Yuliana, Diyah Krisna
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS BERBASIS WEB UNTUK BASISDATA SUMBER DAYA AIR DI KABUPATEN TANGERANG Yuliana, Diyah Krisna
Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana Vol 13, No 2 (2018): Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1146.436 KB) | DOI: 10.29122/jstmb.v13i2.3334

Abstract

Kabupaten Tangerang memiliki banyak potensi sumber daya air di wilayahnya. Berdasarkan data BPDAS Ciliwung Citarum dan Dinas Binamarga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang, diketahui wilayah Kabupaten Tangerang dibagi ke dalam 11 Daerah Aliran Sungai (DAS), sehingga diperlukan pengelolaan sumber daya air yang tepat. Dalam upaya pengelolaan sumber daya air di suatu wilayah, ketersediaan data yang komprehensif dan akurat sangat dibutuhkan. Oleh sebab itu identifikasi dan inventarisasi aset sumber daya air sangat diperlukan. Kebutuhan akan berbagai macam data untuk menunjang suatu penelitian atau pekerjaan yang dilakukan oleh instansi pemerintah merupakan hal yang mutlak harus dipenuhi agar tujuan setiap kegiatan dapat dicapai secara efektif dan efisien. Kondisi saat ini di Kabupaten Tangerang menunjukkan bahwa ketersediaan data tersebut masih sulit diperoleh. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka diperlukan informasi yang memadai yang bisa digunakan dalam upaya identifikasi dan inventarisasi sumber daya air, termasuk diantaranya sistem informasi geografis berbasis web (WebGIS). WebGIS Database Sumber Daya Air di Kabupaten Tangerang dapat menghasilkan informasi jaringan sumber daya air dalam bentuk informasi spasial dan non spasial. Dengan WebGIS, Kabupaten Tangerang dapat melakukan pengembangan terhadap pengelolaan seluruh sumber daya air yang ada di wilayahnya. Kata kunci: Sumber Daya Air, WebGIS, Basisdata
KEMAMPUAN PENANGANAN TERHADAP ANCAMAN BENCANA TSUNAMI DI WILAYAH PESISIR KOTA CILEGON Yuliana, Diyah Krisna; G. Tejakusuma, Iwan
Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana Vol 11, No 1 (2016): Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5379.386 KB) | DOI: 10.29122/jstmb.v11i1.3680

Abstract

Wilayah pesisir Kota Cilegon merupakan daerah rawan gempa dan tsunami, karena posisinya yang berbatasan langsung dengan Selat Sunda yang  memiliki bahaya gempa dan dekat dengan Gunung Anak Krakatau. Pada tahun  1883 pernah terjadi tsunami besar akibat letusan Gunung Krakatau yang telah memakan korban sekitar 36.000 jiwa. Risiko bencana tsunami akan sangat besar bagi Kota Cilegon karena terletak di wilayah pesisir dengan tingkat kepadatan penduduk dan aktivitas perekonomian yang cukup tinggi. Risiko bencana yang tinggi dapat diminimalisir jika suatu wilayah memiliki tingkat kemampuan penanganan  atau kapasitas yang tinggi. Oleh karena itu kajian tentang kemampuan penanganan terhadap bencana tsunami di kota ini menjadi sangat penting. Penilaian kemampuan penanganan terhadap ancaman bencana tsunami ini dilakukan dengan menggunakan metode MCE (Multi Criteria Evaluation) dan teknik GIS (Geographical Information System). Kesehatan, kesiapsiagaan dan jumlah penduduk bekerja adalah tiga indikator penting yang digunakan dalam penilaian kemampuan penanganan di wilayah pesisir Kota Cilegon. Berdasarkan analisis MCE dan SIG diketahui bahwa Desa atau Kelurahan Randakari dan Kubangsari adalah desa atau kelurahan yang memiliki kemampuan penanganan terhadap bencana tsunami yang paling tinggi.
SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS BERBASIS WEB UNTUK BASISDATA SUMBER DAYA AIR DI KABUPATEN TANGERANG Yuliana, Diyah Krisna
Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana Vol 13, No 2 (2018): Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1146.436 KB) | DOI: 10.29122/jstmb.v13i2.3334

