Saptadi, Darmawan
Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Universitas Brawijaya

Published : 21 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

REGENERASI EMBRIO PISANG LIAR MELALUI KULTUR IN VITRO DENGAN APLIKASI SUKROSA, BENZYL ADENINE DAN POLYVINYLPIRROLIDONE Putri, Syafrilia Rahma; Roostika, Ika; Adiredjo, Afifuddin Latif; Saptadi, Darmawan
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 6 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.53 KB) | DOI: 10.21776/730

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai formulasi media yang optimal melalui penggunaan Benzyl adenine (BA), polyvinylpirrolidone (PVP), dan sukrosa untuk pertumbuhan eksplan embrio pisang liar SPN21, serta mengetahui pengaruh BA, PVP, dan sukrosa dal iam media in vitro terhadap perkecambahan dan pertumbuhan embrio pisang liar SPN-21. Dengan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap pada 360 biji embrio (setiap perlakuan diulang 5 kali dan satu  ulangan  terdiri dari  6 embrio), hasil  pengamatan dalam bentuk data kuantitatif dianalisis dengan menggunakan analisis ragam  dengan taraf 5%. Formulasi media dengan penambahan sukrosa, BA dan PVP  memberikan  pengaruh yang nyata terhadap persentase daya tumbuh, rata-rata jumlah tunas dan rata-rata jumlah daun. persentase daya hidup, persentase daya tumbuh dan jumlah tunas, jumlah akar dan jumlah daunyang tertinggidiperoleh dari  media MS yang ditambah dengan sukrosa 4% danBA 0.5 mg/l (M7). Untuk variabel yang sama dan tinggi tunas perlakuan yang tertinggi diperoleh dari media MS yang ditambah  sukrosa 4% (M8). Embrio pisang SPN21 tidak menghendaki formulasi media yang kompleks untuk meregenerasikannya. Media MS yang mengandung sukrosa 4% merupakan formulasi yang tepat untuk kultur regenerasi embrio pisang liar SPN21.
KEMAJUAN GENETIK HARAPAN PADA SELEKSI MASSA CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) Liana, Novi; Saptadi, Darmawan
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 6 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.506 KB) | DOI: 10.21776/733

Abstract

Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan tanaman hortikultura yang sangat penting di Indonesia. Minat masyarakat akan cabai rawit sangat tinggi, pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan produksi cabai rawit dari tahun ke tahun. Seleksi massa merupakan metode seleksi yang dapat digunakan pada tanaman menyerbuk sendiri maupun menyerbuk silang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai kemajuan genetik harapan berdasarkan karakter kuantitatif tanaman yang berhabitus tegak pada cabai rawit serta mendapatkan individu-individu cabai rawit berhabitus tegak yang memiliki kemajuan genetik harapan tinggi pada karakter bobot buah total per tanaman. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2015 sampai Agustus 2016 berlokasi di lahan percobaan Agrotechnopark milik Universitas Brawijaya, Malang. Penelitian disusun menggunakan metode  single plant. Hasil  penelitian pada karakter kuantitatif diperoleh kriteria kemajuan genetik harapan cukup tinggi dan tinggi. Pada karakter kualitatif didapatkan keberagaman kecuali pada karakter bentuk batang dan posisi tangkai bunga memiliki kriteria seragam. Didapatkan 20 tanaman terseleksi berdasarkan habitus tegak dan bobot buah total per tanaman tinggi. Terdapat kemajuan genetik harapan tinggi yaitu tanaman nomor 28, 32, 36, 47, 54, 58, 88, 103, 104, 112, 121, 139, 146, 147, 154, 155, 163, 171, 172, 290.
PENAMPILAN HASIL ENAM GALUR HARAPAN KACANG BOGOR (Vigna subteranea (L.) Verdc.) Bakti, NH. Dias Prayudha; Waluyo, Budi; Kuswanto, Kuswanto; Saptadi, Darmawan
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 6 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.214 KB) | DOI: 10.21776/747

