Lunardi, Jeconiah
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Metafora Gereja sebagai Mempelai Wanita Kristus Menurut Perspektif John Calvin Lunardi, Jeconiah
Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 4 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55649/skenoo.v4i1.83

Abstract

Alkitab memberikan beberapa metafora untuk Gereja, salah satunya adalah Gereja sebagai mempelai wanita Kristus. Metafora Gereja sebagai mempelai wanita menunjukkan kesatuan Gereja dengan Kristus yang dipercaya oleh umat Tuhan yang Kudus dan am maka selain kesatuan vertikal dengan Kristus, ajaran ini juga menunjukkan kesatuan horizontal sesama umat. Tulisan ini merupakan tulisan deskriptif dengan metode riset kepustakaan untuk melihat bagaimana perspektif John Calvin tentang metafora Gereja sebagai mempelai wanita sehingga dapat menawarkan warna yang berbeda dalam ajaran Gereja sebagai mempelai wanita yang di Indonesia identik dengan pengajaran Gereja Pantekosta. Hasil penelitian menyatakan bahwa metafora Gereja sebagai mempelai wanita Kristus, menurut perspektif John Calvin dan teolog Calvinis, menegaskan ketergantungan dan kesatuan yang esensial dengan Kristus, yang memegang peran penting dalam pemeliharaan dan pemurnian Gereja.
Anamnesis: Makna Teologis Berdasarkan Sudut Pandang Alexander Schmemann dan John Calvin sebagai Diskusi Oikumenis Lunardi, Jeconiah
Verbum Christi: Jurnal Teologi Reformed Injili Vol 12 No 1 (2025): Menjadi Pembawa Damai
Publisher : STT Reformed Injili Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51688/VC12.1.2025.art2

Abstract

This study analyses the concept of anamnesis in the Lord's Supper based on the perspectives of John Calvin from the Reformed tradition and Alexander Schmemann from the Eastern Orthodox tradition. Both theologians agree that anamnesis is not merely a cognitive remembrance but a divine act of the Triune God that deepens the believers' communion with Christ. However, differences arise in their interpretations of telos, the expression of Christ’s sacrificial love, and the scope of anamnesis, where Schmemann emphasizes the manifestation of the Kingdom of God in liturgy, while Calvin focuses on the justification and sanctification of believers. This study contributes to the ecumenical dialogue by offering a synthesis that values both traditions without compromising theological integrity. Thus, it enriches the understanding of anamnesis as a theological reality that brings forth God's salvific work in the Lord’s Supper and directs believers toward eschatological fulfilment.
Sakramen Perjamuan Kudus sebagai Tanda Perjanjian dan Antisipasi Eskatologis Pesta Kawin Anak Domba Lunardi, Jeconiah; Sugianto, Edi
Jurnal Teologi Injili Vol. 5 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi ATI Anjungan Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55626/jti.v5i2.188

Abstract

Gereja adalah Mempelai Kristus yang yang relasinya digambarkan dalam metafora pernikahan dan disimbolkan melalui sakramen Perjamuan Kudus. Gereja adalah mempelai wanita Kristus, terikat dalam perjanjian ilahi yang berakar dari Perjanjian Lama. Namun dalam praktiknya belum sepenuhnya dipahami maknanya oleh umat Allah. Artikel ini bertujuan untuk menguraikan bagaimana Sakramen Perjamuan Kudus menunjukkan cicipan Pesta Kawin Anak Domba yang akan datang dan mengingatkan umat akan janji kedatangan Kristus kembali. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif dengan pendekatan interpretatif dan riset kepustakaan. Tulisan ini menghasilkan temuan: Pengajaran Mempelai menekankan hubungan eskatologis antara Kristus dan Gereja sebagai mempelai; Sakramen Perjamuan Kudus berfungsi sebagai tanda perjanjian yang kelihatan, tindakan simbolis dan bentuk kehadiran Kristus; sintesa dua teori ini menghasilkan temuan bahwa sakramen Perjamuan Kudus merupakan antisipasi dari Pesta Kawin Anak Domba di akhir zaman. Sehingga orang percaya sebagai mempelai wanita Kristus lebih menghayati ketika mempraktikkan Perjamuan Tuhan yaitu memperingati Karya Kristus serta memberitakan-Nya dalam perkataan dan perbuatan hingga kedatangan-Nya yang kedua kali.