Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penyuluhan Literasi Media: “Cegah Hoax Di Media Sosial” Dan “Menjadi Guru Di Era Digital” Di Sekolah Kristen Purwokerto Naniek N. Setijadi
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.501 KB)

Abstract

Program Pengabdian Kepada Masyarakat dalam bentuk penyuluhan dan pembinaan ini dilaksanakan untuk Guru-guru TK – SMA di Sekolah Kristen Purwokerto. Dalam konteks kekinian para guru yang sebagaian besar adalah generasi “digital immigrant” harus siap menghadapi tantangan mengajar para siswa generasi millennial. Dengan seriusnya dampak yang ditimbulkan selaras dengan perkembangan dan majunya teknologi media komunikasi, ditambah dengan ketersediaan Internet yang menjangkau pelosok tanah air, maka penyuluhan media literasi untuk para guru ini diawali dengan memperhatikan efek-efek negative seperti isu-isu hoax, ujaran kebencian (hate-speech) dan pentingnya upaya menangkalnya. Ujaran kebencian sendiri dapat berdampak langsung maupun tak langsung pada meningkatnya kasus-kasus sara yang kemudian akan memicu berbagai kekerasan dan kriminalisasi pada anggota kelompok tertentu. Purwokerto dipilih sebagai tujuan kegiatan karena merupakan salah satu kota di Jawa Tengah yang mengalami dampak dari beberapa kasus penyebaran hoax dan fake-news. Guru dan siswa diberi pengetahuan untuk menangkal efek negatif terpaan konten media. Guru juga dibekali dengan cara memanfaatkan media untuk pembelajaran di era digital ini. Penyuluhan ini disampaikan dalam bentuk ceramah, diskusi interaktif dengan para guru, dan ditutup dengan workshop yang bertajuk “Transformasi Peran Guru di Era Digital”.
Penyuluhan Tindakan Perlawanan Terhadap Dampak Negatif Media Sosial Untuk Kelompok Siswa Dan Guru Bimbel Di GKY Puri Indah Jakarta Naniek Setijadi; Walmond Handoyo; Aurelia Michelle Rahardja, Grace Octavia Tanus, Cynthia Widjaja, Tamara Gracia Agustin
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.62 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.491

Abstract

Ketersediaan Internet yang menjangkau semua lapisan masyarakat dan di era disruptive media ini, perilaku dan karakter seorang tidak terlepas dari pengaruh media. Kegiatan penyuluhan literasi media ini adalah kegiatan community service (PKM) yang terintegrasi dengan matakuliah Capstone yang dilakukan oleh sekelompok mahasiswa UPH bersama Dosen Pembimbing. Gereja Kristus Yesus (GKY) Puri Indah dipilih sebagai lokasi PKM, karena mereka memiliki program pelayanan BIMBEL (bimbingan belajar) gratis bagi masyarakat miskin di sekitar gereja, khususnya siswa SD kelas 4 sampai 6. Anak-anak tersebut adalah generasi “digital native”. Pihak gereja sebagai Mitra memahami bahwa perilaku dan karakter seorang tidak terlepas dari pengaruh media, maka penyuluhan literasi media dianggap penting bagi siswa dan gurunya. Tujuannya adalah agar para siswa miskin, yang sebagian besar dalam kesehariannya “ditinggalkan” oleh orang tuanya untuk mencari nafkah, dapat mengerti dan memahami dampak media sosial. Penyuluhan dilakukan melalui permainan (game) mengenai cara mencermati media secara kritis. Bagi para guru metode penyuluhan diberikan dalam bentuk seminar mengenai cara berinternet secara bijak dan sehat bagi keluarga. Luaran dari aktivitas ini adalah sebuah booklet Panduan Berinternet Secara Sehat, dan Lembar Kerja untuk para peserta untuk mempraktekkan literasi media yang telah diajarkan. Kata kunci: digital native, literasi media, internet sehat
Komunikasi Lintas Budaya dalam Menciptakan Perdamaian Antar Etnis di Indonesia Fendy Financy; Farrencia Nallanie; Fhelincia Nathanto; Naniek N. Setijadi
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 6 No 2 (2024): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2024)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v6i2.180

Abstract

Komunikasi yang berbeda dalam keberagaman etnis menjadi salah satu pemicu terjadinya konflik sosial di Indonesia sehingga dapat mengancam perdamaian tanah air jika dibiarkan begitu saja. Komunikasi lintas budaya merupakan salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk membangun kedamaian dari masyarakat dengan latar belakang budaya yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bentuk komunikasi lintas budaya yang telah dilakukan di Indonesia untuk meredam konflik antar etnis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah tinjauan literatur dengan pendekatan kualitatif dimana terdapat 6 literatur ilmiah yang digunakan sebagai data penelitian. Hasil penelitian menyebutkan bahwa setidaknya terdapat tiga strategi yang dapat dilakukan pada komunikasi lintas budaya untuk meredam konflik di Indonesia yakni melibatkan pimpinan tokoh adat sebagai komunikator, menggelar forum lintas budaya dan melibatkan pihak yang netral sebagai mediator. Melalui tema tersebut, terdapat tiga aspek penting yang muncul dalam komunikasi lintas budaya dalam konteks konflik etnis di Indonesia yakni kepemimpinan, media untuk bertemu serta organisasi sosial. Ketiga aspek tersebut dapat menjadi kerangka kerja komunikasi lintas budaya untuk menganalisis penyelesaian konflik antar etnis di Indonesia.