Abstract

Kacang Bogor (Vigna subterranea (L.) Verdc.) di Indonesia merupakan salah satu tanaman minor. Produktivitas kacang Bogor masih rendah, masa tanam lama, dan kurangnya pengembangan varietas unggul membuat tanaman ini kurang diminati oleh petani. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi daya hasil enam galur kacang Bogor. Penelitian dilaksanakan pada bulan Febuari sampai dengan Mei 2016. Bertempat di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya yang berlokasi di Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor perlakuan berupa galur dan 4 kali ulangan dilanjutkan dengan uji lanjut BNJ. Perlakuan yang digunakan sebanyak 6 galur terdiri dari GSG 2.5, GSG 2.1.1, GSG 1,5, CCC 1.4.1, PWBG 5.3.1, dan BBL 6.1.1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa enam galur kacang Bogor yang dievaluasi  memiliki potensi hasil tinggi pada bobot polong segar  yaitu berkisar antara 20 t ha-1 sampai dengan 22,5 t ha-1, dan 11,7 t ha-1 sampai dengan 13,5 t ha-1 pada bobot biji segar.
POTENSI HASIL GALUR-GALUR HARAPAN PADI SAWAH Pratama, Sanda Aditya; Saptadi, Darmawan
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 7 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/810

Abstract

Galur padi MSP berpotensi untuk dijadikan padi tipe baru. Pembentukan padi tipe baru dilakukan untuk meningkatkan indeks panen. Karakter padi tipe baru adalah jumlah anakan sedikit tetapi semua produktif (9-11 batang), jumlah gabah per malai 150-250 butir, persentase gabah bernas 85-95 %, bobot 1000 butir ≤ 25 g, malai panjang, dan umur genjah (105-125 hari). Penelitian bertujuan untuk mengetahui potensi hasil galur-galur harapan padi sawah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juli 2016 di Kebun Percobaan Jatimulyo, Malang.  Diuji dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 ulangan.  Perlakuan adalah galur MSP 1, MSP 9, MSP 13, MSP 14 dan sebagai pembanding Ciherang, Sejahtera. Populasi tanaman padi per petak adalah 320 tanaman. Pengamatan dilakukan pada karakter kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan galur MSP 9 dan MSP 13 memiliki potensi hasil lebih tinggi daripada pembanding. Galur MSP 1, MSP 9 dan MSP 13 memiliki ciri padi tipe baru.
EVALUASI KESERAGAMAN DAN POTENSI HASIL CABAI MERAH F6(Capsicum annuum L.) Puspita Sari, Rembang Enggar; Saptadi, Darmawan; Kuswanto, Kuswanto
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 8 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/855

Abstract

Peningkatan produksi cabai besar dapat dicapai dengan perakitan varietas baru melalui persilangan. Seleksi telah dilakukan terhadap populasi hasil persilangan antara TW2 x PBC dan TW2 x Jatilaba hingga generasi F5. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui keseragaman dan potensi hasil famili F6. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei-September 2016di Desa Kendalpayak, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang.Penelitian disusun menggunakan petak tunggal dengan metode pengamatan tanaman tunggal (single plant). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari enam famili cabai merah, famili A1.33.18.40 merupakan genotip yang memiliki potensi hasil tinggi. Pada karakter kualitatif, famili A1.33.18.40, A3.8.14.16, A3.8.14.35, dan A4.92.19.40 memiliki tingkat keseragaman 100% pada karakter tipe pertumbuhan tegak.
Respon Beberapa Varietas Bawang Putih (Allium sativum L.) dalam Pertumbuhan dan Potensi Pembentukan Umbi Mikro Terhadap Pemberian Berbagai Konsentrasi Sukrosa Hapsari, Lina Wahyu; Saptadi, Darmawan
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/893

