Yusuf, Rais D Hi
Universitas Muhammadiyah Maluku Utara

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PENATAANKAWASAN WISATA BATU ANGUS KOTA TERNATE DENGAN PENDEKATAN KONSEP KETERPADUAN DAN OPTIMALISASI LAHAN Yusuf, Rais D Hi
DINTEK Vol 12 No 1 (2019): Dintek Volume 12 Nomor 1 Maret 2019
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1096.971 KB)

Abstract

Aspek kenyamanan wisatawan di Kawasan Wisata Batu Angus belum dipenuhi.Hal ini dikarenakan kawasan wisata Batu Angus belum memiliki fasilitas penunjang yang memadai untuk mendukung aktifitas wisatawan.Fasilitas penunjang ataua menitas merupakan salah satu faktor yang sangat vital dalam mendukung dan berkembangnya suatu destinasi wisata.Kawasan Wisata Batu Angus dihadapkan oleh berbagai permasalahan yang terkait dengan fasilitas penunjang seperti: 1. Akses Jalan dalam Kawasan Parkir; 2. Fasilitas Penerangan, Signage/ papan Informasi; 3. Fasilitas Penunjang Akomodasi, Restoran Kuliner; 4. Fasilitas Service lainnyaberupa WC/KM. KamarGantidll. Sejumlah fasilitas penunjang di atas belum tersedia secara memadai di kawasan wisata tersebut.Maka dari itu, penelitian ini membahas model pengembangan kawasan wisata dengan pendekatan Keterpaduan dan Optimalisasi Lahan di KawasanWisataBatu Angus, Kota Ternate.Model pengembangan ini lebih mengarah pada fasilitas penunjang untuk mendukung aktifitas rekreasiwisatawan. Tujuan dari penelitian ini adalah tersususunya sebuah arahan (Guideline) strategi Pengembangan dan Arahan Desain (Design Guideline)Obyek Wisata Kawasan Batu Angus secarakomprensif, berupakonseppengembangan, meliputi: Atraksi, Amenitas, Infrastruktur, dan lingkungan. Dengan demikian maka target khusus yang diharapkan adalah melalui penelitian dapat berkontribusi terhadap pengembangan Kawasan Wisata Batu Angus terutama penyediaan fasilitas penunjang untuk mendukung kegiatan berwisata di kawasan tersebut. Penelitian ini mengunakan Metode metode Rasional atau synoptic method kerap disebut dengan metode yang sistematik atau konprehensif.Untuk mendapatkan suatu hasil penelitian yang optimal dan menjawab permasalahan yang telah dirumuskan, maka dalam penelitian ini menggunakan pendekatan perencanaan kawasan yang diuraikan dalam tahapan-tahapan sebagai berikut: yaitu tahap pertama persiapan, tahap kedua survey lapangan, tahap ketiga analisis data, tahap keempat konsep perencanaan dan pengembangan, dan tahap kelima Peranacangan Arahan Desain
PENATAANKAWASAN WISATA BATU ANGUS KOTA TERNATE DENGAN PENDEKATAN KONSEP KETERPADUAN DAN OPTIMALISASI LAHAN Rais D Hi Yusuf
DINTEK Vol 12 No 1 (2019): Dintek Volume 12 Nomor 1 Maret 2019
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1096.971 KB)

Abstract

Aspek kenyamanan wisatawan di Kawasan Wisata Batu Angus belum dipenuhi.Hal ini dikarenakan kawasan wisata Batu Angus belum memiliki fasilitas penunjang yang memadai untuk mendukung aktifitas wisatawan.Fasilitas penunjang ataua menitas merupakan salah satu faktor yang sangat vital dalam mendukung dan berkembangnya suatu destinasi wisata.Kawasan Wisata Batu Angus dihadapkan oleh berbagai permasalahan yang terkait dengan fasilitas penunjang seperti: 1. Akses Jalan dalam Kawasan Parkir; 2. Fasilitas Penerangan, Signage/ papan Informasi; 3. Fasilitas Penunjang Akomodasi, Restoran Kuliner; 4. Fasilitas Service lainnyaberupa WC/KM. KamarGantidll. Sejumlah fasilitas penunjang di atas belum tersedia secara memadai di kawasan wisata tersebut.Maka dari itu, penelitian ini membahas model pengembangan kawasan wisata dengan pendekatan Keterpaduan dan Optimalisasi Lahan di KawasanWisataBatu Angus, Kota Ternate.Model pengembangan ini lebih mengarah pada fasilitas penunjang untuk mendukung aktifitas rekreasiwisatawan. Tujuan dari penelitian ini adalah tersususunya sebuah arahan (Guideline) strategi Pengembangan dan Arahan Desain (Design Guideline)Obyek Wisata Kawasan Batu Angus secarakomprensif, berupakonseppengembangan, meliputi: Atraksi, Amenitas, Infrastruktur, dan lingkungan. Dengan demikian maka target khusus yang diharapkan adalah melalui penelitian dapat berkontribusi terhadap pengembangan Kawasan Wisata Batu Angus terutama penyediaan fasilitas penunjang untuk mendukung kegiatan berwisata di kawasan tersebut. Penelitian ini mengunakan Metode metode Rasional atau synoptic method kerap disebut dengan metode yang sistematik atau konprehensif.Untuk mendapatkan suatu hasil penelitian yang optimal dan menjawab permasalahan yang telah dirumuskan, maka dalam penelitian ini menggunakan pendekatan perencanaan kawasan yang diuraikan dalam tahapan-tahapan sebagai berikut: yaitu tahap pertama persiapan, tahap kedua survey lapangan, tahap ketiga analisis data, tahap keempat konsep perencanaan dan pengembangan, dan tahap kelima Peranacangan Arahan Desain
ANALISA KEBUTUHAN AIR BERSIH DOMESTIK DAN NON DOMESTIK (STUDI KASUS PENGOLAHAN AIR KELURAHAN KALUMATA) Rais D. Hi Yusuf, ST,.M.Sc
DINTEK Vol 13 No 1 (2020): Volume 13 No.1, Maret 2020
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (879.377 KB)

