Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Potensi Penerapan Inovasi Teknologi untuk Peningkatan Produksi Padi Lahan Rawa Lebak di Provinsi Jambi Minsyah, Nur Imdah
Seminar Nasional Lahan Suboptimal Vol 10, No 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal ke-10 “Revitalisasi Sumber Pangan N
Publisher : Pusat Unggulan Riset Pengembangan Lahan Suboptimal (PUR-PLSO) Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minsyah NI. 2022. The Potential of application of technological innovation to increasing swamp land rice production in Jambi Province. In: Herlinda S et al. (Eds.), Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal ke-10 Tahun 2022, Palembang 27 Oktober 2022. pp. 208-216. Palembang: Penerbit & Percetakan Universitas Sriwijaya (UNSRI).The increase in rice production confronted: (1) The problem of continuing the conversion of fertile agricultural lands (paddy fields) to uses other than rice farming, and (2) The challenge of increasing sustainable rice production. One of the solutions is optimizing the use of swamp land. Writing this paper aimed to provide an overview of swamp land in Jambi Province in terms of: (1) utilization for rice farming, and; (2). Adoption of Integrated Crop Management (PTT) technology innovations. The use of swamp land in Jambi Province is not optimal, most of it is only planted once a year with local rice, aged within 5-7 months, simple cultivation techniques, minimal maintenance, and production of 2-3 t gkp/ha. One of the innovations to increase rice productivity and production in swamp land is Integrated Crop Management (PTT) for rice. In an effort to accelerate the mass diffusion of PTT rice technology innovations, the Ministry of Agriculture implemented the Integrated Crop Management Field School Program, abbreviated as SL-PTT, the program started in 2008. During this program it has been proven to be able to increase rice productivity. After this program ends, the opportunity to be adopted, fully implemented by farmers and diffused to other places tends to depend on the perceptions of farmers that are formed.
Analisis Usaha Pembibitan Kopi Liberika Tungkal Komposit di Desa Mekarjaya Kecamatan Betara Kabupaten Tanjung Jabung Barat Minsyah, Nur Imdah; Firdaus, Firdaus; Gusfarina, Defira Suci
Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi Vol. 5 No. 2 (2021): Volume 5, Issue 2, Desember 2021
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.225 KB) | DOI: 10.22437/jiituj.v5i2.15892

Abstract

Kopi Liberika Tungkal Komposit yang disingkat sebagai Libtukom telah ditetapkan sebagai salah satu kopi unggulan nasional spesifik lahan gambut dari Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari: 1). Motivasi penangkar bibit Kopi Libtukom; 2). Kapasitas dan distribusi bibit Kopi Libtukom yang dihasilkan oleh penangkar, dan; 3). Biaya dan pendapatan usaha penangkaran bibit Kopi Libtukom. Penelitian ini merupakan penelitian survey, dilkasanakan pada bulan Mei – Juni 2019, di Kelurahan Mekar Jaya, Kecamatan Batara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi. Data yang dikumpulkan terdiri dari primer dan sekunder, responden ditentukan secara sengaja. analisisnya berupa analisis deskriptif kualitatif dan eskriptif kuantitatif. Motivasi utama penangkar adalah untuk mendapatkan keuntungan ekonomi dengan memanfaatkan momentum adanya permintaan bibit Kopi Libtukom yang besar. Motivasi lainnya adalah: 1). Turut serta menjaga kemurnian bibit kopi Libtukom: 2). Mempertahankan dan meningkatkan rasa kebanggaan atas telah ditetapkannya Kopi Libtukom sebagai salah satu kopi unggul nasional spesifik lahan gambut, dan; 3). Secara tidak lansung turut membantu program pemerintah Kabupaten Tanjung jabung Barat pada khususnya dan lingkup Provinsi Jambi pada umumnya untuk mengembangkan kopi Libtukom secara masiv. Pada tahun 2016/2017 jumlah bibit kopi yang dihasilkan oleh 4 (empat) penangkar sekitar 121.000 bibit, 90 % berlabel, sisanya tidak berlabel namun calon bibitnya berasal dari pohon induk yang sama. Usaha penangkaran bibit Kopi Libtukom memberikan penghasilan yang cukup tinggi. Dalam waktu lebih kurang 6 (enam) bulan, keuntungan bersih yang diperoleh sekitar Rp 2.000,-/bibi.
Evaluasi Varietas Unggul Baru Padi Sawah Yang Dikembangkan Oleh Kelompok Penangkar Padi Di Provinsi Jambi Firdaus, Firdaus; Minsyah, Nur Imdah; Wahyudi, Erwan
Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi Vol. 5 No. 2 (2021): Volume 5, Issue 2, Desember 2021
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.186 KB) | DOI: 10.22437/jiituj.v5i2.15894

Abstract

Padi varietas unggul baru merupakan salah langkah untuk mendongkrak peningkatan produktivitas padi secara nasional. Tahun 2000 sampai 2015 pemerintah telah menghasilkan dan melepas 403 varietas unggul baru, namum tidak semuanya diadopsi oleh petani. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk melihat jenis VUB apa saja yang dominan dikembangkan oleh kelompok tani penangkar. Data diambil dari tiga kelompok tani penangkar yaitu yaitu kelompok tani penangkar Karya Mukti Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Kelompok Tani Usaha Sepakat kabupaten Muaro Jambi dan Kelompok Tani Payo Dadap Kabupaten Batang Hari. Kelompok tani Karya Mukti merupakan pelaku penangkaran benih padi yang lebih banyak melakukan bermacam-macam VUB dalam satu kali musim tanam berkisar 3-7 varietas, dibanding kelompok tani lainnya yang hanya menggunakan 1-3 varietas per musim tanam. Varietas Inpara 3 merupakan satu-satunya varietas yang selalu dikembangkan oleh ketiga kelompok tani selama kurun waktu tahun 2015 sampai 2018. Dari ketiga kelompok tani, rata-rata produksi benih varietas Inpara 3 berkisar 1,57 ton sampai 2,49 ton per ha. Produksi benih bersertifikat tertinggi varietas Inpara 3 yaitu 2,49 ton per ha (54,13 %) dari rata-rata produksi GKP sebesar 4,56 ton/ha.