Abstract

Induksi umbi mikro bawang putih pada kultur in vitro dipengaruhi oleh konsentrasi sukrosa. Varietas unggul bawang putih Indonesia (Lumbu Hijau, Lumbu Kuning) dan varietas impor dari China (Sin Chung dan Kating) memberikan respon yang berbda pada pemberian konsetrasi sukrosa yang berbeda. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh konsentrasi sukrosa terhadap pertumbuhan dan pembentukan umbi mikro pada beberapa varietas bawang putih. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Februari-juli 2017 di Laboratorium Kultur Jaringan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan 16 kombinasi perlakuan dan 4 ulangan. Data disajikan dalam bentuk grafik dari Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukan bahwa konsetrasi 30 g L-1 memberikan dampak yang baik bagi pertumbuhan eksplan yang berguna untuk regenerasi eksplan dan 60 g L-1 berpotensi untuk pembentukan umbi. Berat kering pada media dengan konsentrasi sukrosa 90 g L-1 paling tinggi, namun pertumbuhannya lambat dikarenakan nutrisi terfokuskan pada pembengkakan umbi. Respon varietas terbaik ditunjukan oleh varietas Lumbu Kuning dan yang kurang baik ditunjukan oleh varietas Kating.
Seleksi Galur pada 3 Populasi Cabai Merah (Capsicum annuum L.) Generasi F2 pada Lingkungan Rendah Input Utami, Sri Rejeki; Saptadi, Darmawan
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/921

Abstract

Varietas cabai besar hibrida umumnya tumbuh baik di lingkungan dengan input tinggi, namun menampilkan hasil yang berbeda bila ditanam pada lingkungan rendah input. Pada saat ini, para pemulia tanaman mulai mengembangkan varietas unggul baru yang adaptif terhadap lingkungan rendah input dan masih mempertahankan sifat-sifat penting seperti stabilitas hasil serta resisten terhadap penyakit. Varietas hibrida dapat menjadi salah satu sumber plasma nutfah karena akan mengalami segregasi bila ditanam kembali pada generasi F2, sehingga dapat dijadikan sebagai dasar pemilihan materi genetik baru melalui proses seleksi.Salah satu metode seleksi yang sering digunakan dalam tanaman cabai adalah seleksi individu atau sering disebut dengan seleksi galur murni. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui karakter yang dapat digunakan sebagai dasar seleksi pada individu yang adaptif terhadap lingkungan rendah input dan untuk mendapatkan individu-individu terbaik yang memiliki potensi hasil tinggi.Penelitian dilaksanakan di di Kebun Percobaan Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Tanjung, Malang.Hasil penelitian menunjukan bahwa keragaman genetik yang dimiliki oleh tiga populasi F2 tanaman cabai besar yang diamati sebagian besar memiliki nilai keragaman genetik yang luas, kecuali pada karakter tebal daging buah dan panjang tangkai buah. Nilai duga heritabilitas dan kemajuan genetik harapan pada tiga populasi F2tanaman cabai besar bervariasi dari kriteria rendah hingga tinggi. Tanaman yang memiliki daya hasil tinggi diseleksi berdasarkan bobot buah per tanaman dan jumlah buah total yang lebih besar daripada populasi F1.
Heritabilitas dan Kemajuan Genetik Harapan Karakter Agronomi Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) Berhabitus Kompak Sukmasari, Candraning Dwi; Saptadi, Darmawan
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 10 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/937

