Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kemampuan Remaja dalam Lukis Abstract  berbasis Art Therapy sebagai Upaya Menjaga Kesehatan Mental Sanjaya, Bangkit; Syakir, Syakir; Arif , Fiyanto; Pratama Bayu Widagdo, Widagdo
Arty: Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 3 (2024): Regular Issue
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/arty.v13iSpecial.14717

Abstract

Remaja di Indonesia menjadi perhatian utama dalam kesehatan mental. Generasi yang disebut Gen-Z dimungkinkan mengalami depresi dan sedikit minat dalam melakukan sesuatu hal. Menyendiri merupakan jalan terbaik yang diambil sebagai jalan akhir. Karena IPTek (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) sekarang ini berkembang pesat dengan kemudahan yang didapat melalui Handphone. Aktivitas berkesenian yang menjadi titik dalam penyelenggaraan penelitian ini. Sebagai upaya, membuat kesibukan bersama agar lebih berkualitas mengenal diri sendiri dan orang sekitar sebagai solusi yang dapat ditawarkan. Pendekatan yang digunakan Fenomenologi. Kekuatan pada observasi, dokumentasi dan wawancara menjadi poin utama untuk membangun remaja menyalurkan emosi pada karya lukis. Penelitian ini tidak menjamin sembuhnya seseorang terhadap kesehatan mental yang dihadapi. Fokus lebih pada proses pencegahaan. Hasil yang diharapkan yaitu proses yang dilakukan sebagai tempat berbagi pengalaman mengalami, pemahaman, pengetahuan, dan keterampilan berkarya agar bisa lebih bervariasi. Sehingga, diharapkan dapat menjadi sebuah pembangkit dalam aktifitas art therapy
Kolaborasi Proyek Seni Rupa: Upaya Revitalisasi Area Wisata Embung Patemon Kota Semarang Sanjaya, Bangkit
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 8 No. 01 (2024): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu tempat wisata yang ada di Gunung Pati Semarang yang terus berkembang adalah Embung Patemon. Aktivitas pengunjung di Embung Patemon tampak berkurang sejak Covid-19 dan diperparah adanya korban tenggelam hingga tewas di tempat. Dari peristiwa tersebut, sebagai salah satu faktor tidak adanya lagi aktivitas di sekitar area Embung. Hal ini cukup memprihatinkan karena Embung memiliki peluang besar untuk destinasi baik bagi warga di dalam maupun luar daerah. Situasi diperparah setelah berkurangnya aktivitas berakibat bagian tembok dan area Embung tampak tidak terawat lagi. Untuk itu, kelemahan tersebut memberi inspirasi untuk lebih lanjut memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat khususnya bagi warga sekitar ikut berkontribusi memberi wajah segar di sekitar Embung serta memberi interaksi sosial dan keterampilan bagi warga. Apalagi situasi sekarang sudah bisa beraktivitas di luar bersama-sama untuk membuat area wisata lebih menarik dan indah sembari menambah keterampilan dalam seni rupa. Solusi yang dapat dilakukan yaitu sinkronisasi aktivitas dengan cara kolaborasi Perupa dengan warga desa yang diwakili dari perkumpulan Guyup Rembuk dalam menciptakan karya seni Mural. Warga desa tidak sekedar menerima hasil Mural tapi ikut berkontribusi sembari mengasah skill berkarya seni, interaksi sosial yang telah lama vakum akibat pandemi. Selain meningkatkan keterampilan warga, menciptakan interaksi yang baik, juga akan tampil sebuah keindahan pada area Embung. Metode kegiatan yaitu peragaan dan latihan praktik yang didukung dengan demonstrasi. Peragaan juga diimbangi dengan memberikan pemahaman tentang teknik dan media dalam pembuatan karya mural dari 10-15 orang berusia 22-40 tahunan dari perkumpulan Guyup Rembuk warga Patemon, Semarang. Lalu, luaran untuk membangkitkan interaksi sosial, meningkatkan keterampilan skill warga, kompetensi penciptaan visual, dan meningkatkan keindahan pada Area Embung Patemon. Hal tersebut secara tidak langsung memberikan manfaat serta bekal pengembangan kompetensi warga sekitar Embung. Sehingga pengabdian betul memberi berdampak langsung pada masyarakat.
CREATION OF ECO-ART BASED ARTWORKS USING LOCAL BAMBOO MATERIALS IN SEMARANG Sanjaya, Bangkit
Arty: Jurnal Seni Rupa Vol. 14 No. 3 (2025): Regular Issue
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/arty.v14i3.36216

Abstract

Bamboo is a primary raw material in Indonesian society. Bamboo is used for everyday needs because it is easy to process. Bamboo is one of the most frequently used raw materials in rural communities. Bamboo needs to be utilized and processed more optimally. This is in line with the conditions in Plalangan Village, which has abundant bamboo reserves. Research on bamboo-based products requires alternatives. The purpose of creating this artwork is to find the best option for processing bamboo into other alternatives to maximize the product. One solution is to make bamboo-based products using weaving techniques. This is important as the main capital so that the artwork/product can be included in the management of surrounding natural resources. The methods used in creating this work are reflection, exploration, elimination, realization, and awareness. The techniques used are cross weaving with a choice of square, pentagonal, and hexagonal shapes. These techniques can be used to form tubes, cubes, or other shapes according to product needs, such as living room and bedroom lamps, displays, or contemporary installations.