Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Analisis Pengaruh Kegagalan Sistem Pendingin Genset Caterpillar 3500 Series Pamuji Agustiar Ma’sudi1; Wisnu Pracoyo; Firmansyah Azharul; Wilarso Wilarso
Rekayasa Material, Manufaktur dan Energi Vol 2, No 2: September 2019
Publisher : Fakultas Teknik UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (683.09 KB) | DOI: 10.30596/rmme.v2i2.3666

Abstract

When the generator set is operating it is often overheated, the load does not match the capacity of the power expended. An early indication of a high cooling system temperature and this affects the reliability of the generator set that is operating. Overheating can be the initial cause of damage to engine components and can cause fatalities. To find out the root cause of damage to overheating in the cooling system must be analyzed. The damage analysis method is to know the generator set operating system and ensure the loading conditions and temperature measurements on the radiator. The main cause of overheating is lack of radiator water, where the lack of water is caused by leakage on the radiator cap, radiator core, dead-end radiator tube, radiator blocking, water leakage from the water pump, leakage from the pipe or radiator hose. To minimize damage to the steps that must be done is, to recondition the radiator in case of damage to the core, radiator tube, and if there is a water leak from the water pump then what must be done is repair or replacement of the water pump. While damage to the pipe or hose must be replaced and if the radiator water is contaminated with oil, flushing of the radiator water must be carried out, doing regular cleaning of the radiator core. From the analysis and some cooling system maintenance actions, to minimize the occurrence of overheating periodic maintenance must be done
MENGHITUNG TEGANGAN STATIK PADA STRUKTUR RANGKA SEPEDA BMX MENGGUNAKAN SOFTWARE CATIA Firmansyah Azharul; Mohammad Fadel; Rahmawati
TEKNOSAINS : Jurnal Sains, Teknologi dan Informatika Vol 7 No 2 (2020): TEKNOSAINS: Jurnal Sains, Teknologi dan Informatika
Publisher : LPPMPK- Universitas Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/tekno.v7i2.28

Abstract

Rangka komponen terpenting dari sepeda yang berfungsi menopang berat yang di berikan oleh pengendara, karena itu rangka pada sepeda BMX harus aman dan kuat. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan analisis rangka sepeda BMX dilakukan pada area sambungan antara bottom tube dan headtube. Adapun metode penelitian menggunakan software CATIA P3 VR14 dengan fitur finite element analysis (FEA), adapun material yang dipergunakan material Chromoly 4130 dengan pembebanan 2000 N. Hasil perhitungan yang dilakukan dalam meningkatkan displacement 74% dan 86%, sedangkan regangan meningkat 100%, hal ini menandakan tidak terjadi lagi regangan setelah ditambahkan penguat, didapatkan hasil 75%, kemudian perhitungan displacement maksimum pada u5 dan u6 mendapatkan hasil 46,4 mm. Berdasarkan actual rangka tanpa ada tambahan penguat lebih rendah menjadi 44,9 mm. Setelah mendapatkan hasil actual desain tanpa penguat 1.5601e+006 mm dan setelah menggunakan penguat dengan software CATIA sebesar 7.3915e+006 mm, sedangkan tegangan maksimum sebelum ditambahkan penguat terdapat pada σx7 1360 N/mm2 dan σx8 yaitu sebesar 1306 N/mm2, sesudah ditambahkan penguat menjadi 1258 N/mm2 dan 1288 N/mm2. Hasil simulasi software CATIA diperoleh deformasi  bagian bawah rangka tanpa penguat yang di tampilkan dengan visualisasi warna merah, dimana warna tersebut mengindikasikan beban yang cukup berat, dan setelah di berikan penguat terjadi perubahan warna menjadi orange yang menandakan rangka bawah tersebut aman, kemudian setelah ada tambahan penguat dan perhitungan tegangan beban masih dalam kondisi normal terhadap Chromoly 4130, dimana dalam pengujian tegangan luluh didapat nilai 2.104e+9N/m2.
RANCANG BANGUN ALAT KALIBRASI PENGUKUR SUHU BERBASIS DIGITAL TEMPERATUR CONTROLLER Firmansyah Azharul; Rahmawati; Choiruddin; Wilarso
TEKNOSAINS : Jurnal Sains, Teknologi dan Informatika Vol 8 No 2 (2021): TEKNOSAINS: Jurnal Sains, Teknologi dan Informatika
Publisher : LPPMPK- Universitas Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/tekno.v8i2.103

Abstract

Kerusakan pada alat ukur suhu infrared thermometer mempengaruhi kualitas pengukuran, yang disebabkan jatuh, terbentur, maupun umur dari alat ukur. Kalibrasi alat ukur dibutuhkan untuk mengetahui akurasi terhadap hasil pengukuran. Tujuan dari penelitian ini merancang alat kalibrasi pengukur suhu berbasis digital. Metode yang dilakukan pembuatan alat kalibrasi pengukur suhu berbasis digital temperatur menggunakan VDI 2221 (verein deutscher ingenieure), persatuan insinyur Jerman. Dari hasil penelitian yang dilakukan alat kalibrasi pengukur suhu mendapatkan data koreksi sebesar 0.1 oC. Alat kalibrasi dengan benda kerja didapatkan nilai 0.4 oC. Adapun hasil pengujian sesuai dengan fungsinya dengan menggunakan alat pemanas temperatur 50oC, 75oC, 100oC. ditemperaturr 50oC, 75oC, 100oC