Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Embrio

PENGARUH PENAMBAHAN DAUN KELOR DAN LAMA PEMERAMAN TERHADAP JUMLAH BAKTERI DAN UJI ORGANOLEPTIK TELUR ASIN (TELUR AYAM KAMPUNG) Sarmiati, Sarmiati; Hidayati, Sari Gando; Fridarti, Fridarti; Dianti, Devi; Kusuma, Rudi
Jurnal Embrio Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31317/embrio.v15i2.926

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan daun kelor dan lama penyimpanan terhadap jumlah bakteri dan uji organoleptik telur asin. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen yang menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial yang masing-masaing dilakukan tiga kali ulangan untuk uji jumlah total bakteri dan organoleptik. Percobaan ini terdiri dari dua faktor yaitu faktor A dan faktor B dengan perlakuan sebagai berikut: Faktor A level persentase jumlah daun Kelor yaitu a1(0%), a2(7%), a3(14%). Faktor B lama Penyimpanan yaitu b1( 6 ), b2 (8 ), b3(10) hari. Hasil sidik ragam, interaksi pemberian daun kelor dan lama penyimpanan pada proses pembuatan telur asin, memperlihatkan pengaruh yang tidak nyata (P>0,05) terhadap jumlah bakteri dan uji organoleptik (aroma, warna kuning telur, tekstur kuning telur, tekstur putih telur, kesukaan), sedangkan untuk uji rasa telur asin memperlihatkan pengaruh nyata (P<0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: pembuatan telur asin dapat di tambah daun kelor sampai level 14% dengan lama pemeraman 10 hari
Kualitas Biskuit Jerami Padi Fermentasi yang di tambah Berbagai Jenis Leguminosa fridarti, fridarti; Dianti, Devi; Zulkarnaini, Zulkarnaini; Ramadhan, Anugrah Fajar; Jefri, PN
Jurnal Embrio Vol 16 No 1 (2024): Jurnal Embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31317/embrio.v16i1.1012

Abstract

Peternakan sebagai salah satu sektor penting penggerak ekonomi masyarakat tentu tidak dapat terlepas dari adanya keutuhan akan pakan ternak. Pakan ternak yang biasanya menggunakan tmbuh-tumbuhan hijauan kini mulai menghadapi kelangkaan sebbab semakin tergerusnya lahan hijauan yang kian beralih fungsi. Sedangkan dengan permasalahan tersebut tentu perlu dilakukan inovasi pakan alternatif yang dapat memenuhi kebutuhan pakan ditengah-tengah kelangaan pakan hijauan. Salah satunya pakan alternatif pengganti pakan hijauan adalah jerami padi yang diolah melalui proses fermentasi dengan menambahkan berbagai jenis leguminosa Seperti kaliandra, lamtoro, gamal, dan dau katepeng. Rancangan penelitian yang di gunakan adalah RAL dengan 4 perlakuan dengan 4 ulangan dimana perlakuan sebagai berikut : penambbahan dau leguminosa sebbagai berikut : P1 : 60% Jerami Padi + 30 % Daun Gamal + 10% Dedak, P2 : 60% Jerami Padi + 30 % Daun Lamtoro + 10% Dedak, P3 : 60% Jerami Padi + 30 % Daun Kaliandra + 10% Dedak, P4 :60% Jerami Padi + 30% Daun Ketepeng Cina + 10 % Dedak. Aadapun Peubah penelitian ini adalah Kandungan Bahan Kering, Bahan Organik, Protein Kasar. Hasil penelitian penambahan daun leguminosa ke dalam biskuit jerami padi fermentasi memberi pengaruh tidak nyata terhadap kandungan bahan kering, bahan organik, dan protein kasar. Kualaitas Biskuit Jerami Padi fermentasi memperlihatkan hasil tertinggi pada P2 (Daun Kaliandra) dan yang terrendah pada perlakuan P4 (daun Katepeng cina)
SUBSTITUSI LEGUMINOSA INDIGOFERA DALAM PEMBUATAN SILASE RUMPUT PAKCHONG TERHADAP KUALITAS ZAT-ZAT MAKANAN (BK, BO, BETN DAN AIR) dianti, devi; Bagus, Ardi; Mulyani, Sri; Fridarti, Fridarti; Syafrizal, Syafrizal
Jurnal Embrio Vol 16 No 2 (2024): Jurnal Embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31317/embrio.v16i2.1089

