Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

POTENSI RUANG WISATA BUDAYA BETAWI DI JAKARTA Rosmalia, Dini; Dewi, Euis Puspita; Putri, Ramadhani Isna
IKRA-ITH TEKNOLOGI : Jurnal Sains & Teknologi Vol 3 No 2 (2019): IKRA-ITH TEKNOLOGI Vol 3 No 2 Bulan Juli 2019
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (862.305 KB)

Abstract

Jakarta merupakan Ibu Kota Negara Republik Indonesia yang banyak memiliki beragampotensi, salah satu diantaranya berupa wisata budaya Betawi. Budaya Betawi yang merupakanbudaya asli Jakarta sangat mungkin hilang tergerus oleh zaman jika tidak diperhatikan. Padahalbanyak sumber daya wisata budaya potensial yang dapat diangkat menjadi daya tarik wisatabudaya kota Jakarta. Untuk itu perlu dilakukan indentifikasi kawasan budaya Betawi yangpotensial untuk diangkat menjadi obyek wisata budaya. Tujuan penelitian ini adalahmengidentifikasi kawasan sebagai lanskap budaya Betawi, menganalisis potensi kawasan wisatabudaya Betawi Kota Jakarta dan menghasilkan rekomendasi tata ruang budaya Betawi sebagaisumber daya wisata budaya Betawi kota Jakarta. Metode yang digunakan berupa identifikasikawasan sebagai lanskap budaya dan analisis dengan skoring dan pembobotan pada parameterkeunikan dan kekhasan, keindahan dan kenyamanan lingkungan, variasi kegiatan, pencapaian,serta sarana dan prasarana wisata. Hasil penelitian menunjukkan terdapat empat kawasan yangtermasuk dalam klasifikasi tinggi dan berpotensi untuk dikembangkan sebagai kawasan wisatayaitu Kota Tua, Pasar Baru, Rawa Belong, dan Setu Babakan yang masing-masing perludikembangkan dan direncanakan berdasarkan potensinya..
POTENSI RUANG WISATA BUDAYA BETAWI DI JAKARTA Rosmalia, Dini; Dewi, Euis Puspita; Putri, Ramadhani Isna
IKRA-ITH TEKNOLOGI : Jurnal Sains & Teknologi Vol 3 No 2 (2019): IKRA-ITH TEKNOLOGI Vol 3 No 2 Bulan Juli 2019
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (861.901 KB)

Abstract

Jakarta merupakan Ibu Kota Negara Republik Indonesia yang banyak memiliki beragampotensi, salah satu diantaranya berupa wisata budaya Betawi. Budaya Betawi yang merupakanbudaya asli Jakarta sangat mungkin hilang tergerus oleh zaman jika tidak diperhatikan. Padahalbanyak sumber daya wisata budaya potensial yang dapat diangkat menjadi daya tarik wisatabudaya kota Jakarta. Untuk itu perlu dilakukan indentifikasi kawasan budaya Betawi yangpotensial untuk diangkat menjadi obyek wisata budaya. Tujuan penelitian ini adalahmengidentifikasi kawasan sebagai lanskap budaya Betawi, menganalisis potensi kawasan wisatabudaya Betawi Kota Jakarta dan menghasilkan rekomendasi tata ruang budaya Betawi sebagaisumber daya wisata budaya Betawi kota Jakarta. Metode yang digunakan berupa identifikasikawasan sebagai lanskap budaya dan analisis dengan skoring dan pembobotan pada parameterkeunikan dan kekhasan, keindahan dan kenyamanan lingkungan, variasi kegiatan, pencapaian,serta sarana dan prasarana wisata. Hasil penelitian menunjukkan terdapat empat kawasan yangtermasuk dalam klasifikasi tinggi dan berpotensi untuk dikembangkan sebagai kawasan wisatayaitu Kota Tua, Pasar Baru, Rawa Belong, dan Setu Babakan yang masing-masing perludikembangkan dan direncanakan berdasarkan potensinya..
PERANCANGAN RUMAH SINGGAH YAYASAN SANGGAR ANAK KABASA DI KECAMATAN BABELAN, KABUPATEN BEKASI Putri, Ramadhani Isna; Prasetya, L. Edhi; Wibisono, Adriyanto Ibnu; Tinumbia, Nuryani; Hasan, Raffly Aprillyno
Jurnal Serina Abdimas Vol 1 No 2 (2023): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v1i2.26090

