Sabrida M. Ilyas
Program Studi Bimbingan Dan Konseling Islam IAIN Langsa

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PERAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING MENGATASI TREND LGBT (LESBIAN, GAY, BISEXUAL, DAN TRANSGENDER) DI SMA NEGERI 1 ACEH TAMIANG Ilyas, Sabrida M.
ENLIGHTEN (Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam) Vol 1 No 1 (2018): Educational Counseling, Rehabilitation Counseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/enlighten.v1i1.516

Abstract

Penelitian ini ditulis untuk mengetahui bagaimana bentuk-bentuk perilaku  trend LGBT peserta didik yang ada di SMA negeri 1 Aceh Tamiang , bagaimana peranan guru bimbingan dan konseling dalam mengatasi perilaku trend LGBT ini,   bagaimana pelaksanaan konseling realitas berbasis Al-Hikmah dan mengapa konseling realitas berbasis Al-Hikmah menjadi alternative dalam mengatasi perilaku trend LGBT peserta didik di SMA Negeri 1 Aceh Tamiang. Untuk mencari jawaban permasalahan diatas penulis menggunakan metode penelitian  deskriptif kualitatif dan subjek dan objek dalam penelitian ini adalah , guru bimbingan dan konseling dan siswa  yang terindikasi berperilaku trend LGBT . Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menujukkan bahwa : (1) Gambaran bentuk  prilaku trend LGBT yang ada pada siswa  lebih kepada mengikuti prilaku  transgender  atau gangguan identitas gender dan  tidak ditemukannya  mengikuti prilaku   lesbian, gay, dan  biseksual, (2) Peranan guru bimbingan dan konseling dalam mengatasi perilaku trend LGBT dengan mengenali peserta didik yang mengalami masalah, memahami jenis masalah, pelaksanaan bantuan dengan konseling individu dan konseling kelompok dengan mengunakan  metode konseling realita berbasis al-Hikmah   dan  evaluasi  berkelanjutan.
PERAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING MENGATASI TREND LGBT (LESBIAN, GAY, BISEXUAL, DAN TRANSGENDER) DI SMA NEGERI 1 ACEH TAMIANG Ilyas, Sabrida M.
ENLIGHTEN: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 1 No 1 (2018): Januari-Juni
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/enlighten.v1i1.516

Abstract

Penelitian ini ditulis untuk mengetahui bagaimana bentuk-bentuk perilaku  trend LGBT peserta didik yang ada di SMA negeri 1 Aceh Tamiang , bagaimana peranan guru bimbingan dan konseling dalam mengatasi perilaku trend LGBT ini,   bagaimana pelaksanaan konseling realitas berbasis Al-Hikmah dan mengapa konseling realitas berbasis Al-Hikmah menjadi alternative dalam mengatasi perilaku trend LGBT peserta didik di SMA Negeri 1 Aceh Tamiang. Untuk mencari jawaban permasalahan diatas penulis menggunakan metode penelitian  deskriptif kualitatif dan subjek dan objek dalam penelitian ini adalah , guru bimbingan dan konseling dan siswa  yang terindikasi berperilaku trend LGBT . Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menujukkan bahwa : (1) Gambaran bentuk  prilaku trend LGBT yang ada pada siswa  lebih kepada mengikuti prilaku  transgender  atau gangguan identitas gender dan  tidak ditemukannya  mengikuti prilaku   lesbian, gay, dan  biseksual, (2) Peranan guru bimbingan dan konseling dalam mengatasi perilaku trend LGBT dengan mengenali peserta didik yang mengalami masalah, memahami jenis masalah, pelaksanaan bantuan dengan konseling individu dan konseling kelompok dengan mengunakan  metode konseling realita berbasis al-Hikmah   dan  evaluasi  berkelanjutan.
MODEL KOMUNIKASI DAKWAH DALAM KONSELING REALITAS BERBASIS A L - H I K M A H: ANALISIS TERHADAP DIALOG VERBAL DALAM MENANGANI PRILAKU TREN LGBT PADA REMAJA DI ACEH TAMIANG M. Ilyas, Sabrida
AL-HIKMAH: Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Budaya Vol 8 No 1 (2017): Vol 8 No 1 Jan-Jun 2017
Publisher : DEPARTEMENT OF COMMUNICATION AND ISLAMIC BROADCASTING STUDIES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.437 KB)

