Puspitasari, Gita
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

A Paralisis Periodik Hipokalemia Dengan Renal Tubular Asidosis Tipe Distal: Laporan Kasus Husna, Annisa Nurul; Mahestari, Anisa Novia; Puspitasari, Gita; Khafiya, Nida'an
Bahasa Indonesia Vol 24 No 2 (2025): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v24i2.4886

Abstract

Pendahuluan: Paralisis periodik hipokalemia merupakan episode kelemahan otot berat yang jarang terjadi dengan prevalensi 1:100.000. Renal tubular asidosis terjadi saat ginjal tidak mampu menjaga homeostasis normal asam-basa karena defek tubular dalam ekskresi asam atau reabsorbsi ion bikarbonat. Kasus: Seorang laki-laki berusia 18 tahun mengeluhkan kelemahan anggota gerak dan leher sejak bangun tidur di pagi hari. Keluhan diawali muntah lebih dari 5 kali sejak 1 hari yang lalu. Keluhan disertai batuk dan sesak sesekali sejak 1 minggu terakhir. Pemeriksaan kekuatan motorik ekstremitas atas 4444/4444 dan ekstremitas bawah 4444/3333. Pemeriksaan elektrolit menunjukkan kalium serum 1,7 mmol/L dan klorida 110 mmol/L. Analisis gas darah menunjukkan pH 7,3, pCO2 24,4 mmHg, dan HCO3- 13 mmol/L. Analisis urin menunjukkan pH urin 8,0, kalium urin 231 mmol/24 jam, klorida urin 260 mmol/24 jam, dan kreatinin urin sebesar 15,4 mmol/24 jam. Rasio kalium banding kreatinin urin adalah 15. Pasien didiagnosis sebagai paralisis periodik hipokalemia dengan renal tubular asidosis tipe distal. Pasien mendapatkan terapi KCl intravena dan KCl per oral selama 2 hari dan didapatkan perbaikan. Simpulan: Paralisis periodik hipokalemia merupakan penyakit kelemahan tubuh yang dapat disebabkan renal tubular asidosis. Diagnosis renal tubular asidosis tipe distal ditegakkan berdasarkan adanya asidosis metabolik hiperkloremia, hipokalemia berat, anion gap urin positif, dan fungsi ginjal normal. Koreksi kalium diberikan untuk memperbaiki keadaan pasien. Prognosis umumnya baik setelah koreksi kalium.