Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENDUGAAN KARAKTERISTIK AWAN BERDASARKAN DATA SPEKTRAL CITRA SATELIT RESOLUSI SPASIAL MENENGAH LANDSAT 8 OLI/TIRS (STUDI KASUS: PROVINSI DKI JAKARTA) Kristanto, Yudha; Agustin, Tiara; Muhammad, Fadhlil Rizki
Jurnal Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Vol 4 No 2 (2017): Jurnal Meteorologi Klimatologi dan Geofisika
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1030.899 KB) | DOI: 10.36754/jmkg.v4i2.46

Abstract

Pendugaan karakteristik awan wilayah sangat penting bagi keilmuan atmosfer. Penelitian ini menerapkan interpretasi digital dan visual dalam menentukan karakteristik awan wilayah Jakarta menggunakan data penginderaan jauh satelit. Data diperoleh dari satelit pengindera sumberdaya alam seri Landsat terbaru yaitu Landsat 8 OLI/TIRS. Data masukan yakni spectral radiance dari citra satelit kanal tampak mata 4 dan 5, kanal 6 inframerah dekat, serta kanal inframerah termal 10 dan 11. Interpretasi awan menggunakan kanal tampak mata 4 dan 5, kanal 6 inframerah dekat Landsat 8 OLI untuk mengidentifikasi kelas awan yang dihasilkan melalui klasfikasi citra secara terbimbing. Kanal inframerah termal digunakan untuk menduga suhu permukaan awan dan suhu daratan di bawah awan. Data suhu awan dan suhu permukaan daratan dapat digunakan untuk menganalisis karakteristik awan berdasarkan ketinggian menggunakan persamaan dry adiabatic lapse rate. Karakteristik awan berdasarkan ketebalan, volume, dan massa air yang terkandung pada awan diturunkan dengan persamaan saturated adiabatic lapse rate. Setelah sampel awan dikelompokkan berdasar ketinggian yang sama, interpretasi selanjutnya dilakukan dengan interpretasi visual untuk menentukan karakteristik awan berdasarkan bentuk menggunakan kombinasi kanal 4, 5, dan 6 Landsat 8 OLI. Analisis karakteristik awan menggunakan wilayah DKI Jakarta dengan musim penghujan dari data bulan Januari dan bulan Agustus untuk mewakili musim kemarau. Hasil analisis karakteristik awan di wilayah DKI Jakarta saat musim penghujan didominasi oleh bentuk awan yang heterogen, mulai dari awan rendah hingga tinggi. Berbeda dengan musim penghujan, tutupan awan pada musim kemarau didominasi oleh bentuk awan yang homogen yaitu awan rendah di atas wilayah DKI Jakarta. Informasi tutupan awan dan perbedaannya pada kedua musim di DKI Jakarta ini dapat menjadi gambaran secara umum kondisi cuaca di wilayah tropis dengan tingkat evaporasi tinggi maupun wilayah tropis di pesisir pantai. Kajian awan dapat dimanfaatkan dalam bidang hidrometeorologi seperti pendugaan pola cuaca dan pola curah hujan wilayah, serta peringatan dini terhadap kemungkinan bencana hidrometeorologi.
PERUBAHAN LUAS LAHAN MANGROVE DAN PENGIKISAN PESISIR JEPARA MENGGUNAKAN ANALISIS KOMPONEN UTAMA SPEKTRAL PENGINDERAAN JAUH Agustin, Tiara; Kristanto, Yudha; Aulia, Ogy Dwi
Jurnal Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Vol 5 No 2 (2018): Jurnal Meteorologi Klimatologi dan Geofisika
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.13 KB) | DOI: 10.36754/jmkg.v5i2.58

Abstract

Konversi mangrove menjadi wilayah terbangun di sepanjang pesisir Kecamatan Kedung, Jepara menyebabkan kerentanan wilayah pesisir tersebut terhadap abrasi Laut Jawa. Abrasi telah mengikis wilayah daratan dan menggeser garis pantai. Perubahan luas lahan mangrove dan pergeseran garis pantai dideteksi dengan mengunakan kombinasi kanal merah, NIR, dan SWIR serta rasio kanal merah/SWIR dan SWIR/NIR dari citra Landsat 5 TM, Landsat 7 ETM+, dan Landsat 8 OLI multitemporal 1995-2017. Analisis komponen utama dari semua kanal dan rasio kanal tersebut yang dikombinasikan dengan teknik klasifikasi terbimbing dipilih untuk mengklasifikasikan tutupan lahan, termasuk membedakan vegetasi mangrove dengan vegetasi non mangrove serta membedakan wilayah daratan dengan wilayah lautan. Hasil analisis menunjukkan bahwa perubahan tutupan lahan mangrove menurun sebesar 668,95 ha atau sebesar 55% selama 1995-2017. Penurunan ini diikuti dengan meningkatnya luasan badan air atau laut akibat abrasi dan kawasan tambak. Laju penurunan tutupan lahan mangrove sebesar 30,7 ha/tahun, sedangkan laju peningkatan kawasan tambak sebesar  31,98 ha/tahun dan laju perubahan tutupan lahan pemukiman berkurang sebesar 15,6 ha/tahun. Akibat abrasi, garis pantai di sepanjang pesisir Kecamatan Kedung bergeser dengan laju 12,6 meter per tahun ke arah darat.
The Role of Hybrid Work Arrangements in Enhancing Employee Productivity Kristanto, Yudha; Mansur, Ahmad
International Journal of Economics, Business Management and Accounting (IJEBMA) Vol. 7 No. 1 (2025): January 2025
Publisher : MultiTech Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59890/ijebma.v7i1.2819

Abstract

This study investigates the role of hybrid work arrangements in enhancing employee productivity at PDAM Kabupaten Semarang Cabang Salatiga, aiming to understand how flexible work models impact work performance and collaboration. Utilizing a qualitative research design, the study collects data through semi-structured interviews with employees, managers, and human resources personnel, along with document analysis to provide a comprehensive understanding of the subject. The findings reveal that hybrid work arrangements improve productivity by offering flexibility, reducing commuting time, and enhancing work-life balance. However, challenges such as communication gaps, collaboration issues, and technological disparities were identified as barriers to optimal productivity. The research highlights the importance of reliable technology, inclusive practices, and support mechanisms to address these challenges. The study's value lies in offering insights into how hybrid work can be optimized for improved employee performance and organizational success, while also contributing original knowledge on the intersection of flexible work models and productivity. The findings have practical implications for organizations considering or already implementing hybrid work models, suggesting strategies for overcoming obstacles and enhancing productivity in hybrid environments