Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Journal of Aero Technology

Validasi Model Turbulensi pada Simulasi Numerik Menggunakan Software Fluent dengan Sayap Onera M6 Sulistiya, Sulistiya; Kasman, Alief Sadlie
-
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (791.734 KB) | DOI: 10.29122/joat.v2i1.3817

Abstract

AbstractNumerical simulation using Computational Fluid Dynamics (CFD) method is one way of predicting airflow characteristics on the model. This method is widely used because it is relatively inexpensive and faster in getting desired results compared with performing direct testing. The correctness of a computational simulation output is highly dependent on the input and how it was processed. In this paper, simulation is done on Onera M6 Wing, to investigate the effect of a turbulence model?s application on the accuracy of the computational result. The choice of Onera M6 Wing as a simulation?s model is due to its extensive database of testing results from various wind tunnels in the world. Among Turbulence models used are Spalart-Allmaras, K-Epsilon, K-Omega, and SST.Keywords: CFD, fluent, Model, Turbulence, Onera M6, Spalart-Allmaras, K-Epsilon, K-Omega, SST.AbstraksSimulasi numerik dengan menggunakan metode Computational Fluid Dynamics (CFD) merupakan salah satu cara untuk memprediksi karakteristik suatu aliran udara yang terjadi pada model. Metode ini banyak digunakan karena sifatnya yang relatif murah dan cepat untuk mendapatkan hasil dibandingkan dengan melakukan pengujian langsung. Benar tidak hasil sebuah simulasi komputasi sangat tergantung pada inputan yang diberikan serta cara memproses data inputan tersebut. Pada tulisan ini dilakukan simulasi dengan menggunakan sayap onera M6 dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model turbulensi terhadap keakuratan hasil komputasi. Pilihan sayap onera M6 sebagai model simulasi dikarenakan model tersebut sudah memiliki database hasil pengujian yang cukup lengkap dan sudah divalidasi dari berbagai terowongan angin di dunia. Model turbulensi yang digunakan diantaranya Spalart-Allmaras, K-Epsilon, K-Omega dan SST.Kata Kunci : CFD, fluent, Model, Turbulensi, Onera M6, Spalart-Allmaras, K-Epsilon, K-Omega, SST.
PENGUKURAN KECEPATAN ANGIN DI DALAM DAN SEKITAR MODEL STASIUN MENGGUNAKAN CONSTANT TEMPERATURE ANEMOMETER Kusuma, Yudiawan Fajar; Sulistiya, Sulistiya
-
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (796.77 KB) | DOI: 10.29122/joat.v1i2.3067

Abstract

Wind speed measurement around station model is very important to know turbulence flow patternĀ  that can disturb pedestrian comfort around station. One way to know wind speed is using Constant Temperature Anemometer (CTA) or Hot-Wire Anemoemeter, which is a device used to measure wind speed and turbulence. This paper discusses measurement of wind speed around station with CTA from Dantec to determine distribution of wind speed and turbulence outside and inside station using probe types 55 P14 and 55 P62. From measurement result obtained that maximum speed at all measurement point if connected with Beaufort scale show Beaufort Number 9 is Strong Gale. Description from this wind effect are pedestrians like being blown by wind blows making it uncomfortable. Keywords: Station, Constant Temperature Anemometer, Beaufort Scale, Turbulent FlowAbstrakPengukuran kecepatan angin di sekitar model stasiun sangat penting dilakukan untuk mengetahui pola aliran turbulen yang dapat mengganggu kenyamanan pejalan kaki disekitar stasiun. Salah satu cara ntuk mengetahui kecepatan angin tersebut dengan menggunakan Constant Temperature Anemometer (CTA) atau Hot-wire Anemometer, yakni satu alat yang digunakan untuk mengukur kecepatan angin dan turbulensi. Makalah ini membahas pengukuran kecepatan angin di sekitar stasiunĀ  dengan CTA dari Dantec untuk mengetahui distribusi kecepatan angin dan turbulensinya di luar stasiun dan di dalam stasiun dengan menggunakan jenis probe 55P14 dan 55P62. Dari hasil pengukuran didapatkan bahwa kecepatan maksimal di semua titik pengukuran jika dihubungkan dengan skala Beaufort menunjukkan Beaufort Number 9 yaitu Strong Gale. Deskripsi dari efek angin ini adalah pejalan kaki seperti ditiup oleh hembusan angin sehingga membuat tidak nyaman.Kata kunci: Stasiun, Constant Temperature Anemometer, Skala Beaufort, Aliran Turbulen
VALIDASI MODEL TURBULENSI PADA SIMULASI NUMERIK MENGGUNAKAN SOFTWARE FLUENT DENGAN SAYAP ONERA M6 Sulistiya, Sulistiya; Kasman, Alief Sadlie
-
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (791.734 KB) | DOI: 10.29122/joat.v2i1.3817

Abstract

AbstractNumerical simulation using Computational Fluid Dynamics (CFD) method is one way of predicting airflow characteristics on the model. This method is widely used because it is relatively inexpensive and faster in getting desired results compared with performing direct testing. The correctness of a computational simulation output is highly dependent on the input and how it was processed. In this paper, simulation is done on Onera M6 Wing, to investigate the effect of a turbulence model?s application on the accuracy of the computational result. The choice of Onera M6 Wing as a simulation?s model is due to its extensive database of testing results from various wind tunnels in the world. Among Turbulence models used are Spalart-Allmaras, K-Epsilon, K-Omega, and SST.Keywords: CFD, fluent, Model, Turbulence, Onera M6, Spalart-Allmaras, K-Epsilon, K-Omega, SST.AbstraksSimulasi numerik dengan menggunakan metode Computational Fluid Dynamics (CFD) merupakan salah satu cara untuk memprediksi karakteristik suatu aliran udara yang terjadi pada model. Metode ini banyak digunakan karena sifatnya yang relatif murah dan cepat untuk mendapatkan hasil dibandingkan dengan melakukan pengujian langsung. Benar tidak hasil sebuah simulasi komputasi sangat tergantung pada inputan yang diberikan serta cara memproses data inputan tersebut. Pada tulisan ini dilakukan simulasi dengan menggunakan sayap onera M6 dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model turbulensi terhadap keakuratan hasil komputasi. Pilihan sayap onera M6 sebagai model simulasi dikarenakan model tersebut sudah memiliki database hasil pengujian yang cukup lengkap dan sudah divalidasi dari berbagai terowongan angin di dunia. Model turbulensi yang digunakan diantaranya Spalart-Allmaras, K-Epsilon, K-Omega dan SST.Kata Kunci : CFD, fluent, Model, Turbulensi, Onera M6, Spalart-Allmaras, K-Epsilon, K-Omega, SST.