Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGGUNAAN KAPUR DAN VARIETAS ADAPTIF UNTUK MENINGKATKAN HASIL KEDELAI DI LAHANSULFAT MASAM AKTUAL Koesrini, Koesrini; Anwar, Khairil; Berlian, Eva
BERITA BIOLOGI Vol 14, No 2 (2015)
Publisher : Research Center for Biology-Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.466 KB) | DOI: 10.14203/beritabiologi.v14i2.1849

Abstract

High aluminum (Al) toxicity and soil acidity are the most important problems that cause low soybean productivity on actual acid sulphate soil. Soil quality improvement by using ameliorant and introducing adaptable variety are some options to increase soybean productivity in the soils. Field experiment was conducted to evaluate effect of using ameliorant and variety of soybean to increase its productivity onan actual acid sulphate soil of Simpang Jaya, Wanaraya, Barito Kuala District of South Kalimantan, during dry season of 2009. The research was arranged in a split-plot design with three replicates. The main plots were three soybean varieties, i.e. Lawit, Anjasmoro, and Argo-mulyo, while sub plots were five levels of lime i.e. K100, K80, K60, K40,K20.Result showed that liming improved soil quality and soybean yield. It significantly increased soil pH and reduced soil Al saturation. The liming also increased plant growth and yield variables (plant height, dry matter, root weight and yield) at three tested varieties. Anjasmoro was more adaptive than the others varietyon actual acid sul-phate soil.
PREFERENSI PETANI TERHADAP BEBERAPA VARIETAS PADI INPARA DI LAHAN RAWA PASANG SURUT KALIMANTAN SELATAN Koesrini, Koesrini; Sosiawan, Hendri; Darsani, Yanti Rina
Agros Journal of Agriculture Science Vol 22, No 1 (2020): edisi Januari
Publisher : Faculty of Agriculture, Janabadra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inpara atau Inbrida Padi Rawa adalah varietas adaptif untuk lahan rawa. VarietasInpara 2 dan Inpara 3 paling banyak ditanam di lahan rawa pasang surut di KalimantanSelatan. Varietas Inpara lainnya, terutama Inpara 6, 7, 8, dan 9, relatif belum banyak dikenalpetani. Perlu upaya mendiseminasikan keempat varietas tersebut melalui demplotvarietas.Tujuan penelitian: mengetahui preferensi petani terhadap karakteristik tanaman,mutu beras, dan rasa nasi beberapa varietas Inpara di lahan rawa pasang surut KalimantanSelatan.Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Balandean Desa Tanjung Harapan,Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan tahun 2018. Jumlah sampel30 orang dipilih secara acak sederhana. Hasil: petani menyukai varietas Inpara 2, cukup sukaterhadap varietas Inpara 7, 8, dan 9, tidak suka varietas Inpara 6 berdasarkan morfologitanaman dan ketahanan terhadap OPT. Petani menyukai varietas Inpara 2, 6, 8, dan 9 sertacukup suka terhadap varietas Inpara 7 berdasar mutu gabah atau beras dan uji rasa nasi.Secara umum petani lebih menyukai varietas Inpara 2 dibanding empat varietas lainnya yangdiuji, baik dari segi morfologi tanaman, ketahanan terhadap OPT, mutu gabah atau beras danrasa nasi. Kriteria umur panen, jumlah anakan produktif, tipe tanaman dan mutu nasi (warna,rasa, kepulenan) menjadi karakter penting dalam pemilihan varietas yang disukai petani.
KEUNGGULAN KOMPETITIF DAN PREFERENSI PETANI TERHADAP VARIETAS UNGGUL DI LAHAN PASANG SURUT TIPE C (Kasus Desa Matang Danau, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas KalBar) Koesrini, Koesrini; Darsani, Yanti Rina
Agros Journal of Agriculture Science Vol 22, No 2 (2020): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v22i2.1135

Abstract

Adopsi varietas sangat tergantung dengan adaptasi varietas, preferensi petani serta keunggulan kompetitifnya. Varietas yang memiliki ketiga kriteria tersebut lebih mudah diadopsi petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui varietas unggul yang memiliki keunggulan kompetitif dan preferensi petani terhadap keragaan morfologi tanaman padi di lahan pasang surut. Penelitian dilakukan dengan metode survei di Desa Matang Danau, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat pada tahun 2018.Sebanyak 12 varietas padi ditanam di lahan petani seluas 5 Ha. Jumlah responden sebanyak  30 orang dipilih secara acak sederhana.Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas padi unggul yang ditanam pada musim kemarau (MK) lebih kompetitif  dibandingkan varietas padi Cilosari menggunakan teknologi introduksi adalah varietas Inpara 1, Inpari 32, Inpara 2 dan Inpara 8, sebaliknya pada  musim hujan (MH) tidak ada varietas yang dapat bersaing dengan varietas Cilosari (teknologi introduksi). Varietas Cilosari yang ditanam pada MH memiliki peluang untuk ditingkatkan produksinya dengan menggunakan teknologi introduksi.Varietas padi yang disukai petani adalah  Cilosari, Inpara 3 , Inpara 1, Margasari, dan Inpari 32.