Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Analisis Sosial Peran Lembaga Dakwah Sebagai Media Komunikasi Pada Masyarakat Hafniati, Hafniati
International Journal of Demos (IJD) Volume 4 Issue 4 (2022)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v4i4.383

Abstract

AbstractThe purpose of this study was to analyze the role of da'wah institutions as a medium of communication in a sociological review. The methodology used is qualitative research with studies of figures/institutions. The study of figures/institutions uses methods, namely interviews, observations, documentation, literature, and notes on the life journey of the figures/institutions. This study shows the results that the more media used the easier communication in da'wah. The current da'wah movement requires more than tablgh aspects, which is only to convey invitations with fardiyah (personal) media without being supported by social entities in the form of legal legal entities. Guidance requires diâfan (defense) in the form of a legal entity as a logical consequence of the concept of imamah, shura, congregation, community (qaryah taiyibah), and others. This is caused by humans as social beings, so that their interactions are not limited to individual matters, but also concerns the needs of many people, which in this case can be in the form of constitutional munkar or unfair political policies. The AFKN Foundation is a social institution that is engaged in da'wah, education, social and human resource development. This institution was founded by Ustadz Fadzlan Garamatan as one of his propaganda media.Keywords: Role, Da'wah Institution, Media, Communication. AbstrakTujuan penelitian ini adalah menganalisis peran lembaga dakwah sebagai media komunikasi dalam tinjauan sosiologi. Metodologi yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan kajian tokoh/lembaga. Studi tokoh/lembaga menggunakan metode yakni wawancara, observasi, dokumentasi, literatur, dan catatan-catatan perjalanan hidup sang tokoh/lembaga. Penelitian ini menunjukan hasil bahwa semakin banyak media yang digunakan semakin memudahkan komunikasi dalam dakwah. Gerakan dakwah saat ini membutuhkan lebih dari aspek tablîgh, yaitu hanya menyampaikan ajakan saja dengan media fardiyah (personal) tanpa didukung oleh entitas sosial berupa lembaga berbadan hukum yang legal. Binaan (membina) membutuhkan adanya diʻâfan (pertahanan) yang berbentuk badan hukum sebagai konsekuensi logis dari konsep imamah, syura, jamaah, komunitas (qaryah taiyibah), dan lain-lain. Hal ini disebabkan oleh manusia sebagai makhluk sosial, sehingga interaksinya tidak sebatas pada hal-hal individu, tapi juga menyangkut hajat orang banyak yang dalam hal ini wujudnya bisa berupa kemungkaran konstitusi atau kebijakan politik yang tidak adil. Yayasan AFKN merupakan lembaga kemasyarakatan yang bergerak di bidang dakwah, pendidikan, sosial dan pengembangan sumber daya manusia. Lembaga ini didirikan oleh ustadz Fadzlan Garamatan sebagai salah satu media dakwahnya.Kata Kunci: Peran, Lembaga Dakwah, Media, Komunikasi.
Aplikasi Islamic Agropreneur School Dalam Rangka Pengembangan Kompetensi Lulusan Berwawasan Kebangsaan Di Pondok Pesantren Darunnajah Hafniati, Hafniati
Kordinat: Jurnal Komunikasi antar Perguruan Tinggi Agama Islam Vol. 18 No. 2 (2019): Jurnal Komunikasi Antar Perguruan Tinggi Agama Islam
Publisher : Kopertais Wilayah I DKI Jakarta dan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kordinat.v18i2.11497

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisa sistem pendidikan yang cocok bagi pesantren untuk menghasilkan lulusan berwawasan kebangsaan di Pondok Pesantren Darunnajah dan menganalisa penerapan konsep Islamic Agropreneur School dalam Pondok Pesantren Darunnajah. Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangsih atau kontribusi bagi dunia akademik khususnya pada Program Studi pendidikan tentang bagaimana pelaksanaan Aplikasi Islamic Agropreneur School dalam rangka pengembangan kompetensi lulusan berwawasan kebangsaan di Pondok Pesantren Darunnajah serta dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan dan memperkaya perbendaharaan perpustakaan/wawasan bidang pendidikan Agropreneur School. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Metode ini diimplementasikan dengan kegiatan inkuiri-naturalistik yakni penyelidikan yang bersifat alamiah. Implementasi inkuiri-naturalistik digunakan untuk menggali dan menghimpun data alamiah dalam arti asli atau seadanya tanpa atau perlakuan tertentu seperti dalam penelitian Aplikasi Islamic Agropreneur School Dalam Rangka Pengembangan Kompetensi Lulusan Berwawasan Kebangsaan Di Pondok Pesantren Darunnajahkuantitatif. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: a) Wawancara dengan semua pihak yang relevan sebagaimana tersebut pada jenis dan sumber data di atas, b) Penyebaran kuesioner/angket kepada semua pihak yang relevan., c) Observasi, yakni melakukan pengamatan langsung ke lapangan dan mencatat hasilnya ke dalam checklist atau lembar observasi. d) Studi dokumentasi terhadap catatan, dokumen dan arsip yang relevan. Adapun alat pengumpul data (APD) yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: 1) Pedoman wawancara (interview guide). 2) Kuesioner, 3) Daftar checklist/ lembar observasi. 4) Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini ditujukan kepada subyek-subyek yang tidak memungkinkan untuk diwawancarai. Isinya pun lebih kurang sama dengan pedoman wawancara. Lokasi yang dipilih dalam penelitian ini adalah pondok pesantren yang telah menerapkan Islamic agropreneur School. Adapun Research setting di Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta terletak di Jalan Ulujami Raya No 86 Pesanggrahan Jakarta Selatan 12250. Pondok pasantren Darunnajah telah menerapkan agropreneurship dalam menopang finansial pondok dengan mendirikan dan menjalankan unit usaha Wawasan kebangsaan di pondok pasantren Darunnajah telah diterapkan sejak santri masuk di asrama dengan cara penempatan kamar tidur tidak boleh bersama dengan teman se daerahnya. Pengenalan agropeneurship kepada santri perlu dilakukan sebagai bekal santri ketika menjadi alumni menjadi penyedia lapangan kerja bukan pencari lapangan kerja Penerapan agropreneurship di pasantren secara tidak langsung mengajarkan santri untuk cinta produk dalam negeri dan menciptakan lapangan kerja berbasis ekonomi kreatif. Keterlibatan guru dan santri dalam agropreneurship sangat penting sebagai ilmu aplikatif.