Abstract

Dalam rangka memenuhi kebutuan air bersih semakin meningkat, dimana debit sumber air yang mengalami penurunan tiap tahun maka PDAM Kota Ternate perlu mengkaji kembali kebutuhan air bersih untuk wilayah Ternate. Salah satunya untuk wilayah kelurahan Kalumata yang merupakan salah satu Kelurahan terbesar di Kota Ternate. Agar kebutuhan masyarakat Kelurahan Kalumata akan air bersih dapat terpenuhi. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar kebutuhan air domestik dan non domestik di kelurahan kalumata sampai 10 tahun kedepan. Serta mengetahui apakah masyarakat telah puas dengan distribusi air bersih oleh PDAM.Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif untuk mengetahui kebutuhan air bersih kelurahan kalumata.Hasil penelitian yang didapat yaitu, kebutuhan air bersih kelurahan kalumata pada tahun 2028 sebesar 1175,35 m3/orang/hari. Kehilangan air sebesar 243.454,51 Liter/hari. Masyarakat Kelurahan Kalumata udah sangat puas dengan layanan yang diberikan oleh PDAM Kota Ternate.
REDESAIN PEMBANGUNAN GEDUNG PERPUSTAKAAN PUSAT UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA Rais D. Hi Yusuf; Wahyudin Hi A Mutalib
DINTEK Vol 14 No 1 (2021): Vol. XIV No. 1 Maret 2021
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam menerapkan sebuah sistem pendidikan, tentunya dibutuhkan sebuah sarana pendidikan yang mampu secara maksimal menunjang pemenuhan sebuah Pendidikan salah satunya dipengaruhi oleh sistem pelayanan pendidikan yang bermutu. Untuk mewujudkan sebuah pelayanan pendidikan yang bermutu ideal, salah satunya bisa dilakukan melalui redesain sebuah gedung perpustakaan pusat Universitas Muhammadiyah Maluku utara (UMMU) yang memadai dan terpadu agar pelayanan pendidikan yang diterima mampu melampaui harapan pelaksanaan pendidikan. Dalam penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui Redesain pembangunan gedung Perpustakaan pusat Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU), dan Mengetahui Rencana Anggaran Biaya (RAB) pada Redesain gedung Perpustakaan pusat Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU). Metode yang digunakan dalam Redesain pembangunan gedung Perpustakaan ini adalah mengumpulkan data (programming), memproses data (planning), menciptakan konsep (concept), hingga menciptakan suatu karya dari alur tersebut (design). Hasil Rencana Anggaran Biaya (RAB) pada Redesain gedung Perpustakaan pusat Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) adalah Rp. 8,555,260.000.00 (Delapan Miliyar Limah Ratus Limah Puluh Limah Juta Dua Ratus Enam Puluh Ribuh Rupiah).
Perancangan Kawasan Dengan Pendekatan Konservasi Lingkungan dan Masyarakat (Studi Kasus, Kawasan Wisata Pantai Gurapin Sofifi) Rais D. Hi Yusuf
DINTEK Vol 14 No 2 (2021): Vol. XIV No. 2 September 2021
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekologi juga dapat diartikan sebagai Ilmu yang mempelajari interaksi antar makhluk hidup ataupun makhluk hidup dengan lingkungannya berada. Lingkungan merupakan suatu hal yang mudah berubah di mana manusia memiliki andil yang besar dalam perubahan lingkungan tersebut. Salah satu contohnya adalah Kawasan hutan Mangrove yang berbatasan langsung dengan pantai dan laut. Karena berbagai alasan, Hutan Mangrove tersebut dirusak sehingga mengganggu keseimbangan ekosistem di laut. Namun, belakangan ini usaha pelestarian hutan Mangrove mulai digalakkan. Bagaimana peran arsitektur dalam hal ini? Arsitektur bukan hanya untuk manusia saja, tapi juga bagi lingkungan tempatnya berada. Arsitektur di sini berperan mewadahi usaha pelestarian Hutan Mangrove dan pantai berpasir serta laut, hal muncul karena kepedulian terhadap keseimbangan alam. Metode yang digunakan adalah Konsep ekologis dan pengembangan wisata berbasis masyarakat. Mengembangkan desain terus-menerus sehingga bisa memenuhi apa yang dibutuhkan. Dengan demikian, fasilitas ini bisa memberikan opsi bagi masyarakat agar bisa ikut mengembangkan potensi wisata untuk kepentingan ekonomi, Selain itu obyek juga menyajikan sebuah wisata yang bersifat edukatif. Melalui objek rancangan ini, masyarakat setempat dan para wisatawan diajak untuk lebih peduli terhadap Lingkunga, Hutan Mangrove pantai dan ekosistem laut. Arsitektur di sini memiliki peran dalam kegiatan konservasi, baik terhadap alam maupun kehidupan masyarakat