Abstract

Peningkatan produksi dan produktivitas cabai rawit membutuhkan benih varietas unggul hasil pemuliaan tanaman. Kegiatan pemuliaan tanaman cabai rawit diawali dengan meningkatkan keragaman genetik. Selain itu, disertai dengan informasi tentang parameter genetik seperti heritabilitas dan kemajuan genetik harapan. Tujuan penelitian ini ialah menduga nilai heritabilitas dan kemajuan genetik harapan karakter agronomi 18 aksesi cabai rawit bertipe habitus kompak dan mendapatkan aksesi yang berdaya hasil tinggi. Penelitian dilaksanakan di Agro Techno Park Universitas Brawijaya di Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Malang pada bulan Februari sampai Agustus 2017. Percobaan menggunakan metode pengamatan single plant dengan menanam 18 aksesi dan varietas Dewata. Jumlah populasi sebanyak 348 tanaman dengan masing-masing aksesi sebanyak 16 tanaman dan varietas dewata sebanyak 60 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter kualitatif memiliki keragaman pada karakter bentuk daun, warna buah muda, bentuk buah dan bentuk ujung buah serta keseragaman pada karakter posisi bunga, posisi putik, warna putik, warna mahkota bunga dan warna buah tua. Karakter kuantitatif yang memiliki keragaman genetik cukup tinggi adalah karakter berat buah total per tanaman, nilai heritabilitas tinggi pada semua karakter kecuali umur berbunga, umur panen, panjang buah dan berat per buah, sedangkan kemajuan genetik harapan tinggi pada semua karakter kecuali umur berbunga dan panjang buah.
Perbanyakan Tanaman Apel (Malus sp) Batang Bawah Secara In Vitro : Pengaruh Jenis Media dan ZPT Azzahra, Rayhanah; Saptadi, Darmawan; Mariana, Baiq Dina
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 10 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/963

Abstract

Apel merupakan buah komersial yang diminati untuk budidaya. Apel biasanya diperbanyak secara vegetatif dengan menggunakan stek, cara ini terkendala dengan penyediaan batang bawah karena biji apel sulit dikecambahkan. Persediaan batang bawah dapat dilakukan secara vegetatif dengn kultur in vitro. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui media dasar dan kombinasi ZPT sitokinin BA dan giberelin GA3 terbaik untuk regenerasi apel. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret hingga Juli 2017 di Balitjestro. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF) dengan 2 jenis media dasar dan faktor kedua kombinasi ZPT sitokinin BA dan giberelin GA3. Data disajikan dalam bentuk grafik dari Microsoft Excel. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa bahwa perlakuan dua media dan konsentrasi ZPT yang digunakan hanya bisa menghasilkan kalus dari eksplan daun apel batang bawah, sehingga tidak didapatkan media dan konsentrasi yang cocok untuk pertumbuhan ekplan daun apel batang bawah. Namun, media MSV semua eksplan menghasilkan kalus, sedangkan media DKW pada perlakuan DBG2 dan DBG3 tidak menghasilkan kalus.
Evaluasi Keragaman Kacang Bogor (Vigna subterranea (L.) Verdcourt) Hasil Induksi Mutasi Kolkisin Firmansyah, Fendy Bayu; Saptadi, Darmawan; Ardiarini, Noer Rahmi
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/979

Abstract

Kacang bogor merupakan salah satu komoditi pertanian yang dapat digunakan sebagai sumber pangan alternatif di Indonesia. Salah satu upaya untuk meningkatkan keragaman pada tanaman kacang bogor ialah dengan mutasi menggunakan kolkisin. Tujuan penelitian ini ialah untuk mempelajari keragaman dan penampilan karakter kacang bogor hasil induksi kolkisin generasi CT-0. Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya di Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang dan dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juni 2017. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini antara lain kolkisin, media tanah, air, pupuk urea, SP36, KCl, pupuk kandang, pestisida dan benih kacang bogor galur GSG-2.1.1. Penelitian ini menggunakan metode perlakuan pada tanaman tunggal yang disusun dalam satu barisan. Konsentrasi kolkisin yang digunakan 0 ppm (kontrol), 100 ppm (P1), 300 ppm (P2) dan 500 ppm (P3). Waktu perendaman benih yang digunakan 3 jam (W1), 6 jam (W2) dan 9 jam (W3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kolisin menyebabkan keragaman yang luas pada karakter jumlah biji per tanaman dan panjang polong per tanaman. serta, karakter yang memiliki rata-rata lebih tinggi akibat pemberian kolkisin dibandingkan dengan kontrol ialah panjang biji per tanaman, lebar biji pertanaman, panjang polong per tanaman, lebar polong per tanaman, jumlah biji per tanaman, dan jumlah polong per tanaman.