Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisa Faktor Usabilitas Sistem Peternakan Berbasis Layanan E-Government dengan Pendekatan Metode USE Putranto, Adhy; Selo, Selo; Nugroho, Eko
Edu Komputika Journal Vol 5 No 2 (2018): Edu Komputika Journal
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/edukomputika.v5i2.27488

Abstract

Saat ini pemerintah sedang belomba-lomba mengembangkan layanan publik untuk menghadapi Revolusi Industri 4.0, Layanan publik tersebut dikembangkan berbasis layanan e-government yang memanfaatkan sistem informasi sebagai media untuk berkomunikasi dengan masyarakat. Itu adalah cara yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kualitas pelayanan terhadap masyarakat. Sistem peternakan adalah salah satu layanan pemerintah yang dikembangkan dengan model layanan e-government. Sistem ini bertujuan untuk meningkatkan layanan pemerintah kepada masyarakat yang bermata pencaharian sebagai peternak sapi perah untuk mendukung peternakannya. Untuk keberlangsungan layanan ini perlu dilakukan analisa usabiltas sebagai salah satu tahapan dalam pengembangan layanan ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh antar faktor usabilitas dalam penggunakan system peternakan ini. Untuk melakukan hal tersebut, dalam penelitian ini digunakan pendekatan metode USE dengan Analisa diagram jalur untuk membuktikan hipotesis yang dikembangkan dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemudahan dipelajari berpengaruh positif terhadap kemudahan penggunaan, kemudahan penggunaan berpengaruhi positif terhadap kegunaan, kemudahan penggunaan berpengaruh positif terhadap kepuasaan pengguna, dan kegunaan berpengaruh positif terhadap kepuasaan pengguna.
Analisa Faktor Usabilitas Sistem Peternakan Berbasis Layanan E-Government dengan Pendekatan Metode USE Putranto, Adhy; Selo, Selo; Nugroho, Eko
Edu Komputika Journal Vol 5 No 2 (2018): Edu Komputika Journal
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/edukomputika.v5i2.27488

Abstract

Saat ini pemerintah sedang belomba-lomba mengembangkan layanan publik untuk menghadapi Revolusi Industri 4.0, Layanan publik tersebut dikembangkan berbasis layanan e-government yang memanfaatkan sistem informasi sebagai media untuk berkomunikasi dengan masyarakat. Itu adalah cara yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kualitas pelayanan terhadap masyarakat. Sistem peternakan adalah salah satu layanan pemerintah yang dikembangkan dengan model layanan e-government. Sistem ini bertujuan untuk meningkatkan layanan pemerintah kepada masyarakat yang bermata pencaharian sebagai peternak sapi perah untuk mendukung peternakannya. Untuk keberlangsungan layanan ini perlu dilakukan analisa usabiltas sebagai salah satu tahapan dalam pengembangan layanan ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh antar faktor usabilitas dalam penggunakan system peternakan ini. Untuk melakukan hal tersebut, dalam penelitian ini digunakan pendekatan metode USE dengan Analisa diagram jalur untuk membuktikan hipotesis yang dikembangkan dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemudahan dipelajari berpengaruh positif terhadap kemudahan penggunaan, kemudahan penggunaan berpengaruhi positif terhadap kegunaan, kemudahan penggunaan berpengaruh positif terhadap kepuasaan pengguna, dan kegunaan berpengaruh positif terhadap kepuasaan pengguna.
Perkembangan Industri dan Teknologi Komunikasi serta Implikasinya terhadap Kemampuan Membaca sebagai Fondasi Literasi Masyarakat Awani, Carolina Dwita; Putranto, Adhy
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 10 (2025): : JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v4i10.4966