Analisis Efisiensi Biaya dan Waktu Pekerjaan Drainase Menggunakan Metode Konvensional Dengan Metode Pracetak Studi Kasus Pekerjaan Drainase Kel. Indonesiana Kota Tidore Kepulauan Rais D. Hi Yusuf; Muh Walid Ramadhan
DINTEK Vol 15 No 1 (2022): V0l. 15 No. 01 Maret 2022
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu pembangunan yang paling penting adalah saluran drainase. Saluran drainase berfungsi untuk mengatur aliran air dengan mengalirkan atau membuang kelebihan air yang berasal dari air hujan, rembesan, atau irigasi. Saluran drainase yang baik akan berpengaruh terhadap kondisi lingkungan suatu kawasan, misalnya dapat mencegah banjir atau timbulnya genangan air. Pada Penelitian ini akan dibandingan antara metode konvensional dengan metode pracetak, kita dapat memilih ataupun membandingkan mana metode yang dapat memberi keuntungan dari segi biaya dan waktu agar dapat mengurangi jumlah yang dibutuhkan dalam pembangunan saluran drainase. Adapun hasil dari analisis dan pembahasan yang telah dijelasakan pada pekerjaan pembangunan drainase lingkungan kota tidore kepulauan kelurahan indonesiana, Berdasarkan hasil analisis efisiensi biaya untuk pekerjaan drainase sepanjang seratus meter menggunakan Metode Konvensional sebesar Rp.431.685.000 (Empat Ratus Tiga Puluh Satu Juta Enam Ratus Delapan Puluh Lima Ribu Rupiah) sedangan Rencana Anggaran Biaya untuk Metode Pracetak U-Ditch sebesar Rp.402.411.000 (Empat Ratus Dua Juta Empat Ratus Sebelas Ribu Rupiah). Berdasarkan hasil analisis efisiensi waktu, yang dibutuhkan pada pekerjaan saluran sepanjang seratus meter menggunakan Metode Konvensional adalah 72 (Tujuh Puluh Dua) hari kerja, sedangkan waktu yang dibutuhkan pada pekerjaan saluran sepanjang seratus meter menggunakan Metode Pracetak U-ditch adalah 51 (Lima Puluh Satu) Hari Kerja. Maka diperoleh efisiensi biaya dan waktu dimana metode pracetak U-Ditch lebih efisien dibandingkan metode konvensional dimana biaya metode pracetak U-Ditch mengalami penurunan biaya sebesar Rp.29.274.000 (Dua Puluh Sembilan Juta Dua Ratus Tujuh Puluh Empat Ribu Rupiah), dan dari segi waktu Metode Pracetak U-ditch 21 hari lebih rendah dibandingkan Metode Konvensional.
Analisis Perbandingan Biaya dan Waktu Penggunaan Bata Ringan dan Batako pada Konstruksi Gedung: Studi Kasus Pembangunan Gedung Mina Asrama Haji Kota Ternate Yusuf, Rais D HI; Umar, Misron
Jurnal Arsitektur Wastu Padma Vol. 2 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Bung Karno

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62024/jawp.v2i1.23

Abstract

In planning construction costs, planners have an obligation to carry out analysis of cost elements as an aspect of construction performance for efficiency purposes. Costs are derived from the components of material prices, implementation time and labor wages. The choice of materials or construction methods must consider these technical aspects so that efficiency is obtained. This research aims to analyze the choice of using lightweight bricks and bricks in building construction from cost and time considerations. The research results show that the use of bricks is more efficient than the use of lightweight bricks even though the work requires less time. The explanation is that lightweight brick material is a product that must be imported from outside the island, making it a high price.