Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

OPOSISI BINER REPRESENTASI PEREMPUAN DAN LAKI-LAKI DALAM WEBSERIES “ISTRI PARUH WAKTU” DI YOUTUBE Dwifatma, Andina
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 17, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.633 KB) | DOI: 10.32509/wacana.v17i2.647

Abstract

YouTube memungkinkan pemirsa untuk menjadi produsen dan konsumen sekaligus atau disebut dengan istilah prosumer. YouTube juga digunakan oleh kaum Muslim kota yang ingin menyebarkan nilai-nilai Islam dalam kemasan pop. Salah satu nilai yang kerap diusung adalah tentang pembagian peran antara perempuan dan laki-laki dalam Islam. Melalui analisis oposisi biner dalam teks, dalam penelitian ini terungkap bahwa meskipun kemasannya pop, ide tentang gender dalam teks tetap cenderung konservatif. Tiga oposisi biner yang terungkap adalah perempuan diposisikan sebagai pendukung laki-laki dalam rumah tangga, tempat terbaik perempuan adalah di ranah privat, dan perempuan digambarkan cenderung tidak puas atas rezeki yang diperoleh dari suami. Sementara itu, laki-laki diposisikan sebagai peran utama dalam rumah tangga, tempat terbaik laki-laki adalah bekerja di ranah publik, dan laki-laki digambarkan lebih bersyukur atas rezeki yang diperoleh. Oposisi biner representasi narasi perempuan dan laki-laki ini menunjukkan bahwa hal-hal yang tampaknya alamiah seperti pembagian peran ataupun karakter bukanlah hal yang alamiah, melainkan struktur sosial.
Banjir Ibu Kota pada Tahun Politik: Tipologi Kritik Media oleh Bloggers Kompasiana Sebagai Pilar Kelima Dwifatma, Andina
JURNAL KOMUNIKASI INDONESIA Vol. 4, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini membahas pembingkaian bloggers Kompasiana terhadap banjir Jakarta pada tahun diselenggarakannya pemilu legislatif dan pemilu presiden, serta tipologi kritik media apa saja yang muncul dalam rangkaian posting mereka terkait tema tersebut. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan paradigma konstruktivis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banjir Jakarta oleh bloggers Kompasiana dibingkai bukan hanya sebagai bencana, namun juga sebagai komoditas berita politik; tipologi kritik media yang muncul adalah Agenda Setting, Framing, dan Praktik Jurnalistik; dan peran bloggers sebagai pilar kelima baru mencapai tahap awal kemunculannya (emerging). The study discusses the framing Kompasiana bloggers give to Jakarta floods in the year prior to legislative and presidential elections, as well as typology of media criticisms that appear in the series of posts related to the theme. This study is a qualitative one using a constructivist paradigm. The research finds that the Jakarta flooding is interpreted not only as a common event, but also a political news commodity; the typology of media criticisms that arise are Agenda Setting, Framing, and practice of journalism; and the role of bloggers as the fifth estate is emerging.
Media Komunitas Sebagai Bentuk Demokrasi Partisipatoris (Studi Pada “Warta Desa” di Pekalongan, Jawa Tengah) Dwifatma, Andina
Jurnal InterAct Vol. 10 No. 1 (2021): Jurnal InterAct
Publisher : School of Communication - Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/interact.v10i1.2321

Abstract

Hubungan antara media dan audiens di era digital terus berubah. Audiens tidak lagi pasif mengkonsumsi agenda yang ditentukan media, melainkan dapat berperan sebagai produsen sekaligus konsumen. Konten media arus utama yang cenderung partisan dan Jawa-sentris mendorong berkembangnya media komunitas yang dikembangkan secara organik di tingkat lokal, berdasarkan kebebasan berekspresi dan demokrasi partisipatif, dan bertujuan untuk mengembangkan wilayah dan mendorong solidaritas di antara warga. Penelitian ini bertujuan menggali secara mendalam bagaimana sebuah media komunitas didirikan, dijalankan, berdampak pada kehidupan bersama warga, dan tantangan apa yang dihadapi. Penelitian dijalankan secara kualitatif dengan metode pengambilan data melalui wawancara mendalam. Hasilnya, ditemukan ada tiga tantangan yang dihadapi oleh media komunitas, yaitu tantangan pendanaan, sumber daya manusia, dan regulasi. Guna mengatasi berbagai tantangan tersebut, media komunitas diharapkan dapat menemukan model bisnis subsidi silang untuk mendanai operasional, memberi honor bagi kontributor, dan berjejaring dengan sesama media komunitas dan AJI untuk advokasi.