Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IDENTIFIKASI MIKROFILARIA PADA PENDERITA FILARIASIS PASCA PENGOBATAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RUM BALIBUNGA puasa, roni
Jurnal Kesehatan Vol 9 No 02 (2016): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2016
Publisher : UPPM Politeknik Kesehatan Kemenkes Ternate, Maluku Utara, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.629 KB)

Abstract

Latar belakang ; Filariasis adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi parasit nematoda yang tersebar di Indonesia. Penyakit ini jarang terjadi pada anak karena manifestasi klinisnya timbul bertahun-tahun kemudian setelah infeksi. Gejala pembengkakan kaki muncul karena sumbatan mikrofilaria pada pembuluh limfe yang biasanya terjadi pada usia di atas 30 tahun setelah terpapar parasit selama bertahun-tahun. Program eliminasi dilaksanakan melalui pengobatan massal dengan Diethylcarbamazine Citrate (DEC) dan Albendazol setahun sekali selama 5 tahun. Indonesia akan melaksanakan eliminasi penyakit kaki gajah secara bertahap dimulai pada tahun 2002 di 5 kabupaten percontohan. Jika ditemukan mikrofilaril rate ? 1% pada satu wilayah maka daerah tersebut dinyatakan endemis dan harus segera diberikan pengobatan secara masal selama 5 tahun berturut-turut. Dari data Kemeterian Kesehatan tahun 2010 Provinsi Maluku Utara termasuk pada daerah yang memiliki angka kesakitan akibat mikrofilaria patut menjadi perhatian, karena penyakit ini merupakan penyakit menular. Salah satu daerah di Provinsi Maluku Utara yang harus menjadi perhatian akibat kesakitan filariasis adalah Kota Tidore Kepulauan. Pada tahun 2011 Kota Tidore menjadi daerah endemis filariasis dengan miccrofilarial rate diatas ? 1%, angka standar nasional menggambarkan daerah endemis filariasis. Tujuan ; tujuan penelitian adalah ; untuk memberikan gambaran mikrofilaria yang ditemukan pada sediaan darah penderita filariasis pasca pengobatan di Wilayah Kerja Puskesmas Rum Balibunga Kecamatan Tidore Utara  Kota Tidore Kepulauan. Metode ; penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif, dimana hasil dari identifikasi mikrofilaria pada penderita filariasis pasca pengobatan di Wilayah Kerja Puskesmas Rum Balibunga akan digambarkan dalam bentuk jumlah orang dan presentase spesies. Hasil ; pemeriksaan mikrofilaria pada penderita filariasis pasca pengobatan diwilayah kerja Puskesmas Rum Balibunga Kecamatan Tidore Utara Kota Tidore Kepulauan, dari 20  sampel darah responden yang diidentifikasi  tidak ditemukan mikrofilaria didalam darahnya. Kesimpulan ; dari hasil penelitian dapat dikatakan akan terjadi penurunan kasus filariasis, hal ini disebabkan sumber penularan atau penderita filariasis tidak ditemukan mikrofilariasis.
Studi Perbandingan Jumlah Plasmodium Malaria Menggunakan Variasi Volume Di Laboratorium RSUD dr. H. Chasan Boesoirie Ternate Puasa, Roni
Jurnal Analis Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2019): JURNAL ANALIS KESEHATAN
Publisher : Department of Health Analyst, Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.487 KB) | DOI: 10.26630/jak.v8i2.1859

Abstract

Pemeriksaan malaria yang merupakan Gold Standart adalah dengan menggunakan mikroskop. Dignosa malaria secara mikroskopis dapat dilakukan dua cara yaitu  dengan menghitung jumlah Plasmodium secara semikuantitatif dan kuantitatif. Cara kuantitatif dilakukan dengan menghitung jumlah Plasmodium malaria bersamaan dengan menghitung  jumlah leukosit, bila jumlah Plasmodium telah mencapai 100 sel dan  leukosit telah mencapai 200 maka dihentikan, bila  Plasmodium belum mencapai 100 sel maka leukosit dihitung  hingga mencapai 500 sel leukosit. Volume sampel  darah  yang digunakan untuk pembuatan sediaan darah tebal adalah 6 µl, 10 µl, 16 µl dan 20 µl. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan  jumlah Plasmodium malaria dari setiap variasi volume sampel darah tebal. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan jenis penelitian Studi Perbandingan  (Comparatif Study) dan dianalisa menggunakan Uji Anova. Jumlah sampel 1 (satu), kemudian sampel tesebut di multipikasi menjadi 120 sediaan darah. Hasil penelitian  menggunakan analisa statistik dengan derajat kepercayaan 95% didapatkan nilai signifikan setiap variasi volume  baik 10µl, 16µl dan 20µl pada sediaan darah tebal dengan nilai 0.000  < 0.005, maka hipotesa Ha diterima. Kesimpulan adalah ada perbedaan  yang signifikan antara lama volume standar 6µl dengan variasi volume 10 µl, 16 µl dan 20 µl.