Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Komunikasi dalam Era Teknologi Komunikasi Informasi Herawati, Erni
Humaniora Vol 2, No 1 (2011): Humaniora
Publisher : Bina Nusantara University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21512/humaniora.v2i1.2955

Abstract

Globalization and the advancement of information and communication technology has helped people to communicate in ways we never imagined before. The computer technology advancement has been attached to communication tools, like radio, television, telephone, cellular phone, smart phone, or even tablets PC; has made people around the world, including Indonesia, is going to globalized communication changing. Human culture is always developed according to the existing technology advancement. Thus information technology is growing with many variants that made people keep looking for the latest invention in communicating. Communication that facilitated by new mediums has made communication theorists look back to the previous communication theories. 
Konstruksi Realitas Kehidupan Kedua Pemain Game Online: Studi pada Para Pemain Game Online dalam Membentuk Realitas dan Komunitas Virtual Herawati, Erni
Humaniora Vol 5, No 1 (2014): Humaniora
Publisher : Bina Nusantara University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21512/humaniora.v5i1.3036

Abstract

Through the development information technologies, online gaming has become a means of communication and interaction between people. They build a virtual social world between them. The problem of this research is how the online game players build they second or secondary lives, particulary how they create second communities, identity, and space in virtual world. This research use qualitative method. The informants are from the online game player aand the data obtained from observation and interview. The results are second lives has a meaning as parallel wolrd that build as a the first world. This live is represents the imagination of the individual fantasy world that provided by online gaming developers.
Analisis Hukum Kedaulatan Digital Indonesia Yuniarti, Siti; Herawati, Erni
Pandecta Research Law Journal Vol 15, No 2 (2020): December
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/pandecta.v15i2.18293

Abstract

AbstrakPerkembangan TIK, khususnya internet, memunculkan berbagai aktivitas melalui ruang siber (cyberspace) yang memunculkan manfaat dan resiko secara bersamaan. Dalam perspektif negara, pemanfaatan TIK dapat dioptimalkan untuk menjalankan fungsi negara dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Guna mendorong pemanfaatan dalam ruang siber secara optimal, diskusi mengenai kedaulatan negara dalam ruang siber menjadi salah satu pertanyaan mendasar. Penegakan kedaulatan digital oleh negara kerap pula diperlukan untuk meminimalisasi efek negatif yang timbul pada lingkup politik, sosial, ekonomi, budaya dan keamanan nasional. Olehkarenanya, penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana kedaulatan digital diinterprestasikan oleh Indonesia melalui instrumen pemerintahan. Penelitian ini merupakan penelitian tahap awal yang memerlukan penelitian lanjutan. Menggunakan metode yuridis normatif, penelitian awal ini menyimpulkan bahwa dalam rangka pembentukan kedaulatan digital oleh negara, Indonesia saat ini memusatkan pada pembentukan cyber territory dan sumber daya manusia sebagai langkah awal untuk membangun kedaulatan digital. Namun, Indonesia belum memiliki regulasi pada level undang-undang yang secara khusus mengatur mengenai perlindungan data pribadi.The development of ICT's, especially the internet, has led to various activities through cyberspace that has generated benefits and risks simultaneously—from a state's perspective, using ICTs to carry out the state's function in externalizing the welfare's society. To optimize cyberspace's utilization, the discussion on state sovereignty in cyberspace is one of the fundamental questions. The state's enforcement of digital sovereignty is often needed to minimize the adverse effects on political, social, economic, cultural, and national security. Therefore, this research goal is to analyze how Indonesia interprets digital sovereignty through government instruments. This research is early-stage research that requires further research. This preliminary study concludes that Indonesia is currently focusing on developing cyber territory and human resources as a first step to develop Indonesia's digital sovereignty. However, the protection of personal data has not been covered by a specific personal data act at this moment.
Hubungan Antara Pengetahuan Dengan Efikasi Diri Penderita Tuberkulosis Paru Herawati, Erni; Purwanti, Okti Sri
Jurnal Berita Ilmu Keperawatan Vol. 11, No. 1, 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bik.v11i1.10585

Abstract

Tuberculosis (TB) is a pulmonary infectious diseases that can attack the lungs. Handling of the high prevalence of TB should be taken to control the disease Pulmonary TB , one of which is the treatment. In addition to treatment to achieve a cure is very important for patients with pulmonary TB have the knowledge about the disease and have a high self-efficacy. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge and self-efficacy pulmonary tuberculosis patients. This research is quantitative research with a cross-sectional approach. The method used non-probability sampling. This research is pulmonary tuberculosis patients who underwent outpatient at Polyclinic BBKPM TB. The samples were 72 respondents with an accidental sampling technique. The instrument was a questionnaire of knowledge and self-efficacy has been tested on 20 patients with pulmonary tuberculosis. Non-parametric data analysis using the Spearman rho correlation coefficient test with the results showed that most of the patients are in the category of enough knowledge and most have high self-efficacy with p = 0.001 < α = 0.05 and Spearman correlation value for 0381. The conclusion that the existence of a positive and significant relationship between knowledge and self-efficacy pulmonary tuberculosis patients in Surakarta BBKPM.
Edukasi Gizi Seimbang Bagi Ibu hamil untuk Pencegahan Stunting di Puskesmas Praya Herawati, Erni; Apriani , Leni; Mardianti, Lina; Nurhayati; Baiq Reni Pratiwi
SAMBARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2026): Januari
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/sambarapkm.v4i1.1392

Abstract

Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang serius di tingkat global maupun nasional, termasuk di Indonesia. Salah satu faktor risiko utama stunting adalah status gizi ibu selama kehamilan, sehingga ibu hamil menjadi sasaran strategi dalam upaya pencegahan stunting sejak dini. Observasi awal di wilayah kerja Puskesmas Praya menunjukkan bahwa sebagian ibu hamil masih memiliki pemahaman yang terbatas mengenai gizi seimbang selama kehamilan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu hamil tentang pentingnya menyediakan gizi seimbang sebagai upaya pencegahan stunting. Metode yang digunakan adalah edukasi kesehatan melalui penyuluhan dan diskusi interaktif. Kegiatan dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Praya dan diikuti oleh ibu hamil trimester II dan III. Materi disampaikan secara lisan dengan bahasa sederhana, meliputi konsep gizi seimbang, kebutuhan zat gizi selama kehamilan, serta dampak kekurangan gizi terhadap pertumbuhan janin. Hasil kegiatan menunjukkan respon yang positif dari peserta, ditandai dengan antusiasme selama penyuluhan dan keaktifan dalam sesi diskusi. Peserta mampu mengingat kembali informasi yang disampaikan dan menunjukkan pemahaman yang lebih baik terkait gizi seimbang selama kehamilan. Dapat disimpulkan bahwa edukasi gizi seimbang melalui penyuluhan kesehatan efektif dalam meningkatkan pemahaman ibu hamil dan berpotensi mendukung upaya pencegahan stunting sejak masa kehamilan. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bagian dari strategi promotif dan preventif yang berkelanjutan pada tingkat pelayanan kesehatan primer.