Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGEMBANGAN METODE ANALISIS BEBAN KERJA WAKTU DALAM INTERPOLASI MENGGUNAKAN PENDEKATAN NON LINIER Rangga, Imron Ade; Cynthia Chevi Rahayu, Ni Luh; Kurniawan, Andang; Okta Veanti, Desak Putu
Jurnal Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Vol 5 No 3 (2018): Jurnal Meteorologi Klimatologi dan Geofisika
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1022.764 KB) | DOI: 10.36754/jmkg.v5i3.71

Abstract

Waktu komputasi dalam interpolasi spasial merupakan hal yang penting karena berkaitan dengan pengelolaan dan penyediaan informasi meteorologi yang efektif dan efisien. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis beban kerja waktu komputasi serta mendapatkan fungsi waktu dari parameter - parameter interpolasi spasial dengan memperhatikan nilai angka penting, resolusi, dan jumlah titik data awal. Data yang digunakan berupa data acak yang dihasilkan oleh fungsi runif di R. Data acak tersebut memiliki 0, 3, dan 6 angka desimal. Jumlah titik yang digunakan yaitu berjumlah 10, 50, 100, 200, 500, 1000, 1500, 2000, 3000, 5000 dan 8000 dengan variasi resolusi luaran 0.5, 0.25, 0.05, 0.01 dan 0,005. Data-data ini selanjutnya diolah menggunakan piranti keras dan piranti lunak yang berbeda. Data kemudian dijalankan untuk interpolasi Inverse Distance Weighted. Lama waktu suatu pekerjaan interpolasi dapat dihitung melalui nilai jumlah titik (n) dan resolusi (r). Hasil menunjukkan bahwa nilai waktu (T) dapat didekati dengan persamaan: . Dimana konstanta C1, C2, C3 dan C4 berbeda sesuai dengan spesifikasi perangkat lunak dan perangkat keras. Dengan menggunakan pendekatan ini, standar penyelesaian waktu suatu pekerjaan interpolasi diharapkan dapat dikaji lebih baik.
Pengaruh ENSO terhadap Curah Hujan di Sulawesi Tengah Rangga, Imron Ade; Zuhrita, Annisa; Zalsabilah, Putri
Buletin GAW Bariri (BGB) Vol 6 No 2 (2025): BULETIN GAW BARIRI
Publisher : Stasiun Pemantau Atmosfer Global Lore Lindu Bariri - Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31172/bgb.v6i2.145

Abstract

The El Nino – Southern Oscillation (ENSO) has an influences rainfall variability in Central Sulawesi. This study aims to analyze the relationship between ENSO, measured using the Oceanic Nino Index (ONI), and rainfall anomalies at four observation locations: Stamet Luwuk, Poso, Toli – Toli, and Palu. Rainfall data were obtained from BMKG meteorological station observations, while ONI data were sourced from the Climate Prediction Center (CPC) for the period 1991–2024. Analysis was conducted using Pearson correlation and the coefficient of determination to assess the relationship between ENSO and rainfall anomalies. The study results indicate that, in general, El Nino tends to cause a decrease in rainfall, whereas La Nina is often associated with increased rainfall. However, the influence of ENSO is not uniform across all regions and largely depends on its intensity. A relatively strong negative correlation was found in Stamet Toli – Toli and Palu, whereas in Luwuk and Poso, other factors such as local atmospheric variability and intraseasonal phenomena played a more dominant role in determining rainfall patterns. Strong and Very Strong El Nino events have a more significant impact on reducing rainfall, while La Nina exhibits a more varied pattern of influence.