Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGATURAN USIA PENSIUN PEKERJA DI PT SURYA TOTO INDONESIA Tbk DIHUBUNGKAN DENGAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 45 TAHUN 2015 TENTANG PENYELENGGARAAN PROGRAM JAMINAN PENSIUN Prayitno, Sugeng; Iskandar, Imam
Jurnal Pilar Keadilan Vol. 2 No. 1 (2022): Pilar Keadilan
Publisher : Program Magister Ilmu Hukum, STIH Painan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.629 KB) | DOI: 10.59635/jpk.v2i1.254

Abstract

Secara umum, pensiun adalah suatu masa dimana pekerja/pegawai sudah tidak bekerja lagi sehubungan dengan pemutusan hubungan kerja pada instansi/perusahaan karena pekerja/pegawai tersebut telah mencapai batas usia tertentu. Di PT Surya Toto Indonesia Tbk, pengaturan usia pensiun pekerja diatur berdasarkan Perjanjian Kerja Bersama. Pengaturan usia pensiun tersebut berbeda dengan ketentuan usia pensiun dari Pemerintah untuk pekerja yang menjadi peserta program jaminan pensiun Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2015 Tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Pensiun Penelitian ini menggunakan bentuk penelitian kualitatif yang bersifat yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan. Jenis bahan hukum dalam penelitian ini terdiri dari bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Bahan-bahan hukum tersebut kemudian dianalisa dengan menggunakan teknik penelitian terhadap taraf sinkronisasi secara vertikal. Terdapat perbedaan dan dampak dari pengaturan dan pelaksanaan usia pensiun pekerja di PT Surya Toto Indonesia Tbk dihubungkan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2015 Tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Pensiun. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa: (1) Terdapat ketidaksinkronan peraturan perundang-undangan akibat dari perbedaan pengaturan dan pelaksanaan usia pensiun pekerja di PT Surya Toto Indonesia Tbk berdasarkan Perjanjian Kerja Bersama dihubungkan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2015 Tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Pensiun, menunjukkan bahwa tidak terpenuhinya beberapa kaidah hukum tentang logika ilmu hukum, yaitu: kaidah nonkontradiksi (principle of integrity), kaidah derivatif (derivative principle), kaidah sistem (systemic principle), kaidah reduksi (principle of reductionism). (2) Adanya “masa tunggu” bagi pekerja di PT Surya Toto Indonesia Tbk yang telah pensiun, karena tertundanya pembayaran manfaat jaminan pensiun sebagai peserta program jaminan pensiun Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan akibat dari pengaturan usia pensiun dalam Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2015 yang berjenjang, sehingga tidak dapat langsung memperoleh manfaat jaminan pensiun, yang seharusnya dalam konsep jaminan pensiun idealnya adalah bahwa peserta akan mendapatkan hak atas manfaat jaminan pensiun pada saat memasuki usia pensiun.
IMPLEMENTASI PROGRAM PERLINDUNGAN LAHAN PERTANIAN PANGAN BERKELANJUTAN (PLP2B) DI KABUPATEN GARUT JAWA BARAT (Kasus di Desa Jati Kecamatan Tarogong Kaler Kabupaten Garut) Iskandar, Imam; Miftah, Himmatul; Yusdiarti, Arti
JURNAL AGRIBISAINS Vol. 2 No. 2 (2016): Jurnal AgribiSains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.171 KB) | DOI: 10.30997/jagi.v2i2.775

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perkembangan dan proses implementasiProgram Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan di Kabupaten Garut danmengetahui persepsi tingkat kepentingan petani terhadap atribut program PLP2B bersertahubungan karakteristik petani dengan persepsi tingkat kepentingan pertani terhadap artributprogram PLP2B. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan analisis Korelasi RankSpearman dengan menggunakan program microsoft office excel 2007 dan SPSS 20. Hasilpenelitian ini menunjukkan bahwa Implemantasi Program Perlindungan Lahan PertanianPangan Berkelanjutan berada tahap pendataan by name by addres 442 desa di KabupatenGarut, sedangkan desa yang sudah dilakukan pendataan sebanyak 208 desa. Persepsi tingkatkepentingan petani terhadap atribut program perlindungan lahan pertanian panganberkelanjutan di Kabupaten Garut menunjukkan bahwa penerimaan petani terhadap programberada pada kategori penting dengan total rataan skor 3,09. Ini menunjukan bahwa petanimemberikan persepsi terhadap program perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutanbaik.Hubungan antara persepsi petani dan karatkteristik jumlah tanggungan, luas lahan, danpendapatan tidak berpengaruh nyata terhadap persepsi petani sedangkan umur,pengalamanusahatani dan pendapatan berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap persepsi petani. Korelasihubungan umur, pengalaman usahatani, jumlah tanggungan ,luas lahan pendidikan formaldan pendapatan berkolerasi lemah.Kata Kunci : Program PLP2B, Implementasi, Persepsi