Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Journal Community Service Consortium

PENINGKATAN KAPASITAS SUMBER DAYA MANUSIA DI INDUSTRI KREATIF KARTINI BORDIR KELURAHAN KEDURUS SURABAYA Ekoputro, Widiyatmo; Nugroho, Mulyanto
Journal Community Service Consortium Vol 1 No 1 (2020): Journal Community Service Consortium
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/consortium.v1i1.3265

Abstract

Sumber Daya Manusia adalah bagian penting bagi semua kegiatan dan aktifitas manusia termasuk didalamnya pada industri kreatif agar menghasilkan ide dan karya-karya yang inovatif serta kekinia. Pada industri kreatif dipandang semakin penting dalam mendukung perkembangan perekonomian Indonesia, berbagai pihak berpendapat bahwa "kreativitas manusia adalah sumber daya ekonomi utama" dan bahwa “industri abad kedua puluh satu akan tergantung pada produksi pengetahuan melalui kreativitas dan inovasi. Pada saat ini, Indonesia banyak memiliki UKM yang bergerak disektor usaha kreatif. Kegiatan kreatif yang berkaitan dengan kreasi, produksi dan distribusi produk yang dibuat dihasilkan oleh tenaga pengrajin yang berawal dari desain awal sampai dengan proses penyelesaian produknya, antara lain meliputi barang kerajinan yang terbuat dari : Kain, Kain Perca batu berharga, serat alam maupun buatan, kulit, rotan, bambu, kayu, logam (emas, perak, tembaga, perunggu, besi) kaca, porselin, marmer, tanah liat, dan kapur.dll. Sebagaimana diketahui bahwa sebagai kota terbesar kedua di Indonesia Industri kerajinan tangan di Kota Surabaya tumbuh 7%-10% dalam dua tahun terakhir. Pertumbuhan industri kerajinan tangan di Surabaya itu tercapai seiring upaya pemerintah kota dalam menghadapi Asean Free Trade Area (AFTA). Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Surabaya, mengatakan pertumbuhan industri kerajinan lokal itu salah satunya didorong oleh bertambahnya jumlah usaha kecil dan menengah (UKM). Untuk memperkenalkan produk kerajinan Surabaya, pemerintah kerap menggelar pameran di luar maupun dalam kota melalui program roadshow mall to mall. Faktor lainnya adalah transaksi penjualan barang kerajinan baik melalui pameran maupun di luar pameran. Selama tahun 2013 transaksi penjualan barang kerajinan dalam setiap pameran baik dalam kota maupun di luar kota totalnya sekitar Rp15 miliar. Saat ini Dekranasda memiliki anggota 290 UKM ditambah 980 kelompok wirausaha muda.
PENDAMPINGAN PENGEMBANGAN PRODUK UNGGULAN BUMDES MELALUI MEDIA KOMUNIKASI PUBLIK BERUPA FOTO DAN POSTER DI DESA CANDINEGORO KECAMATAN WONOAYU SIDOARJO Ekoputro, Widiyatmo; Hakim, Lukman; Winduasrini, Elisabeth Dinda
Journal Community Service Consortium Vol 2 No 2 (2021): Journal Community Service Consortium
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/consortium.v2i2.3301

