Rulino, Leo
Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pengetahuan Perawat Dalam Menerapkan Early Warning Score System Pada Pasien Gawat Darurat. Rulino, Leo; Putri, Meliyanah
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 9, No 1 (2023): JAKHKJ Maret 2023
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59374/jakhkj.v9i1.262

Abstract

Latar Belakang: Kegagalan perawat mengenali perubahan kondisi klinis pasien di ruang rawat inap Rumah Sakit dapat mengakibatkan kejadian yang tidak diharapkan, yang dapat mengakibatkan pemindahan pasien yang tidak direncanakan ke unit perawatan intensif, henti jantung dan akhirnya dapat menyebabkan kematian. Salah satu strategi untuk menurunkan angka kematian akibat henti jantung adalah dengan penerapan Early Warning Score System. Early Warning Score System merupakan sistem skoring fisiologis (tanda-tanda vital) yang umumnya digunakan di unit medikal bedah sebelum pasien mengalami kondisi yang gawat. Skoring Early Warning Score System disertai dengan prosedur tindakan berdasarkan hasil skoring dari pengkajian pasien yang dilakukan oleh perawat.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat pengetahuan perawat dalam menerapkan Early Warning Score System pada pasien gawat darurat di RSUD Kepulauan Seribu.Metodologi Penelitian: Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan metode analisa secara deskriptif.Hasil: Hasil disimpulkan bawah dari total 30 responden tingkat pengetahuan perawat dalam menerapkan penilaian Early Warning Score System pada pasien gawat darurat di RSUD Kepulauan Seribu dengan jumlah responden 30 orang adalah sebanyak 90% (27 responden) pengetahuan baik, 3,3% pengetahuan cukup baik, pengetahuan perawat kurang baik 6,7%.Kesimpulan: Tingkat pengetahuan perawat dalam menerapkan penilaian Early Warning Score System pada pasien gawat darurat di RSUD Kepulauan Seribu berpengetahuan baik dalam menerapkan Early Warning Score System.Kata Kunci: Tingkat Pengetahuan, Perawat, Early Warning Score System.
Training Basic Life Support (BLS) menggunakan Audio Visual Terhadap Tingkat Pengetahuan dan Keterampilan Tour Guide dalam Penanganan Korban Tenggelam di Pulau Lancang Leo Rulino, Rizki P. Pratama
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 9, No 2 (2023): JAKHKJ September 2023
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59374/jakhkj.v9i2.352

Abstract

pernapasan sehingga berakibat fatal dan berujung pada kematian. Pemberian Bantuan Hidup Dasar (BHD) pada kasus tenggelamsangat penting untuk kelangsungan hidup korban. Kejadian tenggelam dapat ditemukan di kawasan wisata pulau seiribu, sehinggapenting sekali memberikan edukasi guna meningkatkan pengetahuan BHD pada tour guide khususnya di pulau lancang.Pengetahuan mengenai BHD bisa didapatkan melalui berbagai macam metode dengan menggunakan kemajuan teknologi sepertimedia audio visualTujuan Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengaruh edukasi BHD dengan media audio visual terhadap pengetahuan tourguide di Pulau Lancang.Metodologi Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre eksperimental one group pre test – posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Tour Guide yang ada dipulai lancang. Jumlah sampel 30 responden denganteknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner dan analisa data menggunakan uji Wilcoxon.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan rata-rata sebelum diberikan edukasi 73,23; setelah diberikan edukasi, nilai meanmeningkat menjadi 82,58 dengan p value <0,001. Edukasi BHD dengan media audio visual meningkatkan pengetahuan Tour Guideyang ada di pulau lancang..Kesimpulan: : Berdasarkan penelitian yang didapatkan bahwa edukasi BHD dengan media audio visual terhadap pengetahuantour guide di Pulau Lancang sangat berpengaruh dalam meningkatkan pengetahuan para tour guide.Kata Kunci: Audio visual, bantuan hidup dasar, pengetahuan, tour guide.
TINGKAT PENGETAHUAN PEDAGANG JAJANAN TENTANG PERTOLONGAN PERTAMA KEGAWATDARURATAN LUKA BAKAR DI PULAU KELAPA RW 001 KEPULAUAN SERIBU UTARA Prawitra Ayu Tome, Leo Rulino, Egeria Sitorus,
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 10, No 2 (2024): JAKHKJ September 2024
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59374/jakhkj.v10i2.457

