Andina Dian Dwifatma
Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Jakarta

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

OPOSISI BINER REPRESENTASI PEREMPUAN DAN LAKI-LAKI DALAM WEBSERIES “ISTRI PARUH WAKTU” DI YOUTUBE Dwifatma, Andina
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 17, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.633 KB) | DOI: 10.32509/wacana.v17i2.647

Abstract

YouTube memungkinkan pemirsa untuk menjadi produsen dan konsumen sekaligus atau disebut dengan istilah prosumer. YouTube juga digunakan oleh kaum Muslim kota yang ingin menyebarkan nilai-nilai Islam dalam kemasan pop. Salah satu nilai yang kerap diusung adalah tentang pembagian peran antara perempuan dan laki-laki dalam Islam. Melalui analisis oposisi biner dalam teks, dalam penelitian ini terungkap bahwa meskipun kemasannya pop, ide tentang gender dalam teks tetap cenderung konservatif. Tiga oposisi biner yang terungkap adalah perempuan diposisikan sebagai pendukung laki-laki dalam rumah tangga, tempat terbaik perempuan adalah di ranah privat, dan perempuan digambarkan cenderung tidak puas atas rezeki yang diperoleh dari suami. Sementara itu, laki-laki diposisikan sebagai peran utama dalam rumah tangga, tempat terbaik laki-laki adalah bekerja di ranah publik, dan laki-laki digambarkan lebih bersyukur atas rezeki yang diperoleh. Oposisi biner representasi narasi perempuan dan laki-laki ini menunjukkan bahwa hal-hal yang tampaknya alamiah seperti pembagian peran ataupun karakter bukanlah hal yang alamiah, melainkan struktur sosial.
Laki-Laki dan Perempuan dalam Bingkai Struktur: Isu Gender dalam Film Billy Elliot Andina Dian Dwi Fatma
Jurnal InterAct Vol 1, No 2 (2012): Jurnal InterAct
Publisher : Atma Jaya Indonesia Catholic University, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.851 KB) | DOI: 10.36388/ia.v1i2.710

Abstract

The patriarchy structure has been famously known as favorable to the male. However, to what extent do men enjoy this superiority?  This article argued that men are not always able to position themselves successfully in the construction of a system called ‘masculinity’. Both men and women are just performing the role expected of them. So it is extremely important for them to negotiate, and renegotiate, their roles and positions in society. That way, both men and women will be able to feed their existence, above and beyond structure.
Fungsi Politik Ruang Publik Pada Masa Orde Baru, Reformasi, Hingga Era Digital Embu Henriques; Andina Dwifatma
Jurnal InterAct Vol 4, No 1 (2015): Jurnal InterAct
Publisher : Atma Jaya Indonesia Catholic University, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.771 KB) | DOI: 10.36388/ia.v4i1.726

Abstract

The ideal society according to Jürgen Habermas is no longer classless society as idealized by Karl Marx, but a society in which each member could freely talk about their ideas regarding public life, without the fear of being repressed by certain parties. For Habermas, the class struggle is not merely about opposition, but begun by identification instead. This is the root of all Habermas’ ideas of public sphere. This paper will discuss the concept of public sphere in Indonesia, from the New Order era, to Reformation, and finally the digital age.
OPOSISI BINER REPRESENTASI PEREMPUAN DAN LAKI-LAKI DALAM WEBSERIES ISTRI PARUH WAKTU DI YOUTUBE Andina Dwifatma
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Volume 17, No. 2 December 2018
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/wacana.v17i2.647

Abstract

YouTube memungkinkan pemirsa untuk menjadi produsen dan konsumen sekaligus atau disebut dengan istilah prosumer. YouTube juga digunakan oleh kaum Muslim kota yang ingin menyebarkan nilai-nilai Islam dalam kemasan pop. Salah satu nilai yang kerap diusung adalah tentang pembagian peran antara perempuan dan laki-laki dalam Islam. Melalui analisis oposisi biner dalam teks, dalam penelitian ini terungkap bahwa meskipun kemasannya pop, ide tentang gender dalam teks tetap cenderung konservatif. Tiga oposisi biner yang terungkap adalah perempuan diposisikan sebagai pendukung laki-laki dalam rumah tangga, tempat terbaik perempuan adalah di ranah privat, dan perempuan digambarkan cenderung tidak puas atas rezeki yang diperoleh dari suami. Sementara itu, laki-laki diposisikan sebagai peran utama dalam rumah tangga, tempat terbaik laki-laki adalah bekerja di ranah publik, dan laki-laki digambarkan lebih bersyukur atas rezeki yang diperoleh. Oposisi biner representasi narasi perempuan dan laki-laki ini menunjukkan bahwa hal-hal yang tampaknya alamiah seperti pembagian peran ataupun karakter bukanlah hal yang alamiah, melainkan struktur sosial.
Banjir Ibu Kota pada Tahun Politik: Tipologi Kritik Media oleh Bloggers Kompasiana Sebagai Pilar Kelima Dwifatma, Andina
JURNAL KOMUNIKASI INDONESIA Vol. 4, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini membahas pembingkaian bloggers Kompasiana terhadap banjir Jakarta pada tahun diselenggarakannya pemilu legislatif dan pemilu presiden, serta tipologi kritik media apa saja yang muncul dalam rangkaian posting mereka terkait tema tersebut. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan paradigma konstruktivis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banjir Jakarta oleh bloggers Kompasiana dibingkai bukan hanya sebagai bencana, namun juga sebagai komoditas berita politik; tipologi kritik media yang muncul adalah Agenda Setting, Framing, dan Praktik Jurnalistik; dan peran bloggers sebagai pilar kelima baru mencapai tahap awal kemunculannya (emerging). The study discusses the framing Kompasiana bloggers give to Jakarta floods in the year prior to legislative and presidential elections, as well as typology of media criticisms that appear in the series of posts related to the theme. This study is a qualitative one using a constructivist paradigm. The research finds that the Jakarta flooding is interpreted not only as a common event, but also a political news commodity; the typology of media criticisms that arise are Agenda Setting, Framing, and practice of journalism; and the role of bloggers as the fifth estate is emerging.
BARRIERS TO CAREER ADVANCEMENT OF FEMALE JOURNALISTS IN INDONESIA Andina Dian Dwifatma
al-Balagh : Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol. 6 No. 1 (2021): June 2021
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/al-balagh.v6i1.3309

