Pemeriksaan malaria yang merupakan Gold Standart adalah dengan menggunakan mikroskop. Dignosa malaria secara mikroskopis dapat dilakukan dua cara yaitu dengan menghitung jumlah Plasmodium secara semikuantitatif dan kuantitatif. Cara kuantitatif dilakukan dengan menghitung jumlah Plasmodium malaria bersamaan dengan menghitung jumlah leukosit, bila jumlah Plasmodium telah mencapai 100 sel dan leukosit telah mencapai 200 maka dihentikan, bila Plasmodium belum mencapai 100 sel maka leukosit dihitung hingga mencapai 500 sel leukosit. Volume sampel darah yang digunakan untuk pembuatan sediaan darah tebal adalah 6 µl, 10 µl, 16 µl dan 20 µl. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan jumlah Plasmodium malaria dari setiap variasi volume sampel darah tebal. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan jenis penelitian Studi Perbandingan (Comparatif Study) dan dianalisa menggunakan Uji Anova. Jumlah sampel 1 (satu), kemudian sampel tesebut di multipikasi menjadi 120 sediaan darah. Hasil penelitian  menggunakan analisa statistik dengan derajat kepercayaan 95% didapatkan nilai signifikan setiap variasi volume baik 10µl, 16µl dan 20µl pada sediaan darah tebal dengan nilai 0.000 < 0.005, maka hipotesa Ha diterima. Kesimpulan adalah ada perbedaan yang signifikan antara lama volume standar 6µl dengan variasi volume 10 µl, 16 µl dan 20 µl.
Copyrights © 2019