Transformator distribusi merupakan aset vital yang mengalami penuaan isolasi akibat tekanan termal dari pembebanan. Penelitian ini bertujuan memprediksikan tren pembebanan serta mengestimasi sisa masa pakai (Remaining Useful Life) transformator distribusi di PT PLN (Persero) ULP Benjeng UP3 Gresik. Peramalan beban dilakukan menggunakan Grey Model GM(1,1) terhadap data historis delapan semester (2022–2025) pada tiga unit transformator 100 kVA yang mewakili kategori pembebanan tinggi (NC0024, 98,34%), sedang (NC0035, 67,79%), dan ringan (NC0223, 29,29%). Hasil prediksi periode 2026–2029 digunakan untuk menghitung suhu titik panas dan susut masa pakai berdasarkan standar IEC 60076-7 (hukum Montsinger) dan IEEE C57.91 (persamaan Arrhenius) pada tiga skenario operasional: baseline, kenaikan beban natural (+5%), dan ekstrem (+15%). GM(1,1) menghasilkan akurasi “Sangat Baik” dengan seluruh nilai MAPE (WBP dan LWBP) di bawah 10% dan MAE maksimum 4,80 kVA. Transformator berbeban tinggi NC0024 diprediksikan mencapai akhir masa pakai (End of Life) pada 2027 di seluruh skenario; transformator beban menengah NC0035 menurun drastis dari kondisi aman menjadi 12,67 tahun (IEC) pada skenario ekstrem, sedangkan NC0223 yang berbeban ringan relatif tidak sensitif terhadap seluruh skenario. Standar IEC 60076-7 terbukti lebih konservatif sehingga lebih sesuai sebagai sistem peringatan dini (early warning system), sementara IEEE C57.91 lebih sensitif dalam mendeteksi percepatan degradasi pada kondisi beban lebih (overload). Hasil ini merekomendasikan uprating kapasitas NC0024 sebelum 2027, pemeliharaan preventif rutin NC0035, dan pemanfaatan NC0223 sebagai gardu penampung pelimpahan beban. Kata Kunci—Transformator Distribusi, Masa Pakai, GM(1,1), IEC 60076-7, IEEE C57.91.