Yuniarwati, Wika
Program Magister Pascasarjana Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Sebelas Maret Surakarta, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Determinants of Quality of Life among Patient with Knee Osteoarthritis Yuniarwati, Wika; Subijanto, Achmad Arman; Prasetyo, Hanung
Journal of Epidemiology and Public Health Vol 4, No 4 (2019)
Publisher : Masters Program in Public Health, Universitas Sebelas Maret, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.19 KB)

Abstract

Background: Osteoarthritis (OA) ranks second after cardiovascular disease as the cause of physical disability. Nearly 25% of individuals aged 55 years or over have complaints of knee pain and some have proven osteoarthritis. Elderly people with OA suffer from depression, reduced quality of life and economic difficulties. In assessing the quality of life of OA patients can help identify the health care needs of all patients. This study aimed to determine factors affecting quality of life in knee OA patients.Subjects and Method: This was analytic observational study with a cross sectional design. The study was carried out at Dr. Moewardi and UNS Hospital, Surakarta, Central Java. A sample of 180 OA knee patients was selected by consecutive sampling. The dependent variable was quality of life. The independent variables were sex, occupation, body mass index, duration of illness, and pain location. The data were collected by questionnaire and analyzed by a multiple logistic regression.Results: Quality of life of OA knee patient decreased with female (b= -1.11; 95% CI= -2.32 to 0.08; p= 0.069), overweight/ obesity (b= -1.64; 95% CI= -2.35 to -0.93; p<0.001), duration of chronic illness (b= -0.80; 95% CI= -1.51 to -0.91; p= 0.027), and bilateral pain (b= -0.74; 95% CI= -1.42 to -0.05; p= 0.034).Conclusion: Quality of life of OA knee patient decreases with female, overweight/ obesity, duration of chronic illness, and bilateral pain.Keywords: quality of life, kne eosteoarthritis, logistic regressionCorrespondence: Wika Yuniarwati. Masters Program in Public Health, Sebelas Maret University, Jl. Ir. Sutami 36A, Sura­karta, Central Java. Email: wickafisio@gmail.com. Mobile: + 62812279-33068.Journal of Epidemiology and Public Health (2019), 4(4): 320-327https://doi.org/10.26911/jepublichealth.2019.04.04.07
Perbedaan Pengaruh Pemberian Aquatic Exercise Therapy Dengan Land Exercise Therapy Terhadap Peningkatan Keseimbangan Statis Dan Dinamis Lansia Wika Yuniarwati
Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.288 KB) | DOI: 10.33660/jfrwhs.v3i1.36

Abstract

Penurunan fungsi tubuh pada lansia akan mengakibatkan penurunan fungsi keseimbangan, penurunan kemampuan fungsional, penurunan kemandirian dalam aktivitas kehidupan seharihari. Untuk mencegah jatuh dibutuhkan suatu latihan fisik yang dapat meningkatkan keseimbangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan pengaruh antara pemberian aquatic exercise therapy dan land exercise therapy terhadap peningkatan keseimbangan statis dan dinamis pada lansia. Subyek adalah Lansia paguyuban PEPABRI, desa Paulan, Colomadu, yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi 29 orang lansia. Penelitian ini dilakukan dengan desain two group pre test and post test design. Variabel yang diukur adalah keseimbangan statis dan dinamis diukur menggunakan berg balance scale. Uji hipotesis dilakukan uji beda sebelum, sesudah perlakuan dengan uji wilcoxon. Uji beda antara kelompok I dan II menggunakan uji man withney. Hasil uji pengaruh keseimbangan pada kelompok aquatic exercise therapy didapat p = 0,001 dan pada kelompok land exercise therapy didapat p = 0,001 sehingga dapat disimpulkanbahwa aquatic exercise therapy dan land exercise therapy berpengaruh untuk meningkatkan keseimbangan lansia. Uji beda keseimbangan antara kelompok aquatic exercise therapy dan land exercise therapy didapat nilai p = 0,230 sehingga tidak ada perbedaan antara aquatic exercise therapy dan land exercise therapy untuk meningkatkan keseimbangan lansia. Kesimpulan aquatic exercise therapy sama pengaruhnya dengan land exercise therapy dalam meningkatkan keseimbangan statis dan dinamis lansia.