Yullastuti, Dwi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pertunjukan Wayang Orang Njajah Desa Milang Kori RRI Surakarta Lakon Gatotkaca Gandrung Yullastuti, Dwi; Bisri, Mohammad Hasan
Jurnal Seni Tari Vol 8 No 2 (2019): Kajian Tekstual dan Kontekstual Tari Nusantara
Publisher : Department of Drama, Dance, and Music Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.901 KB) | DOI: 10.15294/jst.v8i2.34999

Abstract

Konsep Njajah Desa Milang Kori dalam pertunjukan Wayang Orang RRI Surakarta yaitu melakukan pertunjukan secara berkeliling desa atau kota. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan konsep, mendeskripsikan serta mengkaji unsur pertunjukan Wayang Orang dalam Njajah Desa Milang Kori di RRI Surakarta. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan dramaturgi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi yang diabsahkan menggunakan triangulasi, kemudian dianalisis dengan proses pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan konsep pertunjukan Wayang Orang dalam Njajah Desa Milang Kori adalah menggelar pertunjukan secara berpindah-pindah tempat, berkeliling desa atau kota. Pertunjukan Wayang Orang keliling desa telah terlaksana sebanyak 8 (delapan) kali, dengan judul dan tempat pertunjukan yang berbeda-beda sejak tahun 2012 hingga Januari 2019. Konsep garap pertunjukan Wayang Orang menggunakan konsep konvensional, yaitu sama dengan pertunjukan Wayang Orang pada umumnya. Masyarakat dapat menyaksikan pertunjukan secara gratis, meskipun demikian tetap mengutamakan sajian yang berkualitas yaitu lengkap dengan unsur pertunjukannya. Adapun unsur pertunjukannya sama dengan pertunjukan Wayang Orang konvensional pada umumnya, namun ada beberapa perbedaan yang terjadi secara kondisional menyesuaikan dengan lokasi dan lingkungannya.
Pentahelix Model of Cultural Transmission in Wayang On The Street Performances in Semarang’s Old Town Yullastuti, Dwi; Fitriasari, Paramitha Dyah; Sushartami, Wiwik
Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Vol. 9 No. 2 (2025): GONDANG: JURNAL SENI DAN BUDAYA, DECEMBER 2025
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gondang.v9i2.68463

Abstract

The sustainability of traditional performing arts in the modern era requires innovative strategies to ensure cultural relevance and intergenerational transmission. This study investigates the cultural transmission process within the Wayang On The Street (WOTS) performance, held in the Old Town area of Semarang in 2024, as a collaborative model integrating traditional values into contemporary public spaces. Employing a descriptive qualitative case study, data were collected through participant observation, in-depth interviews with artists, cultural officials, and community members, and documentation of the Pandawa Pitu performance during the Semarang Old Town Festival. The analysis focuses on the interaction among actors within the pentahelix framework—academics, government, business, media, and community—in sustaining traditional performing arts in urban contexts. Findings reveal that WOTS serves not only as a platform for artistic expression but also as a medium for cultural education, public participation, and community empowerment. The synergy among stakeholders strengthens the adaptive capacity of traditional arts and fosters sustainable cultural ecosystems. This study contributes to the theoretical development of cultural transmission by emphasizing the role of multi-stakeholder collaboration as a foundation for innovative cultural preservation in contemporary society.