Manihuruk, Amin Saragih
Unknown Affiliation

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

KINERJA PERS UNTUK MENSUKSESKAN PILKADA (BAGAIMANA POSISI DEPARTEMEN KOMINFO?) Manihuruk, Amin Saragih
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 4, No 3 (2005)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/wacana.v4i3.365

Abstract

KINERJA PERS UNTUK MENSUKSESKAN PILKADA (BAGAIMANA POSISI DEPARTEMEN KOMINFO?)
STRATEGI KOMUNIKASI MENYIKAPI ISU INDONESIA "PECAH" Manihuruk, Amin Saragih
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 9, No 4 (2010)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/wacana.v9i4.326

Abstract

After 65 years of independent Indonesia, revealed the surface of issues, discourse, fears that Indonesia could be broken up into 17 countries in 2015.Prediction split, supported by various indicators such as the political elite of this nation not as a figure of expression often leaders and fighters of the people, between groups I classes are often easy to conflict, there is likely no longer a unifying figure like Sukarno and Suharto first. The split could be prevented by the action plan through dissemination of information toall the nations that contains that if Indonesia did not divide us no good. Indonesianantiburst communication strategy should be implemented and one of the main priorities of national development. Live five years longer, very short period.
KINERJA PERS UNTUK MENSUKSESKAN PILKADA (BAGAIMANA POSISI DEPARTEMEN KOMINFO?) Manihuruk, Amin Saragih
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 4, No 3 (2005)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/wacana.v4i3.365

Abstract

KINERJA PERS UNTUK MENSUKSESKAN PILKADA (BAGAIMANA POSISI DEPARTEMEN KOMINFO?)
DRAMA KEHIDUPAN DALAM PERTELEVISIAN INDONESIA Manihuruk, Amin Saragih
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 10, No 4 (2011)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/wacana.v10i4.433

Abstract

DRAMA KEHIDUPAN DALAM PERTELEVISIAN INDONESIA
MENGKOMUNIKASIKAN PILKADA PARADIGMA BARU KEPADA RAKYAT Manihuruk, Amin Saragih
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 4, No 13 (2006)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/wacana.v4i13.473

Abstract

MENGKOMUNIKASIKANPILKADAPARADIGMABARUKEPADARAKYAT
DRAMA KEHIDUPAN DALAM PERTELEVISIAN INDONESIA TINJAUAN BERDASARKAN PEMIKIRAN ERVING GOFFMAN TENTANG DRAMATURGI Manihuruk, Amin Saragih
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 4, No 13 (2005)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/wacana.v4i13.269

Abstract

Kehadiran media televisi membawa berbagai implikasi terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Selain dapat memberikan informasi, televisi juga diharapkan dapat memberikan hiburan yang sehat bagi khalayak. Tampaknya para penqelola media tanggap terhadap peluang yang ada. Oleh karena itu, bermunculanlah berbagai jenis program bernuansa hiburan. Salah satunya yaitu program Dangdut Mania di TP! Sebuah program acara musik yang menampilkan penyanyi dangdut dari kalangan masyarakat biasa (umumnya menengah ke bawah).Namun dalam perjalanannya, acara tersebut menimbulkan dampak yang tidak menguntungkan karena mereka terbuai oleh kesadaran palsu untuk menjadi seorang artis dengan segala kehidupannya yang serba mewah. lnilah dampaknya jika masyarakat tidak paham bahwa program-program televisi itu hanyalah merupakan panggung sandiwara. la merupakan sebuah drama kehidupan yang dimainkan oleh para aktor dan aktris. Ada penyanyi di atas panggung yang bercita-cita menjadi artis terkenal, lalu di hadapan rnereka ada penonton yang menikmati suguhan tersebut. Tetapi disadari atau tidak, ada dalang di balik itu semua. Ada para produser dan pengelola 'media di belakang panggung yang membuat dan mengatur acara untuk mencapai tujuan mereka.Fenomena sosial tersebut tampaknya sesuai dengan pemikiran Erving Goffman mengenai konsep DRAMATURGI. la mengatakan bahwa manusia cenderung melakukan peran sebagaimana halnya seorang aktor atau aktris memainkan perannya di atas panggung pertunjukan. Goffman cenderung melihat kehidupan sosial sebagai satu seri drama atau seri pertunjukan di mana para aktor memainkan peran-peran tertentu guna mempertahankan gambaran diri yang stabil. Teater dijadikan kiasan dari kehidupan sehari-hari. Pelajaran yang dapat diambil dari pemikiran Goffman berkaitan dengan fenomena diatas adalah agar dalam kehidupan social, manusia harus menjalankan secara baik dengan mempersiapkan kompetensi para pemeran di panggung kehidupan. Hal ini bertujuan agar manusia tidak hanya bias bermimpi dalam kehidupan yang semakin kompleks dan dinamis sebagai konsekuensi logis kehadiran media televisi di Indonesia.
URGENSI STANDAR KOMPETENSI WEARTAWAN DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN RAKYAT Manihuruk, Amin Saragih
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 5, No 19 (2006)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/wacana.v5i19.191

Abstract

Undang-Undang No. 40 tahun 1999, Tentang Pers dan Undang-Undang No. 32 Tahum 2002 Tentang Penyiaran Mendorong terjadinya suatu dinamika di dunia pers dan Penyiaran, utamanya dalam hal kemerdekaan mencari, mengolah danmempublikasikan suatu peristiwa oleh wartawan.Kemerdekaan dalam dunia kewartawanantidak bolehdiartikansuka-suka, tetapi harus mempunyai tanggungjawab yang tinggi terhadap pelaksanaan Etika Jurnalistik.Mel;ihat kecenderungan perkembangan wartawan Indonesia dalam era informasi yang terkesan sedemikian bebas atau bahkan sering dikatakan kebablasan, maka kedepan para wartawan Indonesia diharapkan mempunyai Standar Kompetensi dan Sertifikasi Profesi Wartawan, maka wartawan akan bisa memberikan kontribusi yang signifikan dalam peningkatan kesejahteraan rakyat.