This Author published in this journals
All Journal TAWADHU
Muttaqin, Achmad Machrus
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PESANTREN, KYAI DAN SANTRI (Sebentuk Cara Menanamkan Budaya Toleransi Dalam Pesantren) Muttaqin, Achmad Machrus
Jurnal Tawadhu Vol 3, No 2 (2019): INTEROPRABILITAS TEORI PENDIDIKAN ULAMA SALAF DALAM KONTEKS PERADABAN OTOMASI
Publisher : IAIIG Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.978 KB)

Abstract

Pesantren menjadi jujugan dalam pembinaan akhlak. Hal ini ditengarai dengan banyaknya sekolah yang mencoba mengadopsi nilai-nilai kepesantrenan dalam kurikulum sekolah, bahkan para alumni pesantren juga dilibatkan secara langsung dalam proses kegiatan belajar mengajar. Ada juga sekolah formal yang menjalin kerjasama dengan pesantren tertentu untuk pendidikan agama dan akhlak serta diasramakan.Angka kriminalitas semakin meninggi dibeberapa belahan dunia, bahkan taidak jarang kita jumpai adanya penjara yang over kapasitas. Pertumpahan darah menjadi tontonan harian disebagian belahan bumi. Orang kelaparan disebagian Afrika dan Korea Utara atau juga pengambilan hak secara paksa di Palestina. Di dunia pesantren hal tersebut hampir tidak terjadi, kalaupun ada, kemungkinan merupakan sesuatu yang sangat bisa dimaklumi. Dua hal ini menjadi perhatian tersendiri bagi kita, mengapa hal tersebut bisa terjadi ditengah globalisasi yang mempermudah manusia untuk menjadi pandai dan berkomunikasi? Ternyata jiwa mereka kering tidak seperti halnya santri dalam pesantren. Mungkin dunia pesantren perlu diterapkan dalam skala yang lebih luas, pertanyaannya adalah apa mau sekolah formal dan masyarakat mengambil ruh dari pesantren secara utuh dalam laju gerak kehidupan mereka? Bagaimana cara efektif untuk bisa menerapkannya? Tentu mereka memiliki alasan tersendiri untuk melakukan sebuah langkah perbaikan, akan tetapi setidaknya pesantren memiliki dunia dan dinamikanya sendiri yang terus berjalan sampai hari ini dan seringkali menjadi jujugan kalangan yang ingin mencipatkan suasana unik dalam kehidupan mereka serti di pesantren.