Abstract

Perkembangan teknologi digital dianggap memiliki dampak negatif terhadap praktik dan budaya membaca di tengah masyarakat, yakni menurunkan keterampilan membaca, berkurangnya rentang perhatian pada teks, dan hilangnya kemampuan kognitif untuk memahami makna dari teks, yang berimplikasi pada menurunnya tingkat literasi. Berdasarkan data PISA 2022, reading score Indonesia berada pada angka 359, menurun 12 angka dari tahun 2018. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan sejauh mana perkembangan industri dan teknologi komunikasi merubah praktik dan budaya membaca di tengah masyarakat, dan bagaimana perubahan tersebut berdampak pada tingkat literasi dan pendidikan. Penelitian kualitatif menggunakan Systematic Literature Review dilakukan dengan memanfaatkan PRISMA 2020 dan Vosviewer dalam upaya melakukan pemetaan terhadap 48 artikel jurnal di Scopus, untuk kemudian dianalisis. Penelitian menemukan bahwa, artikel yang membahas mengenai objek penelitian paling banyak berasal dari wilayah Eropa yakni sebanyak 17/48 artikel (35%), adapun mayoritas metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif yakni sebanyak 35/48 artikel (73%). Pembahasan yang paling disorot adalah mengenai kesadaran akan strategi membaca, yang dapat ditemukan pada 45/48 artikel (94%). Kognisi remaja yang perlu dikembangkan berkaitan dengan kemampuan literasi adalah pemahaman atas isi dan makna teks, dalam upaya mengintegrasikan dan menghasilkan kesimpulan. Dalam upaya untuk meningkatkan literasi, dengan mengacu pada Prioritas Strategis UNESCO, terdapat tiga upaya utama yang dilakukan oleh pemerintah, yakni mengembangkan kebijakan dan strategi literasi nasional, memantau kemajuan dan menilai keterampilan dan program literasi, serta memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas akses dan meningkatkan hasil pembelajaran. Secara garis besar, perkembangan teknologi digital dianggap memiliki dampak negatif terhadap praktik dan budaya membaca di tengah masyarakat, yakni menurunkan keterampilan membaca, berkurangnya rentang perhatian pada teks, dan hilangnya kemampuan kognitif untuk memahami makna dari teks, yang berimplikasi pada menurunnya tingkat literasi. Secara akademis, penelitian diharapkan mampu memberikan kontribusi sebagai rujukan bagi para peneliti lainnya yang hendak melakukan penelitian di bidang komunikasi (kajian semiotika, maupun dari sudut pandang industri dan teknologi komunikasi).
Pemanfaatan Media Sosial untuk Quality Time Keluarga pada Pekerja Stayer dan Mover Putranto, Adhy; Awani, Carolina Dwita
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jk.v13i1.5517

Abstract

Physical absence due to distance limits quality family time for workers due to job migration. Social media now has become a means of communication to maintain ties, form family identity, and replace physical presence. This research aims to test and prove the existence of differences between stayer and mover (circular) workers in utilizing social media for quality family time. This research uses quantitative methods, explanatory in nature, with comparative analysis. The survey method was used to collect data by filling out a questionnaire via Google Form. The sample was selected using convenience sampling from workers in a number of offices in the Jabodetabek area. Data processing was carried out using SPSS version 29 on 127 questionnaires filled in by respondents. The Mann-Whitney Test was used to determine differences in the use of social media by stayer and mover (circular) workers. The research results show that there are differences between stayer and mover (circular) workers in utilizing social media for family quality time, as measured by perceptions, attitudes, behavior and level of social media use. Behavioral variables have a moderate correlation to perception variables, and strong correlations to attitude variables. The variable level of social media use has a very weak correlation with the variables of perception, attitude and behavior. This proves that compared to stayer workers, mover (circular) workers use social media more to create quality family time and overcome physical absence. It is recommended that further research add qualitative methods (becoming mixed methods) so as to enrich and strengthen the data about the different reasons for using social media through in-depth interviews. Expanding the opulation, different research areas, and samples involving different community groups can be carried out to determine differences in the use of social media by other community groups.ABSTRAKKetidakhadiran fisik karena jarak membatasi quality time keluarga pada pekerja karena migrasi pekerjaan. Media sosial kini menjadi sarana komunikasi untuk menjaga ikatan, membentuk identitas keluarga, dan menggantikan kehadiran fisik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan membuktikan adanya perbedaan antara pekerja stayer dan mover (sirkuler) dalam memanfaatkan media sosial untuk quality time keluarga. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, bersifat eksplanatif, dengan analisis komparatif. Metode survei dilakukan untuk mengumpulkan data dengan mengisi kuesioner melalui Google Form. Sampel dipilih secara convenience sampling terhadap pekerja pada sejumlah kantor di wilayah Jabodetabek. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan SPSS versi 29 atas 127 isian kuesioner oleh responden. Mann-Whitney Test digunakan untuk mengetahui perbedaan pemanfaatan media sosial oleh pekerja stayer dan mover (sirkuler). Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan antara pekerja stayer dan mover (sirkuler) dalam memanfaatkan media sosial untuk quality time keluarga, yang diukur dari persepsi, sikap, perilaku, dan tingkat penggunaan media sosial. Variabel perilaku memiliki korelasi yang moderat terhadap variabel persepsi, serta kuat terhadap variabel sikap. Variabel tingkat penggunaan media sosial memiliki korelasi yang sangat lemah terhadap variabel persepsi, sikap, dan perilaku. Hal tersebut membuktikan bahwa dibanding pekerja stayer, pekerja mover (sirkuler) lebih banyak dalam menggunakan media sosial untuk menciptakan quality time keluarga dan mengatasi ketidakhadiran secara fisik. Penelitian selanjutnya disarankan menambahkan metode kualitatif (menjadi mixed method) sehingga memperkaya dan memperkuat data tentang perbedaan alasan penggunaan media sosial melalui wawancara mendalam. Perluasan populasi, wilayah penelitian yang berbeda, dan sampel yang melibatkan kelompok masyarakat yang berbeda dapat dilakukan untuk mengetahui perbedaan penggunaan media sosial oleh kelompok masyarakat lainnya.