Abstract

than their female counterparts due to the heavy fieldwork and irregular working hours. Determining whether this assumption remains relevant, this study maps the proportion of female and male journalists in ten Indonesian mass media organizations while also exploring the factors that contribute to the condition.This research applies quantitative and qualitative mixed methods, involving journalists in 10 media (n = 811) at both the reporter and managerial levels, and a focused-group discussion (FGD) with 14 female editors. At the reporter level, there are 64% male and 36% female journalists. At the managerial level, the figures change to 77% (men) and 23% (women). The three factors that hinder the career of female journalists are a double burden (career and household), mental barriers, and ‘masculine’ office politics.
Media Komunitas Sebagai Bentuk Demokrasi Partisipatoris (Studi Pada “Warta Desa” di Pekalongan, Jawa Tengah) Dwifatma, Andina
Jurnal InterAct Vol. 10 No. 1 (2021): Jurnal InterAct
Publisher : School of Communication - Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/interact.v10i1.2321

Abstract

Hubungan antara media dan audiens di era digital terus berubah. Audiens tidak lagi pasif mengkonsumsi agenda yang ditentukan media, melainkan dapat berperan sebagai produsen sekaligus konsumen. Konten media arus utama yang cenderung partisan dan Jawa-sentris mendorong berkembangnya media komunitas yang dikembangkan secara organik di tingkat lokal, berdasarkan kebebasan berekspresi dan demokrasi partisipatif, dan bertujuan untuk mengembangkan wilayah dan mendorong solidaritas di antara warga. Penelitian ini bertujuan menggali secara mendalam bagaimana sebuah media komunitas didirikan, dijalankan, berdampak pada kehidupan bersama warga, dan tantangan apa yang dihadapi. Penelitian dijalankan secara kualitatif dengan metode pengambilan data melalui wawancara mendalam. Hasilnya, ditemukan ada tiga tantangan yang dihadapi oleh media komunitas, yaitu tantangan pendanaan, sumber daya manusia, dan regulasi. Guna mengatasi berbagai tantangan tersebut, media komunitas diharapkan dapat menemukan model bisnis subsidi silang untuk mendanai operasional, memberi honor bagi kontributor, dan berjejaring dengan sesama media komunitas dan AJI untuk advokasi.
Analisis Strategi Public Relations Melalui Instagram dalam Meningkatkan Citra Layanan PaxelMarket Nabila Gwen Aalia; Andina Dwifatma
Jurnal InterAct Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal InterAct
Publisher : School of Communication - Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/interact.v14i2.7764

Abstract

The rapid development of digital technology, accompanied by the increasingly competitive growth of e-commerce in Indonesia, has significantly transformed consumer behavior, particularly in online shopping activities. This transformation not only simplifies transaction processes but also shapes new expectations regarding speed, security, and service quality. In this context, the need for reliable logistics services has become increasingly crucial, especially for the delivery of frozen food and fresh products that require special handling to maintain their quality until they reach consumers. This study aims to analyze the public relations strategy implemented by PT Paxel Algorita Unggul through its Instagram account @paxelmarket in an effort to enhance the service image of PaxelMarket in the public’s perception. The research employs a qualitative approach with a descriptive method to gain an in-depth understanding of the communication practices applied. Data collection techniques include semi- structured interviews with internal company representatives, unstructured interviews with consumers, observations of Instagram content, and analysis of relevant supporting documents. The theoretical framework of this study encompasses the concepts of public relations strategy, social media utilization, and image formation. The analysis focuses on Cyber Public Relations practices, particularly in managing organic content, building engagement with the public, and communicating the service value of PaxelMarket as an artisan food marketplace. The findings indicate that PaxelMarket’s public relations strategy is both value-driven and relational, as reflected in content-based education, visual curation of MSME products, and responsive two-way communication. These strategies contribute to building a positive service image in the digital space. However, public understanding of PaxelMarket’s positioning as an artisan marketplace still needs to be strengthened to ensure that brand differentiation is consistently embedded in consumers’ minds.