Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Pembinaan Manajerial Kepala Sekolah terhadap Standar Pembiayaan pada Sekolah Luar Biasa Nurhaco, Nurhaco; Yunus, Muh.; Radjab, Andi Mulyadi; Yahya, Muh.
Jurnal Basicedu Vol. 5 No. 6 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v5i6.1780

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui 1) Pembinaan Manajerial Kepala Sekolah, 2) Standar Pembiayaan Sekolah Luar Biasa Negeri 1 dan Negeri 2 Makassar. Penelitian menggunakan metode kuantitatif. Jenis penelitian ex post facto. Sampel sebanyak 22 orang terdiri dari 2 orang kepala sekolah dan 20 orang guru. Pengumpulan data melalui angket, dokumentasi, dan wawancara. Anlisis data yakni analisis regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Pembinaan Manajerial SLB berada pada angka rata-rata 43,18 dari nilai ideal 60 dengan standar deviasi 4,23 berdasarkan pemaparan hasil dan pembahasan. Dalam hal pengkategorian variabel, nilai rata-rata termasuk dalam kategori sedang, yaitu interval 40X44. Pembinaan Manajerial berkualitas tinggi, 2) Rata-rata Standar Pembiayaan SLB 31,36, dengan variasi standar 2,40, dari nilai ideal 52. Untuk pengkategorian variabel, nilai rata-rata masuk dalam kategori sedang yaitu interval 30X32. Standar Pembiayaan berkualitas tinggi. Dapat dikatakan bahwa pengembangan manajemen prinsipal memiliki dampak yang signifikan terhadap standar pembiayaan.
Pengaruh Pembinaan Manajerial Kepala Sekolah terhadap Standar Pembiayaan pada Sekolah Luar Biasa Nurhaco, Nurhaco; Yunus, Muh.; Radjab, Andi Mulyadi; Yahya, Muh.
Jurnal Basicedu Vol. 5 No. 6 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v5i6.1780

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui 1) Pembinaan Manajerial Kepala Sekolah, 2) Standar Pembiayaan Sekolah Luar Biasa Negeri 1 dan Negeri 2 Makassar. Penelitian menggunakan metode kuantitatif. Jenis penelitian ex post facto. Sampel sebanyak 22 orang terdiri dari 2 orang kepala sekolah dan 20 orang guru. Pengumpulan data melalui angket, dokumentasi, dan wawancara. Anlisis data yakni analisis regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Pembinaan Manajerial SLB berada pada angka rata-rata 43,18 dari nilai ideal 60 dengan standar deviasi 4,23 berdasarkan pemaparan hasil dan pembahasan. Dalam hal pengkategorian variabel, nilai rata-rata termasuk dalam kategori sedang, yaitu interval 40X44. Pembinaan Manajerial berkualitas tinggi, 2) Rata-rata Standar Pembiayaan SLB 31,36, dengan variasi standar 2,40, dari nilai ideal 52. Untuk pengkategorian variabel, nilai rata-rata masuk dalam kategori sedang yaitu interval 30X32. Standar Pembiayaan berkualitas tinggi. Dapat dikatakan bahwa pengembangan manajemen prinsipal memiliki dampak yang signifikan terhadap standar pembiayaan.
Team Pair Solo–Based IPAS Learning for Enhancing Collaboration and Attitudes in Grade VI Students Hastuti, Dwi Miya; Elpisah, Elpisah; Radjab, Andi Mulyadi
International Journal of Humanities and Social Sciences Reviews Vol. 2 No. 4 (2025): International Journal of Humanities and Social Sciences Reviews
Publisher : Asosiasi Penelitian dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/ijhs.v2i4.515

Abstract

This classroom action research investigates efforts to enhance sixth-grade students’ ability to work together in Natural and Social Sciences (IPAS) learning at UPT SDN Unjuruiya No. 45 Selayar Islands by implementing the Team Pair Solo cooperative learning model. The study was conducted to address students’ low collaboration skills and limited positive learning attitudes, which impeded the achievement of optimal learning outcomes. Through two learning cycles consisting of sequential group (team), pair, and individual (solo) activities, the research aimed to improve students’ cooperative abilities and attitudes toward IPAS learning. Data were collected through observation, field notes, and learning attitude assessments, then analyzed descriptively to determine changes in performance. The findings indicated a significant improvement in students’ cooperative skills, as reflected in the increase in the average percentage of collaboration indicators from 69% in Cycle I to 92% in Cycle II, covering aspects of participation, communication, responsibility, tolerance, and emerging leadership. Furthermore, students’ learning attitudes also improved, with mastery increasing from 45% in the initial condition to 100% in Cycle II, and an average score of 87 surpassing the minimum completeness criterion (KKTP) of 70. These results demonstrate that the Team Pair Solo model effectively fosters collaboration while strengthening students’ discipline, responsibility, and enthusiasm in learning. Thus, the model is proven to be a relevant strategy for enhancing cooperative skills and positive learning attitudes in IPAS instruction at the elementary level.
Implementing PAIKEM Gembrot to Enhance Literacy, Numeracy, and Creativity in Elementary IPAS Learning Agussalim Agussalim; W, Muhammad Fahreza; Radjab, Andi Mulyadi
International Journal of Educational Evaluation and Policy Analysis Vol. 3 No. 1 (2026): January: International Journal of Educational Evaluation and Policy Analysis
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/ijeepa.v3i1.442

Abstract

This study investigates the implementation of the PAIKEM Gembrot model to enhance the literacy, numeracy, and creativity of fifth-grade students at UPT SDN Unjuruiya No. 45 in the Selayar Islands. Using a two-cycle classroom action research design—comprising planning, action, observation, and reflection—data were collected through tests, observations, and documentation to obtain comprehensive information on both learning processes and outcomes. In Cycle I, only 40% of students met the mastery criteria, largely due to their initial adjustment to the new learning approach and limited engagement in collaborative activities. After refining instructional strategies in Cycle II, including the use of more varied learning activities, concrete and contextual learning media, structured group discussions, and closer teacher guidance, student learning outcomes improved dramatically, with 100% of students achieving mastery. In addition, students showed increased participation, confidence, and motivation during classroom interactions. These results demonstrate that PAIKEM Gembrot effectively strengthens students’ abilities to comprehend information, apply numerical reasoning, and express creativity through active and meaningful learning experiences. Therefore, the PAIKEM Gembrot model serves as a promising and contextually relevant alternative for improving elementary science learning, particularly in island-based schools with limited educational resources.