Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengendalian Mobile Robot Menggunakan Personal Computer Dengan Koneksi Bluetooth Suradana, I Made; Sudiarsa, I Wayan
Jurnal Nasional Pendidikan Teknik Informatika : JANAPATI Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Informatika Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (844.027 KB) | DOI: 10.23887/janapati.v2i1.9766

Abstract

Perkembangan teknologi yang semakin pesat khususnya dalam bidang perkembangan robot yang menjadikan kualitas kehidupan manusia semakin tinggi. Robot dikembangkan tidak lain untuk mempermudah pekerjaan manusia. Dalam dunia robot terdapat kategori mobile robot. Mobile robot adalah robot yang dapat bergerak  atau berpindah tempat dan dapat dikendalikan secara otomatis atau manual.Mobile robot yang dapat dikendalikan user menggunakan komputer sebagai  interface pengendaliannya. Untuk menghubungkan mobile robot dengan komputer saat ini menggunakan kabel. Tentunya banyak kekurangan dalam penggunaan kabel sebagai media penghubung pengendalian mobile robot misalnya seperti terbatasnya gerakan mobile robot dari panjang kabel, kabel cepat rusak karena sering terjadinya tekukan pada kabel dan robot terlihat kurang menarik. Berkaitan dengan hal itu, bagaimana jika penghubung antara mobile robot dengan komputer tanpa menggunakan media kabel melainkan menggunakan teknologi tanpa kabel yang saat ini telah mengalami perkembangan yang pesat.Pada makalah ini mobile robot yang dibuat menyerupai tank. Dengan menggunakan akrilik sebagai body mobile robot yang menjadikan mobile robot terlihat  menarik. Board arduino yang dilengkapi mikrokontroler AVR Atmega8 diprogram dengan menggunakan software codevisionavr. Penggerak mobile robot menggunakan  twin gearbox motor dc yang ditempatkan pada posisi belakang mobile robot.Setelah dilakukan pengujian mobile robot didapat waktu tempuh rata-rata  mobile robot bergerak maju dalam jarak 1 meter adalah 0,154 m/s dan waktu rata ? rata yang diperlukan mobile robot untuk melakukan putaran sebesar 3600 adalah 2,48 detik.
Enhancing Banking Soundness: RGEC Framework Implementation for Risk Management and Corporate Governance in Indonesian Banks – A Comparative Analysis with ASEAN Banking Practices Asmawardhani, Dewi; Suradana, I Made
Indonesian Journal of Social Research (IJSR) Vol 8 No 1 (2026): Indonesian Journal of Social Research (IJSR)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/ijsr.v8i1.764

Abstract

Despite Indonesia's adoption of Basel III standards and high formal compliance rates (96%) in Good Corporate Governance (GCG), a critical implementation gap persists between regulatory adherence and substantive governance effectiveness. This study addresses the fundamental question: How does RGEC framework implementation influence banking performance and financial stability in Indonesia compared to ASEAN counterparts? This research employs a mixed-methods approach combining systematic literature review with meta-analysis of 68 peer-reviewed empirical studies published between 2019-2024, supplemented by thematic analysis of regulatory documents and banking reports. The findings reveal that integrated risk management demonstrates significant positive effects on banking performance (coefficient: 1.174, p=0.0003), with credit risk and operational risk emerging as primary determinants explaining 67% of performance variance. Thematic analysis identifies three critical gaps: (1) compliance-substance disconnect in GCG (96% compliance vs. suboptimal effectiveness), (2) heterogeneous risk governance capabilities across banking tiers, and (3) limited integration of emerging risks into RGEC assessments. While Risk Profile, GCG, and Earnings negatively predict financial distress, Capital shows paradoxical positive effects, indicating that capital adequacy alone is insufficient without complementary risk governance quality. This research contributes a novel hierarchical risk-impact model specific to Indonesian banking and proposes an enhanced RGEC+ framework incorporating climate risk, cybersecurity, and fintech disruption dimensions. The principal theoretical contribution demonstrates that formal adoption of international standards does not automatically translate to substantive effectiveness without supporting organizational culture and capacity development—a critical insight for emerging market financial development.