Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Childfree di Indonesia, Fenomena atau Viral Sesaat? Farrencia Nallanie; Fhelincia Nathanto
Syntax Idea 2663-2673
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/syntax-idea.v6i6.3457

Abstract

Fenomena childfree merupakan pilihan hidup pasangan dewasa untuk tidak memiliki anak, baik secara biologis dan adopsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap faktor-faktor yang mempengaruhi seseorang untuk mengambil keputusan childfree. Selain itu juga penelitian ditujukan untuk mengetahui masa depan childfree di Indonesia akan semakin berkembang atau hanya viral sesaat. Angka pernikahan dan kelahiran di Indonesia semakin menurun sehingga terdapat kemungkinan disebabkan masyarakat Indonesia mulai menerapkan pilihan hidup ini. Tingginya biaya hidup, pengaruh budaya barat, dan trauma masa lalu menjadi faktor-faktor berkembangnya childfree di Indonesia. Selain itu, istilah childfree bisa menjadi viral dikarenakan terdapat beberapa influencer yang mengungkapkan pendapat dan pilihan mereka untuk tidak memiliki anak. Penelitian didukung dengan perspektif lembaga feminisme mengenai konteks childfree. Pendapat feminis mengenai pilihan untuk tidak memiliki anak adalah hak seorang wanita untuk menentukan. Hal ini disebabkan wanita yang akan mengandung dan melahirkan. Selain itu, seorang wanita juga berhak untuk mementingkan karir dibandingkan menjadi ibu rumah tangga. Jika tren ini terus berkembang, maka Indonesia akan merasakan dampaknya secara signifikan. Penurunan sumber daya manusia, dan usia produktif yang juga semakin lama. Sehingga dapat disimpulkan childfree adalah pilihan masing-masing individu dan perlu dihargai oleh orang-orang di sekitarnya
Komunikasi Lintas Budaya dalam Menciptakan Perdamaian Antar Etnis di Indonesia Fendy Financy; Farrencia Nallanie; Fhelincia Nathanto; Naniek N. Setijadi
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 6 No 2 (2024): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2024)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v6i2.180

Abstract

Komunikasi yang berbeda dalam keberagaman etnis menjadi salah satu pemicu terjadinya konflik sosial di Indonesia sehingga dapat mengancam perdamaian tanah air jika dibiarkan begitu saja. Komunikasi lintas budaya merupakan salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk membangun kedamaian dari masyarakat dengan latar belakang budaya yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bentuk komunikasi lintas budaya yang telah dilakukan di Indonesia untuk meredam konflik antar etnis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah tinjauan literatur dengan pendekatan kualitatif dimana terdapat 6 literatur ilmiah yang digunakan sebagai data penelitian. Hasil penelitian menyebutkan bahwa setidaknya terdapat tiga strategi yang dapat dilakukan pada komunikasi lintas budaya untuk meredam konflik di Indonesia yakni melibatkan pimpinan tokoh adat sebagai komunikator, menggelar forum lintas budaya dan melibatkan pihak yang netral sebagai mediator. Melalui tema tersebut, terdapat tiga aspek penting yang muncul dalam komunikasi lintas budaya dalam konteks konflik etnis di Indonesia yakni kepemimpinan, media untuk bertemu serta organisasi sosial. Ketiga aspek tersebut dapat menjadi kerangka kerja komunikasi lintas budaya untuk menganalisis penyelesaian konflik antar etnis di Indonesia.