Abstract

Silase merupakan hijauan pakan ternak yang diawetkan secara anaerob. Tujuan produksi silase adalah untuk menyediakan pakan yang stabil dengan bahan kering, energi, dan nutrisi lain yang mudah dicerna dibandingkan dengan tanaman segar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan Bahan Kering (BK), Bahan Organik (BO), Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen (BETN) dan Kadar Air silase rumput Pakchong yang telah disubstitusikan dengan dengan leguminosa Indigofera zollingeriana. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2023-Januari 2024 di Jl. Delima Raya No. 33 Padang dan dianalisa di Laboratorium Nutrisi Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diberikan dalam penelitian ini yaitu P1 = Rumput Pakchong 100% + Tepung jagung 6%, P2 = Rumput Pakchong 90% + Indigofera 10% + Tepung jagung 6%, P3 = Rumput Pakchong 80% + Indigofera 20% + Tepung jagung 6%, P4 = Rumput Pakchong 70% + Indigofera 30% + Tepung jagung 6%. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah Bahan Kering (BK), Bahan Organik (BO), Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen (BETN) dan Kadar Air silase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa substitusi leguminosa Indigofera zollingeriana memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) terhadap Bahan Kering (BK), Bahan Organik (BO), Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen (BETN) dan Kadar Air silase rumput Pakchong. Substitusi Leguminosa Indigofera zollingeriana sampai level 30% dalam pembuatan silase rumput Pakchong menghasilkan silase yang baik dilihat dari kandungan BK, BO, dan BETN,ditemukan nilai BK sebesar 28,45%, BO 90,39%, BETN 38,34%, dan kadar air 71,53%
SUBSTITUSI LEGUMINOSA INDIGOFERA DALAM PEMBUATAN SILASE RUMPUT PAKCHONG TERHADAP KANDUNGAN PK, SK, LK DAN ABU Mulyani, Sri; Rahmi, Ulfi; Syafrizal, Syafrizal; Fridarti, Fridarti; Dianti, Devi
Jurnal Embrio Vol 17 No 1 (2025): Jurnal Embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31317/embrio.v17i1.1151

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan nutrisi dari substitusi leguminosa indigofera dalam pembuatan silase rumput pakchong berupa kandungan protein kasar, serat kasar, lemak kasar, dan abu, dilaksanakan pada bulan November 2023 sampai Januari 2024 di Jl. Kali Serayu No 64 Padang. Analisa sampel dilaksanakan di Laboratorium Nutrisi Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh. Penelitian merupakan penelitian eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan, semua perlakuan menambahkan aditif tepung jagung sebanyak 6%. Perlakuan yang diberikan yaitu P1 (Rumput Pakchong 100%), P2 (Rumput Pakchong 90% + Indigofera 10%), P3 (Rumput Pakchong 80% + Indigofera 20%) dan P4 (Rumput Pakchong 70% + Indigofera 30%). Parameter yang diukur adalah kandungan protein kasar, serat kasar, lemak kasar, dan abu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi leguminosa indigofera dalam pembuatan silase rumput pakchong sampai 30% memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) terhadap kandungan protein kasar, serat kasar, lemak kasar, dan abu. Kesimpulan dari penelitian ini adalah substitusi leguminosa indigofera dalam pembuatan silase rumput pakchong sampai 30% dapat menghasilkan silase dengan kualitas yang baik dibandingkan dengan perlakuan lainnya dengan hasil protein kasar 15,42%, serat kasar 29,16%, lemak kasar 3,29%, dan abu 20,08%.