Achmad Arman Subijanto, Achmad Arman
Department of Public Health and Preventive Medicine, Faculty of Medicine, Sebelas Maret University Surakarta

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENERAPAN PENCEGAHAN PRIMER, SEKUNDER DAN TERSIER PENULARAN TB DI TEMPAT KERJA Subijanto, Achmad Arman; Khotijah, Khotijah; Widyaningsih, Vitri
Proceeding Seminar LPPM UMP 2015: Buku III Bidang Ilmu Kesehatan dan Sains Teknik, Proceeding Seminar Nasional LPPM 2015, 26 Se
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberculosis (Tb) yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis masih merupakan masalah kesehatan utama di dunia, termasuk di Indonesia. Tb merupakan penyebab kematian dan kesakitan utama akibat infeksi di dunia. WHO mengestimasikan sepertiga penduduk di dunia yang terinfeksi Tb, sekitar 5-10% diantaranya berkembang menjadi Tb aktif yang dapat menular. Industri Batik merupakan industri informal yang mempunyai cukup banyak tenaga kerja. Lingkungan kerja pada workplace printing dan cap yang mengharuskan lembab dan tertutup dapat meningkatkan perkembangbiakan mycobacterium tuberculosis sehingga risiko penularan penyakit Tb pada tenaga kerja sangat tinggi. Perlu dilakukan identifikasi faktor lingkungan di tempat kerja serta kondisi kesehatan secara umum untuk mencegah terjadinya penularan Tb di tempat kerja pada pekerja sektor informal. Langkah yang dilakukan meliputi identifikasi hazard, risk assessment, dan risk control dengan melaksanakan hirarkhi pengendalian yang meliputi eliminasi, substitusi, pengendalian teknik, pengendalian administratif, serta pemakaian alat pelindung diri. Setiap industri memiliki risiko dan prioritas risiko masing-masing sehingga memerlukan tindakan pengendalian yang berbeda. Pencegahan sekunder dilakukan dengan skrining dan pencegahan tersier dilakukan dengan merujuk penderita Tb ke Puskesmas.Kata Kunci: Pencegahan Primer, Sekunder, Tersier, Tempat Kerja, Tuberculosis
PEMBERDAYAAN ANAK JALANAN MELAUI TABUNGAN SAMPAH Subijanto, Achmad Arman; Khotijah, Khotijah; Astrika, Fresthy
Proceeding Seminar LPPM UMP 2015: Buku II Bidang Ilmu Pendidikan dan Sosial Humaniora, Proceeding Seminar Nasional LPPM 2015, 2
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak jalanan masih merupakan permasalahan global, termasuk di Indonesia. Data Kementerian Sosial menunjukkan sekitar 4,5 juta anak jalanan tersebar diseluruh provinsi di Indonesia, sebanyak 80% faktor kemiskinan sebagai pencetusnya. Berbagai solusi telah dilakukan dalam  menangani permasalahan anak jalanan, namun demikian, permasalahan masih muncul. Penanganan anak jalanan secara holistik dengan memperhatikan berbagai dimensi seperti pengembangan masyarakat, karakteritik masyarakat, dan model yang diterapkan akan menghasilkan suatu dampak yang lebih lama pula. Tabungan sampah anak jalanan (tabalan) adalah suatu model yang memiliki konsep menciptakan lapangan pekerjaan tanpa mengikatnya. Karena berbagai dimensi dilibatkan dalam model ini, model tabalan dapat digunakan sebagai salah satu alternatif dalam menangani permasalahan anak jalanan secara holistik. Participatori rurall appraisal digunakan sebagai metode dalam pelaksanaan karena melibatkan banyak elemen seperti pengepul sampah sebagai penadah dari anak jalanan yang bertugas sebagai pemasok sampah daur ulang, karang taruna sebagai pengawas dan wadah anak jalanan, serta kelurahan sebagai pembinanya. Evaluasi dilakukan setiap tiga bulan oleh karang taruna dan dilaporkan ke kelurahan sebagai bahan evaluasi program. Kata Kunci      : Anak Jalanan, Pemberdayaan, Tabungan Sampah
Hubungan Jenis Pola Asuh Dengan Status Gizi Pada Bayi Usia 6-12 Bulan Pratiwi, Ariza Putri Uniq; Murti, Bhisma; Subijanto, Achmad Arman
Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Ilmu Gizi Pascasarjana Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Gizi merupakan kebutuhan yang sangat penting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan bayi. Gizi buruk pada usia dini akan memberi dampak gangguan pada status gizi dan meningkatkan kesakitan, penurunan produktifitas serta kematian. Sehingga perlu diperhatikan dalam status gizi, baik dengan cara memberikan makanan bergizi seimbang yang sangat penting untuk status gizi yang optimal. Status gizi juga dapat dipengaruhi oleh praktek pola asuh gizi yang diwujudkan dengan tersedianya pangan dan perawatan kesehatan serta sumber lainnya untuk kelangsungan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan adanya hubungan jenis pola asuh terhadap status gizi pada bayi usia 6-12 bulan.            Metode Penelitian : Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pendekatan croos sectional. Subjek penelitian adalah bayi usia 6-12 bulan dan ibu bayi yang memeriksakan bayinya di Wilayah Kerja Puskesmas Badegan Kabupaten Ponorogo. Sebanyak 70 subjek penelitian yang dipilih dengan menggunakan metode exhaustive sampling. Teknik pengumpulan data dengan wawancara langsung dan pengisian angket. Data dianalisis dengan analisis regresi logistik ganda dan diolah dengan SPSS 17.0 for Windows.Hasil Penelitian : Penelitian ini menunjukkan hasil, terdapat pengaruh pola asuh yang demokratis (OR=1,42; CI 95% 0,48 sd 4,24; p=0,531), terhadap status gizi bayi usia 6-12 bulan, walaupun secara statistik tidak signifikan.Kesimpulan Penelitian : Terdapat pengaruh walaupun secara statistik tidak signifikan antara pola asuh yang demokratis terhadap status gizi pada bayi usia 6-12 bulan. Kesimpulan ini diperoleh setelah mengontrol pengaruh  pendapatan keluarga. Kata kunci : Jenis Pola Asuh, Status Gizi Pada Bayi Usia 6-12 Bulan.
Challenges in implementing dengue surveillance in Bantul District Special Region of Yogyakarta, Indonesia Astuti, Fardhiasih Dwi; Widyaningsih, Vitri; Pamungkasari, Eti Poncorini; Subijanto, Achmad Arman
International Journal of Public Health Science (IJPHS) Vol 14, No 1: March 2025
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijphs.v14i1.24626