Abstract

Latar Belakang: Luka bakar adalah cedera pada kulit disebabkan oleh sumber panas, radioaktivitas, listrik, kontak dengan bahan kimia. WHO 2016 memperkirakan bahwa ada 265.000 kematian yang terjadi setiap tahun di seluruh dunia karena luka bakar. Sementara Menurut Kemenkes RI 2018, kejadian luka bakar di seluruh wilayah Indonesia dari tahun 2014 hingga 2018, terjadi peningkatan kejadian luka bakar sebanyak 35%. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan pedagang jajanan tentang pertolongan pertama kegawatdaruratan luka bakar di Pulau Kelapa RW 001 Kepulauan Seribu Utara. Metodologi Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di RW 001 pada tanggal 24-26 april 2024 dengan jumlah sampel 25 resdesaponden. Hasil: Hasil penelitian menunjukan mayoritas responden berpendidikan SMA yaitu sebanyak 13 responden (52%), sementara berdasarkan usia mayoritas responden berusia 17-25 tahun sebanyak 9 responden (36%). Hasil penelitian tingkat pengetahuan pedagang jajanan tentang menghentikan proses luka bakar saat terjadi luka bakar mayoritas berpengetahuan tinggi sebanyak 15 responden (60%), hasil penelitian tingkat pengetahuan pedagang jajanan tentang cara mendinginkan luka bakar mayoritas berpengetahuan rendah sebanyak 18 responden (72%), hasil penelitian tingkat pengetahuan pedagang jajanan tentang cara menjaga kelembaban kulit dan mencegah infeksi pada saat terjadi luka bakar mayoritas berpengetahuan tinggi sebanyak 13 responden (52%), hasil penelitian tingkat pengetahuan pedagang jajanan tentang cara mencegah pembengkakan pada luka bakar mayoritas berpengetahuan rendah sebanyak 15 responden (60%), dan hasil penelitian tingkat pengetahuan pedagang jajanan tentang langkah-langkah pertolongan pertama kegawatdaruratan luka bakar secara keseluruhan mayoritas berpengetahuan rendah sebanyak 12 responden (48%). Kesimpulan: : Pengetahuan pedagang jajanan tentang langkah-langkah pertolongan pertama kegawatdaruratan luka bakar masuk kategori rendah.
TINGKAT PENGETAHUAN PEDAGANG JAJANAN TENTANG PERTOLONGAN PERTAMA KEGAWATDARURATAN LUKA BAKAR DI PULAU KELAPA RW 001 KEPULAUAN SERIBU UTARA Prawitra Ayu Tome, Leo Rulino, Egeria Sitorus,
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 10 No 2 (2024): JAKHKJ September 2024
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59374/jakhkj.v10i2.457

Abstract

Latar Belakang: Luka bakar adalah cedera pada kulit disebabkan oleh sumber panas, radioaktivitas, listrik, kontak dengan bahan kimia. WHO 2016 memperkirakan bahwa ada 265.000 kematian yang terjadi setiap tahun di seluruh dunia karena luka bakar. Sementara Menurut Kemenkes RI 2018, kejadian luka bakar di seluruh wilayah Indonesia dari tahun 2014 hingga 2018, terjadi peningkatan kejadian luka bakar sebanyak 35%. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan pedagang jajanan tentang pertolongan pertama kegawatdaruratan luka bakar di Pulau Kelapa RW 001 Kepulauan Seribu Utara. Metodologi Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di RW 001 pada tanggal 24-26 april 2024 dengan jumlah sampel 25 resdesaponden. Hasil: Hasil penelitian menunjukan mayoritas responden berpendidikan SMA yaitu sebanyak 13 responden (52%), sementara berdasarkan usia mayoritas responden berusia 17-25 tahun sebanyak 9 responden (36%). Hasil penelitian tingkat pengetahuan pedagang jajanan tentang menghentikan proses luka bakar saat terjadi luka bakar mayoritas berpengetahuan tinggi sebanyak 15 responden (60%), hasil penelitian tingkat pengetahuan pedagang jajanan tentang cara mendinginkan luka bakar mayoritas berpengetahuan rendah sebanyak 18 responden (72%), hasil penelitian tingkat pengetahuan pedagang jajanan tentang cara menjaga kelembaban kulit dan mencegah infeksi pada saat terjadi luka bakar mayoritas berpengetahuan tinggi sebanyak 13 responden (52%), hasil penelitian tingkat pengetahuan pedagang jajanan tentang cara mencegah pembengkakan pada luka bakar mayoritas berpengetahuan rendah sebanyak 15 responden (60%), dan hasil penelitian tingkat pengetahuan pedagang jajanan tentang langkah-langkah pertolongan pertama kegawatdaruratan luka bakar secara keseluruhan mayoritas berpengetahuan rendah sebanyak 12 responden (48%). Kesimpulan: : Pengetahuan pedagang jajanan tentang langkah-langkah pertolongan pertama kegawatdaruratan luka bakar masuk kategori rendah.