Abstract

ABSTRACT Yayasan Sanggar Anak Kabasa is an organization dedicated to advocating the rights of marginalized children, especially regarding access to education. Since 2020 they have gained legal standing in terms of organization, so they’re easier to organize various activities independently. But they still do not have their own place, so until 2020, they have experienced eviction five times. In order to continue carrying out their missions, Yayasan Sanggar Anak Kabasa wishes to have their own place as a halfway house so the children under their guidance can come to study or stay there temporarily. This community service activity aims to help Yayasan Sanggar Anak Kabasa design a permanent halfway house that can be a place for marginalized children around Kecamatan Babelan to get a proper education. The design process is using an exploratory method, starting with observations and interviews, continuing with analysis and concepts, and ending with schematic design. The user of the halfway house of Yayasan Sanggar Anak Kabasa is dominated by children, therefore the design process will use a child-friendly approach. The result of this service community service activity is a schematic design that can be used by Yayasan Sanggar Anak Kabasa as the proposal to seek development funds from donors, so they can continue to build the halfway house. ABSTRAK Yayasan Sanggar Anak Kabasa merupakan organisasi yang berdedikasi untuk mengadvokasi hak-hak anak marginal, terutama hal untuk mengakses pendidikan. Sejak tahun 2020, Yayasan Sanggar Anak Kabasa telah mendapatkan legal standing dalam hal keorganisasian, sehingga dapat menyenggarakan berbagai kegiatan untuk anak binaannya. Namun dalam proses tersebut, terdapat berbagai kendala, salah satunya adalah tidak adanya tempat pembinaan permanen yang dapat digunakan. Hingga tahun 2020 Yayasan Sanggar Anak Kabasa telah mengalami lima kali penggusuran. Demi mencapai tujuan utamanya untuk melakukan perubahan sosial yang diharapkan, Yayasan Sanggar Anak Kabasa berharap dapat memiliki tempat pembinaan mandiri berupa rumah singgah permanen yang dapat menjadi wadah untuk anak-anak binaannya beraktivitas, terutama untuk proses belajar mengajar. Tujuan dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah membantu Yayasan Sanggar Anak Kabasa merancang rumah singgah yang dapat digunakan oleh anak-anak marjinal di sekitar Kecamatan Babelan untuk mendapatkan pendidikan yang lebih layak. Proses perancangan dilakukan dengan metode eksploratif, dimulai dengan observasi dan wawancara, kemudian dilanjutkan dengan analisis dan konsep, dan diakhiri dengan gambar perancangan. Pengguna Rumah Singgah Yayasan Sanggar Anak Kabasa nantinya akan didominasi oleh anak-anak, oleh karenanya proses perancangan dilakukan dengan pendekatan desain ramah anak, sehingga diharapkan rumah singgah ini menjadi ruang beraktivitas yang lebih aman bagi anak-anak. Hasil dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah gambar Pra Rencana yang dapat digunakan oleh Yayasan Sanggar Anak Kabasa sebagai proposal dalam mencari donasi unuk proses pembangunan selanjutnya.
A Penerapan Kriteria Taman Kota di Jakarta Timur: Studi Kasus: Taman PKP Susilawati, Ela; Murti, Margaret arni Bayu; Putri, Ramadhani Isna
EMARA: Indonesian Journal of Architecture Vol. 6 No. 2 (2020): December 2020 ~ February 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/eija.v6i2.979

Abstract

DKI Jakarta Province is the capital of Indonesia which had a population of 10,467,600 people. Population growth and an increase in the city's built-up area cause green open space for the ecological balance and create the city's aesthetics. PKP Park, located in Ciracas District, East Jakarta, has Situ Rawa Babon, which suited the aesthetic identity. Thus, this place attracts visitors. However, based on the observation results, the condition of the PKP Park still has some weaknesses, which raises the need for research to examine the application of city park criteria. The criteria are accessibility, aesthetics, and comfort. The research method is quantitative by collecting primary and secondary data. Data analysis involved comparing the criteria with conditions in the field based on the visitor questionnaire results. The research concludes that the PKP Park has applied city park criteria to accessibility, aesthetics, and comfort variables. Nevertheless, it is incomplete, thus reducing the comfort of visitors in PKP Park