Abstract

 Komunikasi dakwah dalam konseling realitas berbasis al-hikmah merupakan suatu bentuk komunikasi konseling yang khas dimana seseorang konselor melakukan konseling realitas dengan memadukan nasehat-nasehat yang bersumber sesuai dengan ajaran Alquran dan Sunah dengan pendekatan al-hikmah. Di dalam  konseling realitas berbasis al?hikmah ini tidak sekedar membantu individu atau kelompok menyelesaikan masalah kehidupan saja, namun di dalamnya juga memuat tujuan menguatkan dimensi pikiran, emosi dan spiritual-relijius agar terjadinya perubahan tingkah laku. Untuk itu, tulisan ini merupakan hasil analisis terhadap model komunikasi dakwah berbentuk dialog verbal dalam konseling realitas berbasis al-hikmah dalam  menanggani prilaku tren LGBT pada remaja di kabupaten Aceh Tamiang. Penulis menemukan bahwa dalam tehnik konseling realitas berbasis al-hikmah ini konselor melakukan prosedur dan tahap-tahap konseling dengan mengunakan pendekatan model komunikasi dakwah dalam bentuk dialog verbal. Pendekatan model komunikasi dakwah yang  dimaksud terutama dalam penggunaan bahasa verbal berbasis al-hikmah sebagai alat komunikasi ketika melakukan proses konseling. Hal tersebut karena kegiatan konseling melalui penggunaan bahasa verbal menjadi penentu dalam efektivitas terselesainya suatu permasalahan yang dialami konseli.  
ISLAMIC PSYCHOTHERAPY IN THE PANDEMIC OF COVID-19 Ilyas, Sabrida Muhammad
ENLIGHTEN: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 3 No 1 (2020): Januari-Juni
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/enlighten.v3i1.1581

Abstract

When God sent disaster in the form of the disease in humans in the world, God also gave instructions on how to deal with and treat it in His book. This paper explains the spiritual values and religiosity through Islamic psychotherapy whose aim is to provide a religious / Islamic nuanced solution to the problem of anxiety disorders and contracting Covid-19 that engulfs the world. The method that I use in this paper is a descriptive analysis method, in which the author presents data from several relevant opinions and tested through various sources then analyzes it, to produce a more effective alternative that is packaged in an appropriate, actual, factual, and contextual method. One approach to dealing with the problem of anxiety disorders and exposure to Covid-19 during a pandemic is through therapy. Sufism patience therapy seeks to optimize and unleash human spiritual energy through three phases. The takhalli phase is the phase in which humans cleanse impurities both physically and the heart, the tahalli phase is where humans learn to decorate themselves or behave with commendable qualities and the tajalli phase is how humans feel a good relationship with God is established. Patience therapy with verses of the Koran specifically to cure all diseases, namely: Quran in Surah Al-Isra 'verses 82, Surah Al-Anbiya verses 83-84, and Surah Al-Fatihah verses 1-7.
MODEL KOMUNIKASI DAKWAH DALAM KONSELING REALITAS BERBASIS A L - H I K M A H: Analisis Terhadap Dialog Verbal dalam Menangani Prilaku Tren LGBT Pada Remaja di Aceh Tamiang Sabrida M. Ilyas
Al-Hikmah Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Kebudayaan Vol 8 No 1 (2017): Volume 8 Nomor 1, Januari-Juni 2017
Publisher : DEPARTEMENT OF COMMUNICATION AND ISLAMIC BROADCASTING STUDIES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/hikmah.v8i1.398

Abstract

Komunikasi dakwah dalam konseling realitas berbasis al-hikmah merupakan suatu bentuk komunikasi konseling yang khas dimana seseorang konselor melakukan konseling realitas dengan memadukan nasehat-nasehat yang bersumber sesuai dengan ajaran Alquran dan Sunah dengan pendekatan al-hikmah. Di dalam konseling realitas berbasis al–hikmah ini tidak sekedar membantu individu atau kelompok menyelesaikan masalah kehidupan saja, namun di dalamnya juga memuat tujuan menguatkan dimensi pikiran, emosi dan spiritual-relijius agar terjadinya perubahan tingkah laku. Untuk itu, tulisan ini merupakan hasil analisis terhadap model komunikasi dakwah berbentuk dialog verbal dalam konseling realitas berbasis al-hikmah dalam menanggani prilaku tren LGBT pada remaja di kabupaten Aceh Tamiang. Penulis menemukan bahwa dalam tehnik konseling realitas berbasis al-hikmah ini konselor melakukan prosedur dan tahap-tahap konseling dengan mengunakan pendekatan model komunikasi dakwah dalam bentuk dialog verbal. Pendekatan model komunikasi dakwah yang dimaksud terutama dalam penggunaan bahasa verbal berbasis al-hikmah sebagai alat komunikasi ketika melakukan proses konseling. Hal tersebut karena kegiatan konseling melalui penggunaan bahasa verbal menjadi penentu dalam efektivitas terselesainya suatu permasalahan yang dialami konseli.
Metode Bimbingan Islami dalam Membentuk Akhlak Anak Muhibbah Muhibbah; Mawardi Siregar; Sabrida M. Ilyas
Syifaul Qulub: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Vol 1 No 1 (2020): Juli
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/syifaulqulub.v1i1.1813