Abstract

Kabupaten Tangerang memiliki banyak potensi sumber daya air di wilayahnya. Berdasarkan data BPDAS Ciliwung Citarum dan Dinas Binamarga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang, diketahui wilayah Kabupaten Tangerang dibagi ke dalam 11 Daerah Aliran Sungai (DAS), sehingga diperlukan pengelolaan sumber daya air yang tepat. Dalam upaya pengelolaan sumber daya air di suatu wilayah, ketersediaan data yang komprehensif dan akurat sangat dibutuhkan. Oleh sebab itu identifikasi dan inventarisasi aset sumber daya air sangat diperlukan. Kebutuhan akan berbagai macam data untuk menunjang suatu penelitian atau pekerjaan yang dilakukan oleh instansi pemerintah merupakan hal yang mutlak harus dipenuhi agar tujuan setiap kegiatan dapat dicapai secara efektif dan efisien. Kondisi saat ini di Kabupaten Tangerang menunjukkan bahwa ketersediaan data tersebut masih sulit diperoleh. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka diperlukan informasi yang memadai yang bisa digunakan dalam upaya identifikasi dan inventarisasi sumber daya air, termasuk diantaranya sistem informasi geografis berbasis web (WebGIS). WebGIS Database Sumber Daya Air di Kabupaten Tangerang dapat menghasilkan informasi jaringan sumber daya air dalam bentuk informasi spasial dan non spasial. Dengan WebGIS, Kabupaten Tangerang dapat melakukan pengembangan terhadap pengelolaan seluruh sumber daya air yang ada di wilayahnya. Kata kunci: Sumber Daya Air, WebGIS, Basisdata
KEMAMPUAN PENANGANAN TERHADAP ANCAMAN BENCANA TSUNAMI DI WILAYAH PESISIR KOTA CILEGON Yuliana, Diyah Krisna; G. Tejakusuma, Iwan
Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana Vol 11, No 1 (2016): Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5379.386 KB) | DOI: 10.29122/jstmb.v11i1.3680

Abstract

Wilayah pesisir Kota Cilegon merupakan daerah rawan gempa dan tsunami, karena posisinya yang berbatasan langsung dengan Selat Sunda yang  memiliki bahaya gempa dan dekat dengan Gunung Anak Krakatau. Pada tahun  1883 pernah terjadi tsunami besar akibat letusan Gunung Krakatau yang telah memakan korban sekitar 36.000 jiwa. Risiko bencana tsunami akan sangat besar bagi Kota Cilegon karena terletak di wilayah pesisir dengan tingkat kepadatan penduduk dan aktivitas perekonomian yang cukup tinggi. Risiko bencana yang tinggi dapat diminimalisir jika suatu wilayah memiliki tingkat kemampuan penanganan  atau kapasitas yang tinggi. Oleh karena itu kajian tentang kemampuan penanganan terhadap bencana tsunami di kota ini menjadi sangat penting. Penilaian kemampuan penanganan terhadap ancaman bencana tsunami ini dilakukan dengan menggunakan metode MCE (Multi Criteria Evaluation) dan teknik GIS (Geographical Information System). Kesehatan, kesiapsiagaan dan jumlah penduduk bekerja adalah tiga indikator penting yang digunakan dalam penilaian kemampuan penanganan di wilayah pesisir Kota Cilegon. Berdasarkan analisis MCE dan SIG diketahui bahwa Desa atau Kelurahan Randakari dan Kubangsari adalah desa atau kelurahan yang memiliki kemampuan penanganan terhadap bencana tsunami yang paling tinggi.
TINGKAT EMISI GAS RUMAH KACA DI KABUPATEN INDRAMAYU Yuliana, Diyah Krisna
Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana Vol 12, No 2 (2017): Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1164.845 KB) | DOI: 10.29122/jstmb.v12i2.2098

Abstract

Istilah Gas Rumah Kaca mengemuka seiring dengan isu pemanasan global dan perubahan iklim yang dampaknya telah dirasakan di berbagai wilayah di Indonesia. Pemanasan global dan perubahan iklim adalah sebuah fenomena meningkatnya konsentrasi Gas Rumah Kaca (GRK) di atmosfer. Pemerintah Indonesia menargetkan dapat menurunkan kelima sektor potensial yang memicu terjadinya GRK. Kelima sektor potensial tersebut yaitu sektor Kehutanan dan lahan gambut, sektor Pertanian, Sektor energi dan transportasi, sektor industri dan sektor limbah. Kabupaten Indramayu telah melakukan Inventarisasi Gas Rumah Kaca dan melaporkannya melalui Laporan berjudul ?Inventarisasi Gas Rumah Kaca Kabupaten Indramayu Tahun 2012?. Namun, Kabupaten Indramayu belum dapat melakukan penghitungan emisi GRK sesuai standar yang ditetapkan sehingga tidak diperoleh hasil yang menunjukkan nilai besarnya emisi GRK dalam laporan tersebut. Berdasarkan hasil kalkulasi, tingkat emisi Gas Rumah Kaca di Kabupaten Indramayu cenderung tinggi dilihat dari jumlah emisi yang dihasilkan dari sektor industri dan transportasi serta terjadinya pengurangan simpanan cadangan carbon yang cukup besar pada sektor kehutanan. Dampak perubahan iklim di Kabupaten Indramayu sangat mempengaruhi kehidupan masyarakatnya, terutama pada sektor pertanian dan perikanan.