Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENANAMAN MANGROVE SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN ABRASI DI DESA SOCAH KABUPATEN BANGKALAN Syah, Achmad Fachrudin
Jurnal Ilmiah Pangabdhi Vol 6, No 1: April 2020
Publisher : LPPM Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/pangabdhi.v6i1.7054

Abstract

Ekosistem hutan mangrove merupakan habitat penting bagi organisme kelautan dan sebagai penjaga pantai dari abrasi. Salah satu daerah yang mempunyai hutan mangrove dan cukup rentan dengan terjadinya abrasi adalah Desa Socah di Kabupaten Bangkalan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masayarakat tentang pentingnya mangrove dalam mencegah terjadi abrasi, khusunya di Desa Socah. Kegiatan ini melibatkan pemuda karang ateruna dan warga Desa. Secara umum, kegiatan ini berjalan dengan lancar dan diikuti dengan antusias yang cukup tinggi oleh seluruh peserta. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, masyarakat Socah dapat memahami dan mengambil manfaat besar yang dimiliki oleh mangrove serta mencegah Desa Socah dari abrasi.
PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT DI EKOWISATA MANGROVE LABUHAN, BANGKALAN, MADURA Syah, Achmad Fachrudin; Cahya, Ilham; Mubarok, Khamdi; Afifa, Fitria Hersiana; Ardiansah, Andhika; Izdihar, Dhiaqonita Kautsari; Khoirun Nuha, Achmad; Anggraini, Anisa
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 3 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i3.2283

Abstract

Ekowisata Mangrove Labuhan memiliki daya tarik pada aspek konservasi ekologi, tetapi pengembangannya masih belum optimal. Tantangan utama terdapat pada sektor konservasi mangrove yang didasarkan pada jumlah tanaman yang masih terbatas, sehingga mengurangi potensi ekologi kawasan. Selain itu, sektor pemeliharaan aset menghadapi kendala berupa kondisi fasilitas penerangan yang minim serta jalur tracking yang rusak, sehingga memerlukan perbaikan untuk meningkatkan kenyamanan dan daya tarik wisatawan. Atas dasar permasalahan tersebut, maka pengabdian ini bertujuan untuk melakukan pemberdayaan masyarakat melalui mitra Kelompok Sadar Wisata Payung Kuning Labuhan, Bangkalan. Metode yang digunakan yaitu pendekatan partisipasif dan kerja sama dengan komunitas lokal melalaui berbagai betuk kegiatan seperti sosialisasi (peningkatan kapasitas masyarakat), penanaman mangrove bersama, aksi sisir pantai, dan peremajaan fasilitas ekowisata mangrove. Hasil penanaman mangrove yang berhasil tumbuh akan menjadi aset penting dalam keberlangsungan hidup ekosistem serta ekowisata. Pengabdian ini telah mampu meningkatkan konservasi keanekaragaman hayati mangrove melalui penanaman 1.000 bibit mangrove, menjaga kelestarian alam melalui aksi sisir pantai dan mempromosikan praktik berkelanjutan melalui perbaikan di ekowisata mangrove Labuhan. Sosialisasi mengenai peran dan manfaat mangrove diharapkan mampu memberikan pemahaman baru tentang pentingnya mangrove di ekosistem pantai, serta menjaga kebersihan pantai dan mangrove. Peremajaan fasilitas wisata akan memberikan timbal balik keuntungan bagi mitra untuk beberapa tahun ke depan.
PEMULIHAN EKOSISTEM PESISIR GILI LABAK: TRANSPLANTASI KARANG, PENANAMAN 100 BIBIT CEMARA, DAN AKSI BERSIH PANTAI Syah, Achmad Fachrudin; Rahman, Herlambang Aulia; Al-Saari, Hidayu; Bachri, Abdul Rozak; Winata, Dimas Chandra; An-Nafi', M. Athoillah; Nasri, Nur Shamira Jamil; Abidin, Nur Fatin Aini Fekri
Jurnal Abdi Insani Vol 13 No 1 (2026): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v13i1.3321

Abstract

Gili Labak Island is one of the marine tourism destinations in Sumenep Regency that has a coastal ecosystem vulnerable to the pressures of tourism activities. The increase in the number of tourists without proper environmental management has caused damage to coral reefs and coastal erosion. This condition has reduced the quality of the environment and the beauty of the coastline. Conservation efforts through coral transplantation and casuarina tree planting are needed to maintain the sustainability of the ecosystem and tourism. In an effort to maintain the sustainability of this ecosystem, the “spider” frame is one of the most reliable transplantation methods due to its adaptive structure and efficient support for coral growth. The activities were carried out with the involvement of the community, students, and the village government. The methods used included environmental education, coral transplantation using spider frames, and the planting of 100 casuarina seedlings as an effort to rehabilitate the coastal ecosystem and sustainable tourism. These community service activities went well according to plan. Ten spider frames were successfully installed in shallow waters for coral transplantation, while one hundred casuarina seedlings were planted in coastal areas prone to abrasion. The active participation of the community, the supervisory group (Pokmaswas), and students from SMP Negeri 2 Saronggi contributed to the success of the activity. The coastal environment looks cleaner after the beach clean-up. This activity demonstrates the integration of marine and terrestrial conservation in supporting sustainable marine tourism management. With improved conditions, it is hoped that this will increase the number of tourists visiting and the economic level of the community on Gili Labak Island.