tekan maximum pada pembakaran selama 1 jam; Tidak ada beda bobot isi benda uji akibat pembakaran untuk semua jenis campuran; Terjadi pengembangan dan retak retak akibat pembakaran.