Abstract

The surveillance system is a source of information for policymaker to address the dengue outbreak. However, there was a lack of information on the effectiveness of dengue surveillance system in reporting the outbreak. This study aims to assess dengue surveillance activities in Bantul District, Special Region of Yogyakarta, Indonesia, one of the districts with a high burden of dengue, to provide information on current effectiveness and need assessment for further improvement for dengue surveillance system. This qualitative study was conducted in Bantul District, Special Region of Yogyakarta. The assessment approach was based on the input-processoutput-outcome (IPOO) model. The study participants were selected based on purposive sampling. Data were collected through interviews. Eight program holder surveillance were interviewed based on the interview guide. The surveillance system in Bantul Regency already utilizes electronic reporting. Reporting cases of dengue uses the system for surveillance of outbreak events (SISKLB). Analysis and interpretation are done to monitor progress in cases. The follow-up evaluation ceses is vector control to prevent the spread of the case. The incidence of dengue is still higher than the national rate. The case fatality rate (CFR) for dengue is <1%; CFR has hit its target. The larvae-free rate hasn't reached its target yet. Optimizing electronic reporting can improve the quality of information used as a reference in decision-making. SISKLB was created for timely reporting and monitoring of dengue cases. Monitoring available data laboratory can be used as a quick response to take action to prevent an increase in cases.
Study on the Effectiveness of Multimodal Interventions (TEKEN program) to Improve Cognitive Function of the Elderly Untari, Ida; Subijanto, Achmad Arman; Mirawati, Diah Kurnia
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Multimodal dan single modal menunjukkan efek sederhana dalam memperlambat perkembangan demensia. Tujuan kami adalah menilai dampak intervensi multimodal pada fungsi kognitif lansia dibandingkan dengan modal tunggal. Metode: Multistage random sampling di Surakarta, Indonesia. Intervensi multimodal terdiri dari kombinasi pelatihan kognitif dan senam yang dikemas dengan istilah program TEKEN (Telaten, Eling, Kekancan, Etung, seNeng) dan modal tunggal meliputi pelatihan kogitif, senam dan pendidikan kesehatan. Pelaksanaan 2 kali seminggu selama 24 kali pertemuan. Pengukuran fungsi kognitif menggunakan The Mini Mental State Exam (MMSE) dan The Montreal of Cognitive Assasement (MoCA) versi Indonesia dilakukan di awal dan akhir (3 bulan). Analisis menggunakan effect size/ES (d), regresi logistik, korelasi Kendall Tau Test. Hasil: 188 yang masuk dalam analisis akhir, terbagi 61 kelompok dengan program TEKEN, pelatihan kognitif: 40, senam: 49 dan pendidikan kesehatan: 38. Program TEKEN mempunyai ES (d) cukup besar (0,46) lebih kecil dari program pelatihan kognitif dan lebih kecil dari program senam pada pengukuran MMSE, sedangkan pada MoCA-Ina, program TEKEN mempunyai ES (d) kecil (0,19) namun lebih besar dari program kognitif dan lebih pula dari program senam. Nilai ES pada MoCA-Ina dapat menjadi nilai standar awal pada penelitian berikutnya. Kesimpulan: Multi modal dan single modal dapat meningkatkan fungsi kognitif pada lansia namun multi modal tidak mempunyai efek lebih bermakna secara keseluruhan dari modal tunggal (pelatihan kognitif, senam dan pendidikan kesehatan).