The Infant Mortality Rate (IMR) in Indonesia increased in 2022, reaching 21,000 deaths. A similar rise was observed in Central Java Province with 4,000 deaths, and in Cilacap Regency with 149 deaths. In 2023, the leading causes of neonatal mortality were asphyxia (1%) and low birth weight (0.7%). Low Birth Weight (LBW) has complex etiologies and is closely associated with the risk of neonatal asphyxia. This study aimed to analyze the correlation between low birth weight and the incidence of neonatal asphyxia. It was a correlational analytic study using a retrospective cohort approach, focusing on past influencing factors (backward-looking). The independent variable was low birth weight (LBW), while the dependent variable was neonatal asphyxia. Data were collected from medical records at RSUD (Regional Public Hospital) Cilacap from May 21 to 24, 2025. The sample consisted of all newborns at RSUD Cilacap in 2024, with a total sampling technique resulting in 1,015 data points. Data were analyzed using univariate and bivariate analysis with the Spearman rank test. The results revealed a significant correlation between low birth weight and the incidence of neonatal asphyxia at RSUD Cilacap in 2024 (p-value = 0.000). These findings can serve as a reference for strengthening health promotion and prevention strategies to reduce the prevalence of neonatal asphyxia by addressing infant birth weight. Abstrak Angka Kematian Bayi di Indonesia mengalami peningkatan di tahun 2022 sebanyak 21.000 jiwa. Peningkatan AKB juga terjadi di Provinsi Jawa Tengah hingga 4.000 jiwa dam di Kabupaten Cilacap sebanyak 149 jiwa. Penyebab pada masa neonatal pada tahun 2023 tetinggi adalah asfiksia (1%) dan Berat Badan Lahir Rendah (0,7%). BBLR memiliki etiologi yang kompleks dan berhubungan erat dengan risiko asfiksia. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis hubungan berat badan lahir rendah (BBLR) dengan kejadian asfiksia neonatorum. Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik korelasional melalui pendekatan retrospektif kohort studi yang berfokus dengan melihat faktor-faktor yang mempengaruhi di masa lampau (backward looking). Variabel bebas dalam penelitian ini yaituberat badan lahir rendah (BBLR) sedangkan variabel terikat adalah asfiksia neonatorum. Pengambilan data dilakukan pada tanggal 21 – 24 Mei 2025 di RSUD Cilacap dengan melihat rekam medik.Populasi dalam penelitian ini yaitu bayi yang lahir di RSUD Cilacap dan sampel dalam penelitian ini adalah semuabayi baru lahir di RSUD Cilacap tahun 2024 dengan teknik total Sampling sebanyak 1.015 data. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) dengan kejadian asfiksia neonatorum di RSUD Cilacap tahun 2024 (p-value= 0,000). Simpulan dalam penelitian ini dapat sebagai acuan dalam meningkatkan promosi dan pencegahan agar prevalensi asfiksia neonatorum dengan memperhatikan berat badan lahir bayi.