Abstract

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) adalah merupakan bagian organisasi pemerintah untuk ikut serta memajukan kegiatan perekonomi di pedesaan yang berfungsi sebagai lembaga sosial dan komersial. Peran Badan Usaha Milik Desa (Bumdes)sangat diharapkan karena wilayah pedesaan memiliki peran yang penting dan strategis dalam mendukung pembangunan secara nasional. Kemandirian pembangunan kawasan pedesaan merupakan salah satu pendekatan dalam mendorong perkembangan ekonomi secara nasional dengan memanfaatkan potensi yang ada di wilayah pedesaan tersebut Oleh karena itu BUMDes adalah salah satu wadah yang memiliki peran penting dan sangat dibutuhkan. Pembangunan desa untuk memajukan perekonomian bangsa kini telah memiliki payung hukum, yaitu Undang-Undang Desa. Dalam implementasinya, Undang-Undang Desa memiliki beberapa tujuan, yaitu : 1) Pengakuan dan status hukum pada sistem pemerintahan setingkat desa yang beragam di Indonesia; 2) Mendorong tradisi dan kebudayaan masyarakat; 3) Mendorong partisipasi warga dalam pemerintahan desa; 4) Meningkatkan pelayanan untuk semua orang lewat lebih sanggupnya pemerintahan desa; 5) Mendorong pembangunan oleh warganya sendiri. Perkembangan ekonomi di wilayah desa Candinegoro diharapkan dapat mengurangi ketergantungan kawasan desa terhadap kota dan menguatkan peran desa sebagai pusat produksi kebutuhan sumberdaya pembangunan. Membangun hubungan keterkaitan antar desa-kota juga merupakan salah satu cara yang ditempuh sebagai suatu upaya pembangunan wilayah perdesaan, dimana peran desa dikuatkan sebagai pusat produksi dan sumberdaya. Pola tersebut diharapkan mendorong perkembangan ekonomi desa Candinegoro dan mendorong permerataan ekonomi antara desa dan kota. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan alternatif-alternatif baru dan introduksi ilmu pengetahuan yang bisa dilakukan terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat pedesaan salah satunya adalah membuat dokumentasi di ruang publik berupa foto dan poster sebuah produk UMKM agar lebih dikenal pada masyarakat.
PENDAMPINGAN PENGEMBANGAN PRODUK UNGGULAN BUMDES MELALUI MEDIA KOMUNIKASI PUBLIK BERUPA FOTO DAN POSTER DI DESA CANDINEGORO KECAMATAN WONOAYU SIDOARJO Ekoputro, Widiyatmo; Hakim, Lukman; Winduasrini, Elisabeth Dinda
Journal Community Service Consortium Vol 1 No 2 (2020): Journal Community Service Consortium
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/consortium.v1i2.3307

Abstract

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) adalah merupakan bagian organisasi pemerintah untuk ikut serta memajukan kegiatan perekonomi di pedesaan yang berfungsi sebagai lembaga sosial dan komersial. Peran Badan Usaha Milik Desa (Bumdes)sangat diharapkan karena wilayah pedesaan memiliki peran yang penting dan strategis dalam mendukung pembangunan secara nasional. Kemandirian pembangunan kawasan pedesaan merupakan salah satu pendekatan dalam mendorong perkembangan ekonomi secara nasional dengan memanfaatkan potensi yang ada di wilayah pedesaan tersebut Oleh karena itu BUMDes adalah salah satu wadah yang memiliki peran penting dan sangat dibutuhkan. Pembangunan desa untuk memajukan perekonomian bangsa kini telah memiliki payung hukum, yaitu Undang-Undang Desa. Dalam implementasinya, Undang-Undang Desa memiliki beberapa tujuan, yaitu : 1) Pengakuan dan status hukum pada sistem pemerintahan setingkat desa yang beragam di Indonesia; 2) Mendorong tradisi dan kebudayaan masyarakat; 3) Mendorong partisipasi warga dalam pemerintahan desa; 4) Meningkatkan pelayanan untuk semua orang lewat lebih sanggupnya pemerintahan desa; 5) Mendorong pembangunan oleh warganya sendiri. Perkembangan ekonomi di wilayah desa Candinegoro diharapkan dapat mengurangi ketergantungan kawasan desa terhadap kota dan menguatkan peran desa sebagai pusat produksi kebutuhan sumberdaya pembangunan. Membangun hubungan keterkaitan antar desa-kota juga merupakan salah satu cara yang ditempuh sebagai suatu upaya pembangunan wilayah perdesaan, dimana peran desa dikuatkan sebagai pusat produksi dan sumberdaya. Pola tersebut diharapkan mendorong perkembangan ekonomi desa Candinegoro dan mendorong permerataan ekonomi antara desa dan kota. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan alternatif-alternatif baru dan introduksi ilmu pengetahuan yang bisa dilakukan terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat pedesaan salah satunya adalah membuat dokumentasi di ruang publik berupa foto dan poster sebuah produk UMKM agar lebih dikenal pada masyarakat.