Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Komunikasi Terapeutik Medik di RSUD Dr. Pirngadi Kota Medan Lubis, Arfah Mardiana; Utama, Surya; Mutiara, Erna; Nasution, Siti Khadijah; Juanita, Juanita; Rochadi, Raden Kintoko; Ashar, Taufik; Tukiman, Tukiman; Hiswani, Hiswani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Vol 7, No 1 (2026): Januari
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jpmik.v7i1.6694

Abstract

Komunikasi terapeutik medik adalah proses interaksi tenaga medik dan pasien secara individual dengan tujuan membantu pasien merasa nyaman dan tidak takut untuk mengungkapkan perasaan dan pikiran mereka. Hanya saja, ada indikasi komunikasi terapeutik medik di RSUD Dr. Pirngadi Kota Medan belum efektif. Salah satu penyebabnya adalah tingkat pengetahuan dan keterampilan yang rendah dari dokter mengenai cara menyamankan dan meyakinkan pasien. Agar dokter dapat meningkatkan keterampilannya mengenai bagaimana memprioritaskan kenyamanan dan keyakinan pasien saat berkomunikasi dengan pasien, maka diperlukan pelatihan mendengar aktif, mendengar dengan empati, komunikasi persuasif, dan komunikasi asertif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dokter mengenai cara menyamankan dan meyakinkan pasien berobat di rumah sakit. Pelatihan ini menggunakan metode ceramah, games, dan role play. Peserta pelatihan yang mengikuti sampai akhir hanya 12 orang. Berdasarkan evaluasi pelatihan dengan pre-test dan post-test, pengetahuan peserta tentang cara menyamankan dan meyakinkan pasien berobat di rumah sakit RSUD Dr. Pirngadi Kota Medan meningkat dari 0% menjadi 83,3%. Berdasarkan hasil evaluasi pelatihan dengan simulasi, seluruh peserta mendapatkan nilai 70 ke atas. Disimpulkan bahwa pelatihan komunikasi terapeutik medik yang telah dilakukan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dokter mengenai cara menyamankan dan meyakinkan pasien berobat di rumah sakit RSUD Dr. Pirngadi Kota Medan. Diharapkan pelatihan ini dapat dilanjutkan secara mandiri oleh mitra dan didukung oleh pihak terkait, serta ke depan pelatihan serupa dapat diperluas ke rumah sakit lain dengan pemantauan berkelanjutan.
Eye and Neck Relaxation Training Using the 20-20-20 Rule to Prevent Computer Vision Syndrome and Text Neck Syndrome Due to Binge- Watching Lubis, Namora Lumongga; Lubis, Arfah Mardiana; Utama, Surya; Syahri, Isyatun Mardhiyah; Maya Fitria; Asfriyati; Erna Mutiara
ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 10 No. 2 (2025): ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/abdimastalenta.v10i2.18187

Abstract

Binge-watching is an activity of watching between two and six episodes of a TV show in one sitting. This activity is mostly carried out by students and teenager. At FKM USU, many students binge-watch, and most of them do it because they want to overcome stress. Binge-watching that is done incorrectly will increase a person's risk of suffer various non-communicable diseases due to reduced activity and snacking while binge-watching. This activity can also increase a person's risk of suffering from Text Neck Syndrome and Computer Vision Syndrome because when someone binge-watches they tend to watch with the wrong posture and are reluctant to stop staring at the screen of an electronic device for hours. Programs or activities must be held within FKM USU to prevent students from suffering from Computer Vision Syndrome and Text Neck Syndrome due to binge-watching. This community service activity was carried out at FKM USU, by giving Eye and Neck Relaxation Training Using the 20-20-20 Rule to 27 participants with lecture and demonstration methods. Participants were also given pre-tests and post-tests and also carried out simulations to assess participants' understanding. Based on the pre-test and post-test results, of the 27 participants, only 19 (70.37%) increased their knowledge. Based on the simulation results, all participants got a score of 100, it can be concluded that the eye and neck relaxation training using the 20-20-20 rule that has been implemented can increase students’ knowledge and skills about the eyes and neck relaxation training using the 20-20-20 rule.