Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERANAN LOCUS OF CONTROL INTERNAL PADA PERILAKU ETIS KARYAWAN DI DALAM ORGANISASI Hidayah, Siti; ., Haryani
JURNAL EKONOMI MANAJEMEN AKUNTANSI Vol 22, No 38 (2015)
Publisher : LPPM STIE DHARMAPUTRA SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.709 KB)

Abstract

Abstrak            Globalisasi yang semakin luas telah memiliki dampak negatif terhadap perilaku individu, terutama perilaku individu yang tidak etis di dalam organisasi. Globalisasi telah membuat tatanan kemanusiaan menjadi begitu kerdil, persahabatan tak dibatasi dengan sekat-sekat wilayah, pelbagai fasilitas hidup yang serba instan sehingga membuat manusia semakin pragmatis, perempuan menggugat hak-hak emansipasinya, nilai-nilai etika moral dijungkirbalikkan, dan perubahan sosial menjadi niscaya, yang kaya bisa menjadi miskin karena persaingan yang terlalu ketat dan kompetitif, yang miskin dan sederhana bisa menjadi sebaliknya jika menggunakan nalar budi luhurnya untuk terus bersaing dan berkompetisi. Sehingga dengan masalah-masalah tersebut maka dibutuhkan suatu kendali atau kontrol, khususnya kendali atau kontrol dari dalam diri individu itu sendiri atau disebut dengan locus of control internal agar perilaku-perilaku individu yang tidak etis tersebut bisa dikendalikan. Oleh karena itu, tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk menjelaskan peranan locus of control internal pada perilaku etis karyawan di dalam organisasi. Dengan peranan locus of control internal ini maka diharapkan perilaku etis karyawan di dalam organisasi bisa terbentuk dengan baik.Kata kunci: Locus of Control Internal, Perilaku Etis Karyawan
PERAN BUDAYA ORGANISASIONAL ISLAMI DALAM MEMBENTUK PERILAKU PRESTATIF DI DALAM ORGANISASI Hidayah, Siti; -, Sutopo
JURNAL EKONOMI MANAJEMEN AKUNTANSI Vol 21, No 36 (2014)
Publisher : LPPM STIE DHARMAPUTRA SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.363 KB)

Abstract

Setiap organisasi apapun orientasi, sifat, dan bentuknya, dapat dipastikan memiliki budaya organisasional, dan budaya organisasional tersebut memiliki peran penting untuk menghasilkan norma-norma perilaku individu yang diharapkan di dalam organisasi. Dalam artikel ini difokuskan peran penting budaya organisasional khususnya budaya organisasional yang Islami untuk membentuk perilaku individu yang diharapkan (prestatif) di dalam organisasi. Organisasi yang memiliki budaya organisasional yang Islami bisa mendorong perilaku individu yang diharapkan (prestatif) di dalam organisasi. Budaya organisasional yang Islami adalah budaya organisasional yang dibangun dari nilai-nilai atau prinsip-prinsip ajaran Islam. Nilai-nilai atau prinsip-prinsip ajaran Islam tersebut adalah berasal dari konsep Islam, yakni tauhid, khilafah, serta keadilan, dan karakteristik-karakteristik Islam, yakni bekerja merupakan ibadah, bekerja dengan azas manfaat dan maslahat, bekerja dengan mengoptimalkan kemampuan akal, bekerja dengan penuh keyakinan dan optimistik, bekerja dengan mensyaratkan adanya sikap keberimbangan, dan bekerja dengan memperhatikan unsur kehalalan dan menghindari unsur haram. Dengan konsep dan karakteristik-karakteristik dari ajaran Islam tersebut perilaku individu yang diharapkan di dalam organisasi bisa terbentuk.    Kata Kunci: Budaya Organisasional, Budaya Organisasional yang Islami, Perilaku Prestatif
KOMITMEN AFEKTIF SEBAGAI VARIABEL YANG MEMEDIASI PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI (Studi Empirik Pada Tenaga Kependidikan UIN Walisongo Semarang) Hidayah, Siti; ., Mudjiyanto; Handayani, SB
JURNAL EKONOMI MANAJEMEN AKUNTANSI Vol 27, No 49 (2020)
Publisher : LPPM STIE DHARMAPUTRA SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThe purpose of this study was to analyze the effect of emotional intelligence and organizational culture on employee performance with affective commitment as a mediating variable. The population of this study was all of the 351 staff of UIN Walisongo Semarang. As for the samples taken by 100 responden. Data processing methods using SPSS. Hypothesis testing results show that emotional intelligence has a positive and significant effect on affective commitment, so it can be interpreted that the higher the emotional intelligence, the higher the affective commitment. Organizational culture has a positive and significant effect on affective commitment, so it can be interpreted that the more organizational culture can be understood, the higher the affective commitment. Affective commitment has a positive and significant effect on employee performance, so it can be interpreted that the higher the affective commitment, the higher the employee's performance. Emotional intelligence has positive and significant effect on employee performance, so it can be interpreted that the higher the emotional intelligence, the higher the employee's performance. Organizational culture has a positive and significant effect on employee performance so that it can be interpreted that the more organizational culture can be understood, the higher the employee's performance.The results of the analysis of mediation variables using the Sobel test, found that affective commitment can mediate the influence of emotional intelligence on employee performance. Affective commitment can mediate the influence of organizational culture on employee performance. Keywords: emotional intelligence, organizational culture, employee  performance, affective commitment Abstrak Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh kecerdasan emosional dan budaya organisasi terhahap kinerja pegawai dengan komitmen afektif sebagai variabel mediasi. Populasi penelitian ini adalah seluruh tenaga kependidikan UIN Walisongo Semarang yang berjumlah 351 orang. Sampel yang diambil 100 respomdem. Metode pengolahan data menggunakan SPSS. Hasil pengujian hipotesis menunjukan kecerdasan emosional berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen afektif, sehingga dapat diinterpretasikan semakin tinggi kecerdasan emosional maka semakin tinggi komitmen afektif. Budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen afektif, sehingga dapat diinterpretasikan semakin budaya organisasi dapat dipahami maka semakin tinggi komitmen afektif. Komitmen afektif berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, sehingga dapat diinterpretasikan semakin tinggi komitmen afektif maka semakin tinggi kinerja pegawai. Kecerdasan emosional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, sehingga dapat diinterpretasikan semakin tinggi kecerdasan emosional maka semakin tinggi kinerja pegawai. Budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai sehingga dapat diinterpretasikan semakin budaya organisasi dapat dipahami maka semakin tinggi kinerja pegawai. Hasil analisis variabel mediasi dengan menggunakan uji Sobel, menemukan komitmen afektif dapat memediasi pengaruh kecerdasan emosional terhadap kinerja pegawai. Komitmen afektif dapat memediasi pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja pegawai.   Kata kunci: kecerdasan emosional, budaya organisasi, kinerja pegawai, komitmen  afektif