Abstract

The purpose of this study are 1) To find out the Islamic guidance method in shaping children's morals at the Al-Hakim Paya Kulbi orphanage in Aceh Tamiang District, 2) to find out the implications of Islamic guidance in shaping children's morals at the Al-Hakim Paya Kulbi in Aceh Tamiang District. This type of research is field research. This is a qualitative descriptive study conducted directly on the object under study to obtain the data needed, meaning that the individual researchers talk and directly observe the people being examined using the method of observation, interviews, and documentation. As the findings of the data obtained by researchers from primary data sources, namely orphanage children and administrators/educators of the orphanage. The results showed that the Islamic guidance method in shaping the character of children in the al-Hakim Paya Kulbi orphanage in Aceh Tamiang Regency is by using; 1) exemplary methods; 2) habituation methods; and 3) lecture methods. Furthermore, the implications of Islamic guidance in shaping the morals of children in the al-Hakim Paya Kulbi orphanage in Aceh Tamiang Regency are the formation of good behavior in the orphans, increased religious practices (praying, reciting in daily life, increasing the craft of orphans, and the formation of independence in the orphanage self orphanage.
Hubungan Self Manajemen dengan Penyesuaian Diri Siswa Marimbun Marimbun; Sabrida Ilyas; Nanda Fitria Ulva
Jurnal Wahana Konseling Vol 5, No 1 (2022): JUANG: Jurnal Wahana Konseling
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/juang.v5i1.7550

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan self manajemen dan penyesuaian diri serta melihat hubungan self manajemen dan penyesuaian diri. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis korelasional. Populasi penelitian adalah siswa kelas VII MTs Nurul Ulum Pereulak yang berada di kabupaten Aceh Timur yang berjumlah 123 siswa. Penentuan sampel menggunakan rumus Taro Yamane sehingga sampel penelitian berjumlah 94 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan angket self manajemen dan penyesuaian diri dengan skala likert, pengolahan data menggunakan aplikasi SPSS 20. Data dianalisis dengan uji regresi sederhana untuk melihat self manajemen dengan penyesuaian diri. Hasil penelitian mendeskripsikan bahwa self manajemen siswa dengan kategori sedang sebanyak 71,3 %, kategori tinggi 16%, dan kategori rendah sebanyak 12,7%. Deskripsi penyesuaian diri siswa dengan kategori sedang sebanyak 73,4%, kategori tinggi 14,9%, dan kategori rendah 11,7%. Koefisien regresi self manajemen (X) sebesar 0,488 yang bernilai positif yang menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara self manajemen terhadap penyesuaian diri dengan nilai R Square sebesar 0,307 menunjukkan bahwa 30,7% variasi nilai penyesuaian diri yang ditentukan oleh self manajemen yang memiliki pengaruh terhadap penyesuaian diri. Kesimpulan penelitian self manajemen memilki hubungan positif terhadap penyesuaian diri.
Pelatihan Konselor Teman Sebaya di SMA se-Kota Langsa Chalidaziah, Wan; M. Ilyas, Sabrida; Nanda, Septia
Connection : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): Juli - Desember
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/connection.v4i2.9860

