Aguss, Rachmi Marsheilla
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH METODE PEMBELAJARAN DAN KRITERIA LAYANAN BANTUAN: MENINGKATKAN GERAK DASAR LOMPAT JAUH GAYA JONGKOK SISWA TUNAGRAHITA RINGAN PADA PEMBELAJARAN PENJASORKES SLB PKK BANDAR LAMPUNG Aguss, Rachmi Marsheilla
Halaman Olahraga Nusantara (Jurnal Ilmu Keolahragaan) Vol 2, No 2 (2019): HON Edisi Juli
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.94 KB) | DOI: 10.31851/hon.v2i2.3019

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan pengaruh antara metodebermain dan metode konvensionaluntuk meningkatkan gerak dasar lompat jauh gaya jongkok, perbedaan pengaruh kriteria bantuan mandiri dan kriteria minimal untuk meningkatkan gerak dasar lompat jauh gaya jongkok siswa tunagrahita ringan, dan interaksi antara metodepembelajaran dan kriteria layanan bantuan untuk meningkatkan gerak dasar lompat jauh gaya jongkok siswa tunagrahita ringan.Penelitian eksperimen ini faktorial 2x2.Populasi 20siswa kelas IV SLB PKK Bandar Lampung.Sampel 20siswa dibagi menjadi 4 kelompok, setiap kelompok terdiri dari 5 siswa, pengambilan sampel dengan total sampling.Analisis data digunakan uji Anava dua arah taraf signifikansi 5%, dilanjutkan uji Tukey. Hasil penelitian: (1) adaperbedaan pengaruh antara metode bermain dan metode konvensionalFhit(6,095)>Ftab(3,24);(2) ada perbedaan pengaruh antara kriteria bantuan mandiri dan kriteria bantuan minimalFhit(4,667) >Ftab(3,24); (3) terdapat interaksi antara metodepembelajarandan kriteria layanan bantuan untuk meningkatkan gerak dasar lompat jauh gaya jongkokFhit(6,095)>Ftab(3,24).Simpulan:(1) metode bermain memberikan pengaruh yang signifikan dibandingkan dengan metode konvensional; (2) siswa dengan kriteria bantuan mandiri memberikan pengaruh yang signifikan untuk meningkatkan gerak dasar lompat jauh gaya jongkok siswa tunagrhaita ringan; (3) terdapat interaksi antara metode pembelajaran dan kriteria layanan bantuan. Saran bagi guru penjasorkes untuk meningkatkan gerak dasar lompat jauh gaya jongkok, lebih memilih metodebermain, mengembangkan metodebermain, dan perlu memperhatikan kriteria layanan bantuan pada masing-masing anak. Kata kunci :Metode Belajar, Lompat Jauh, Tuna Grahita
Pengaruh Latihan Small Sided Games terhadap VO2max Pemain Sekolah Sepakbola Usia 12 Tahun Triyanto, Triyanto; Arifai, Arifai; Aguss, Rachmi Marsheilla
JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA Vol. 16 No. 2 (2026): JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpo.v16i2.4109

Abstract

Rendahnya VO2max pada pemain sepakbola usia dini dapat menyebabkan kelelahan lebih cepat, penurunan intensitas bermain, serta lambatnya proses pemulihan yang berdampak pada penurunan kualitas teknik dan pengambilan keputusan selama pertandingan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Small Sided Games terhadap peningkatan VO2max pemain sekolah sepakbola Porba Putra Lampung Timur usia 12 tahun. Desain penelitian menggunakan metode experiment one grub pre test post test, populasi penelitian ini adalah 16 pemain, Teknik penarikan sampel menggunakan total sampling sehingga sampel penelitian ini yaitu 16 pemain, variabel independent yaitu latihan Small Sided Games 4vs4 sedangkan variabel dependen yaitu VO2max, instrument penelitian menggunakan multistage fitness test dan Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, homogenitas dan uji hipotesis menggunakan paired sample T-test. hasil penelitian ini menunjukkan hasil pre test dan post test terdapat peningkatan sebesar 4,6 dan hasil uji hipotesis nilai sig signifikan lebih kecil dari 0,05 (p<0,05), sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh metode latihan Small Sided Games variasi 4vs4 terhadap peningkatan VO2max pada pemain Sekolah Sepakbola Porba Putra Lampung Timur. Implikasi penelitian ini dapat dijadikan bahan evaluasi bagi pelatih dalam menyusun program latihan yang lebih optimal dan sesuai dengan karakteristik pemain usia dini mengingat pemain dengan VO2max yang tinggi dapat mendukung peningkatan performa selama pertandingan berlangsung.