Putrajaya, Guntur
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kerjasama Institusi Pendidikan Tinggi Dan Pemerintah Daerah Dalam Mengatasi Kenakalan Remaja Di Sekolah Arcanita, Rapia; Putrajaya, Guntur
BELAJEA: Jurnal Pendidikan Islam Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/belajea.v4i2.836

Abstract

This research was done based on  1) increasing a number of juvenile in detention class II a Curup. 2) there was a wish of regional government  to realize religius and good character education. 3) most of IAIN Curup students? background are from public school including senior high school in Rejang Lebong regency.  Based on those considerations, therefore the researcher tried to reveal how werethe form and model implementation of the shared concept like in the field. The subject of this research are some senior high schools  in Rejang Lebong regency using purposive sampling model of Sugiono. From the answer of respondents knowing that religius and character education in senior high school in Rejang Lebong regency had been realized however had not been maximal. It happened because some barrier factors, both from the school (internal) and outside school (external) as described on the first session. Then, the cooperation of higher education (IAIN) and regional government to resolve juvenile delinquency in school had not been maximal actually, because  it had not touched the school specifically, it was done only daily routine, such as PPL, KPM,  or Friday safari. But, the school desire for IAIN Curup as coach in religious spiritual progress had not been achieved 
Kolaborasi Pendidik dalam Membentuk Kemandirian Mahasiswa PGMI IAIN Curup dalam Menghadapi Pembelajaran Daring M, Edi Wahyudi; Putrajaya, Guntur
Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Al-Madrasah Vol. 8, No. 1 (Januari 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (SIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v8i1.3095

Abstract

masa pandemi covid 19 sampai dengan sekarang. Penggunaan teknologi sebagai media pembelajaran dijadikan alat untuk pencapaian tujuan pendidikan dan terbentuknya kemandirian mahasiswa namun dalam pelaksanaannya ditemui berbagai macam permasalahan sehingga perlu dilakukan kolaborasi antar pendidik dengan peserta didik yang menjadi tujuan dari penelitian ini. Jenis Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif yang akan melihat kolaborasi pendidik dalam membentuk kemandirian mahasiswa IAIN Curup dalam menghadapi pembelajaran daring. Penelitian ini bersifat Mixed Method, dengan subjek penelitian mahasiswa, dosen dan staf dilingkungan prodi Fakultas Tarbiya IAIN Curup. Instrumen penelitian ini menggunakan Kuesioner dan In-Depth Interview dengan analisis data menggunakan understanding; generality; control; dan conclusion teknik tri anggulasi. Hasil penelitian penghitungan korelasi diperoleh bahwa r hitung 0.304 dan r tabel=0.00586 artinya terdapat hubungan yang signifikan kolaborasi pendidik dalam membentuk kemandirian mahasiswa.  Nilai signifikansi 0.000 < 0.05 yang berarti terdapat korelasi yang signifikan.
Implementation of Moderate Islamic Education Values Based on Local Wisdom in Kepahiang Regency Putrajaya, Guntur; Warsah, Idi; Sutarto, Sutarto
Madania: Jurnal Kajian Keislaman Vol 29, No 2 (2025): DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/madania.v29i2.6640

Abstract

This research examines the role of religious moderation in maintaining social harmony in Indonesia's multicultural society, with a particular focus on Kepahiang Regency, Bengkulu Province. One of the main factors that trigger conflict is radical understanding. To prevent radicalism and promote tolerance. This research explores the concept of religious moderation developed by the Indonesian Ministry of Religious Affairs. This concept emphasizes the values of nationality, tolerance, non-violence, and accommodation of local culture. This research focuses on the implementation of religious moderation through local wisdom, with case studies on the Rejang Kepahiang Traditional Institute (LARK) and the People's Welfare Section (Kesra). Local traditions such as Umbung Kutei and Kendurei, which reflect Islamic values such as gratitude, mutual cooperation (gotong royong), and tolerance, play an important role in maintaining social cohesion and preventing radicalism. The research method used is a qualitative approach with ethnographic methods, which utilizes interviews, observation, and document analysis. The results show that the synergy between local wisdom and moderate Islam can strengthen religious tolerance and prevent extremism. However, challenges such as community resistance to change and limited resources need to be overcome with strategies involving tradition-based policies, education, and periodic evaluation. This research makes a significant contribution to the understanding of religious moderation at the local level and the role of local wisdom in strengthening social harmony in multicultural societies. Penelitian ini mengkaji peran moderasi beragama dalam menjaga harmoni sosial di masyarakat multikultural Indonesia, dengan fokus khusus pada Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu. Salah satu faktor utama yang memicu konflik adalah pemahaman radikal. Sebagai upaya untuk mencegah radikalisme dan mempromosikan toleransi. Penelitian ini mengeksplorasi konsep moderasi beragama yang dikembangkan oleh Kementerian Agama RI. Konsep ini menekankan nilai kebangsaan, toleransi, anti-kekerasan, serta akomodasi terhadap budaya lokal. Penelitian ini berfokus pada implementasi moderasi beragama melalui kearifan lokal, dengan studi kasus pada Lembaga Adat Rejang Kepahiang (LARK) dan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra). Tradisi lokal seperti Umbung Kutei dan Kendurei, yang mencerminkan nilai-nilai Islam seperti syukur, gotong royong, dan toleransi, memainkan peran penting dalam menjaga kohesi sosial dan mencegah radikalisme. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode etnografi, yang memanfaatkan wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinergi antara kearifan lokal dan Islam moderat mampu memperkuat toleransi beragama dan mencegah ekstremisme. Namun, tantangan seperti resistensi masyarakat terhadap perubahan dan keterbatasan sumber daya perlu diatasi dengan strategi yang melibatkan kebijakan berbasis tradisi, pendidikan, dan evaluasi berkala. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pemahaman tentang moderasi beragama di tingkat lokal dan peran kearifan lokal dalam memperkuat harmoni sosial di masyarakat yang multikultural.