Abstract

Kebutuhan guru BK disekolah SMA se- Kota Langsa masih belum mencukupi secara rasio yang ideal berdasarkan Permendikbud No 111 tahun 2014 yakni 1: 150 siswa. Kondisi lainya adalah remaja belum mampu terbuka dengan guru BK sehingga remaja lebih suka memecahkan masalahnya dengan teman sebaya. Tujuan pengabdian ini adalah mengetahui gambaran pemahaman siswa SMA se- Kota Langsa tentang konselor sebaya di sekolah. Kemudian mengetahui kesiapan siswa SMA se- Kota Langsa menjadi konselor sebaya. Selanjutnya mengetahui efektivitas kegiatan pelatihan mencetak konselor sebaya di SMA se- Kota Langsa. Metode pengabdian menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR). Pada tahap persiapan membuat skala kebutuhan akan konseling sebaya dan merumuskan rancangan modul. Tahap pelaksanaan pelatihan menggunakan metode off the job training yakni metode pelatihan yang digunakan ceramah, dan FGD. Tahap Monitoring dan Evaluasi menggunakan sistem UCA (Understanding, Comfort and Action) yaitu membuat kelompok konseling teman sebaya di sekolah . Hasil pengabdian memperlihatkan bahwa pada setiap peserta kegiatan mendapatkan peningkatkan pemahaman pada saat sebelum diberikan pelatihan dan sesudah diberikan pelatihan. Ditinjau dari jurnal harian yang berikan oleh peserta sudah mampu menerapkan keterampilan dasar konselor teman sebaya. Keunggulan dari pengabdian ini adalah terbentuknya konselor sebaya yang dapat membantu guru BK dalam menyelesaikn masalah remaja di sekolah dan membantu program prioritas BKKBN Kota Langsa agar para remaja produktif dalam bidang sosial
Penyuluhan dan Edukasi Kesejahteraan Emosional Melalui Terapi SEFT Bagi Komunitas Wirit M. Ilyas, Sabrida; Mua’zirin, Mua’zirin; Nate, Finte; Aulia Rahim, Reynaldi; Lutfina, Lutfina; Mayani Lubis, Nazly
Connection : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2025): Januari - Juni
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/connection.v5i1.9494

Abstract

Kesejahteraan emosional ibu-ibu di Desa Rimbang Sawang menjadi perhatian utama dalam program pengabdian masyarakat ini, mengingat tantangan emosional yang mereka hadapi akibat kondisi sosial dan ekonomi yang sulit. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan emosional melalui penerapan terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT). Metode yang digunakan mencakup penyuluhan, praktik teknik SEFT, serta diskusi dan refleksi dengan 35 peserta ibu-ibu komunitas wirid berusia 28 hingga 60 tahun. Temuan penting dari hasil pengabdian menunjukkan penurunan signifikan dalam tingkat stres dan kecemasan peserta, dengan skor stres berkurang dari 7.2 menjadi 4.5 dan kecemasan dari 6.8 menjadi 4.3. Peningkatan juga terlihat dalam pemahaman dan keterampilan praktik SEFT, yang menunjukkan bahwa peserta memperoleh manfaat praktis dari pelatihan. Kesimpulannya, program ini berhasil mencapai tujuannya dengan memberikan dampak positif pada kesejahteraan emosional ibu-ibu wirid dan meningkatkan keterampilan mereka dalam menerapkan teknik SEFT. Hasil ini menegaskan efektivitas SEFT sebagai alat untuk mengelola stres dan memperbaiki kesejahteraan emosional dalam komunitas tersebut. Selanjutnya, disarankan untuk melanjutkan program ini dengan sesi lanjutan dan pembentukan kelompok dukungan untuk memastikan keberlanjutan manfaat yang diperoleh.
The Role of Family in the Social and Emotional Development of Adolescents from Broken Homes: A Case Study in Seulalah Baru Village Salsabila, Natasya; Chalidaziah, Wan; Ilyas, Sabrida M.
Altruistik : Jurnal Konseling dan Psikologi Pendidikan Vol 3 No 1 (2023): Altruistik : Jurnal Konseling dan Psikologi Pendidikan (January - June)
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/altruistik.v3i1.69911

Abstract

This study aims to explore in depth the role of the family in the social and emotional development of adolescents from broken homes in Seulalah Baru Village, Langsa City. The increasing prevalence of family disharmony and parental divorce has generated significant psychosocial impacts on adolescent well-being. This research employed a qualitative approach with a case study design, allowing the researcher to examine adolescents’ subjective experiences and family interaction dynamics within their sociocultural context. The participants consisted of three broken-home families selected through a purposive sampling technique. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation, and analyzed using the Miles and Huberman interactive model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that adolescents’ social and emotional development in broken-home families is influenced by parenting patterns, communication quality, emotional support, religious values, and social environment. The study identifies family religiosity and community support as protective factors that mitigate emotional instability and maladaptive behavior among adolescents. The results further emphasize that the quality of emotional relationships and family communication is more crucial to adolescents’ socio-emotional well-being than the structural completeness of the family itself. Theoretically, this study strengthens Bandura’s social learning theory and Bronfenbrenner’s ecological theory. Practically, it provides a foundation for developing family support programs rooted in cultural and spiritual values, contributing to more holistic and contextually relevant interventions for adolescents from broken-home families.