Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Journal Physical Therapy UNISA

Hubungan Lama Dan Masa Kerja Terhadap Risiko Terjadinya Carpal Tunnel Syndrome (CTS) Pada Staff Administrasi Pengguna Komputer: Narrative Review Arifin, Asyhara Naela; Permatasari, Uci Intan
Journal Physical Therapy UNISA Vol. 1 No. 1 (2021): April
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.21 KB) | DOI: 10.31101/jitu.2018

Abstract

Penggunaan komputer secara statis dalam waktu yang lama dapat mempengaruhi gangguan muskuloskeletal akibat posisi tangan yang salah pada saat menggunakan mouse atau keyboard. Berbagai aktivitas yang banyak menggunakan tangan dalam waktu yang lama sering dihubungkan dengan terjadinya carpal tunnel syndrome (CTS), salah satunya yaitu staff administrasi yang menggunakan komputer secara terus menerus. Carpal tunnel syndrome yang terjadi berhubungan dengan penggunaan komputer adalah sebagai akibat inflamasi tenosinovial di dalam terowongan karpal yang menyebabkan gejala seperti rasa kaku, kesemutan, kebas, rasa terbakar, dan rasa sakit pada telapak tangan.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada hubungan lama dan masa kerja terhadap risiko terjadinya carpal tunnel syndrome (CTS) pada staff administrasi pengguna komputer. Metode penelitian ini menggunakan penelitian narrative riview, pada penelitian ini penelusuran artikel menggunakan database Science Direct, PubMed dan Google Scholar sesuai kriteria inklusi dan ekslusi dalam penelitian ini full text tentang lama dan masa kerja terhadap risiko terjadinya carpal tunnel syndrome (CTS) pada staff administrasi pengguna komputer di terbitkan minimal dalam kurun waktu 2010-2020. Hasil review 10 jurnal adanya hubungan lama dan masa kerja terhadap risiko terjadinya carpal tunnel syndrome dengan diukur oleh alat yang digunakan. Berdasarkan hasil review jurnal yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan lama dan masa kerja terhadap risiko terjadinya carpal tunnel syndrome (CTS) pada staff administrasi pengguna komputer.
Pengaruh pemberian abdominal strengthening exercise terhadap peningkatan kekuatan otot abdominal pada kondisi diastasis recti post partum : A narrative review Arifin, Asyhara Naela; Sukmawati, Oktavia
Journal Physical Therapy UNISA Vol. 2 No. 2 (2022): November
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.083 KB) | DOI: 10.31101/jitu.2675

Abstract

Latar Belakang : Diastasis recti merupakan suatu keadaan dimana terjadi pemisahan berlebih antara kedua otot abdominal yang terjadi di sepanjang linea alba. Diastasis recti dapat menyebabkan banyak perubahan fisik yang terjadi pada ibu postpartum, salah satunya adalah perubahan pada dinding dan kulit perut yang mengalami pengendoran. Untuk mengatasi pengendoran pada dinding perut yang dialami ibu postpartum maka diberikan intervensi yaitu abdominal strengthening exercise yang merupakan bentuk latihan penguatan otot perut yang dapat meningkatkan kekuatan otot, daya tahan, fleksibilitas dan rileksasi. Tujuan : Narrative review ini adalah untuk mengetahui efektifitas pemberian abdominal strengthening exercise terhadap kekuatan otot pada diastasis recti postpartum. Metode Penelitian : Penyusunan skripsi ini menggunakan metode narrative review, yaitu dengan mengumpulkan artikel-artikel penelitian, dengan langkah awal yaitu melakukan identifikasi kata kunci menggunakan rumus atau format PICO (Population, Intervention, Comparison, Outcome) serta menetapkan kriteria inklusi dan ekslusi untuk menentukan artikel yang selanjutnya akan dipilih dan direview. Pencarian artikel-artikel penelitian dilakukan pada tiga database, yaitu Google Scholar, NCBIdan PubMed. Hasil Penelitian : Sebanyak sembilan artikel penelitian mengenai abdominal strengthening exercise melaporkan hasil yang signifikan terhadap peningkatan kekuatan otot abdominal. Ada satu artikel penelitian yang melaporkan hasil bahwa tidak ada keefektifan yang dikombinasikan dengan intervensi lainnya. Kesimpulan : Beberapa artikel penelitian membuktikan bahwa adanya pengaruh intervensi abdominal strengthening exercise terhadap peningkatan kekuatan otot abdominal pada diastasis recti postpartum. Tetapi tidak semua artikel penelitian memberikan hasil yang signifikan. Saran : Peneliti selanjutnya dapat meneliti mengenai tema ini dengan metode penelitian lain, seperti eksperimental.
Pengaruh Penambahan Frenkel Exercise pada Senam Aerobic Low Impact Terhadap Peningkatan Keseimbangan Dinamis Lansia Utami, Juliana Tri; Arifin, Asyhara Naela; Zaidah, Lailatuz
Journal Physical Therapy UNISA Vol. 4 No. 1 (2024): April
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/jitu.3575

Abstract

Lansia menjadi kategori usia yang memiliki resiko untuk mengalami gangguan keseimbangan postural. Masalah keseimbangan disebabkan kemunduran pada morfologis otot yang mengakibatkan adanya perubahan pada fungsional serta berkurangnya kekuatan dan kontraksi otot. Frenkel Exercise bertujuan dalam memantapkan kontrol terhadap voluntary movement menggunakan seluruh mekanisme dari sensoris, visual, vestibular, dan proprioseptif. Latihan ini dilakukan dalam posisi telentang, duduk, dan berdiri. Senam aerobic low impact memacu tubuh secara general agar bergerak, gerakan senam akan membantu menguatkan pada kemampuan otot tungkai mempertahankan keseimbangan. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dari penambahan Frenkel Exercise pada senam aerobic low impact dalam meningkatkan keseimbangan dinamis lansia. Metode penelitian ini menggunakan quasi experimental dengan rancangan two group pretest-posttest design, teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Sampel berjumlah 30 orang. Kelompok 1 diberikan senam aerobic low impact dan kelompok 2 diberikan penambahan Frenkel Exercise pada senam aerobic low impact dengan program latihan 3x dalam seminggu selama 4 minggu. Alat ukur dalam penelitian ini adalah Time Up and Go Test. Hasil dari penelitian ini adalah Uji hipotesis I () terdapat pengaruh senam aerobic low impact terhadap peningkatan keseimbangan dinamis lansia, uji hipotesis II ( terdapat pengaruh penambahan Frenkel Exercise pada senam aerobic low impact terhadap peningkatan keseimbangan dinamis lansia. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penambahan Frenkel Exercise pada senam aerobic low impact pada keseimbangan dinamis lansia. Saran dari peneliti, Lansia diharapkan dapat secara rutin melakukan senam aerobik low impact dengan penambahan Frenkel Exercise untuk menjaga keseimbangan gerak tubuh dengan pengawasan anggota keluarga.