Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Design And Construction Of An Automatic Sluice Control System On Dams Husni, Muhamad; Candra, Oriza
Jurnal Teknik Elektro Indonesia Vol 5 No 1 (2024): JTEIN: Jurnal Teknik Elektro Indonesia
Publisher : Departemen Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtein.v5i1.578

Abstract

Pada bendungan-bendungan yang sudah ada, digunakan pintu air untuk mengatur banyaknya air dalam bendugan itu. Pintu air dikendalikan oleh manusia yang bertugas menjaga supaya air dalam bendungan tetap stabil. Dalam hal ini tidak melebihi batas yang sudah ada. Oleh karena itu, petugas penjaga pintu air harus siap siaga setiap saat. Alat ini berguna sebagai pengganti tenaga manusia. Dengan pernyataan semakin berkembangnya teknologi yang canggih, dengan mengkombinasikan antara aurduiono nano dengan motor dc sebagai pengangkat pintu air. Pengendali pintu air ini bekerja secara otomatis. Sensor ultrasonik ping mendeteksi ketinggian air dan diolah oleh aurduiono nano lalu data berupa ketinggian air yang dideteksi akan ditampilkan pada layar LCD. Sedangkan buzzer sebagai tanda apabila air melebihi ketinggian 5 cm dan buzzer akan berbunyi.. Untuk dapat membuka dan menutup pintu air digunakan motor DC. Setelah dilakukan pengujian alat maka diperoleh hasil bahwa alat dapat bekerja dengan baik sesuai dengan perancangannya dan mengendalikan pintu air secara otomatis sesuai dengan data ketinggian air yang telah diinputkan pada program yaitu <= 2 cm dengan keadaan AMAN, 3-5 cm dengan keadaan NORMAL dan >5 cm dengan keadaan WASPADA. Pada saat keadaan WASPADA buzzer akan aktif maka pintu air akan terbuka secara otomatis dan akan tertutup jika ketinggian air <= 2cm dengan keadaan AMAN.
Chain Decisions in Digital Government: Between Validity, Integration, and Legal Consequences Jiwantara, Firzhal Arzhi; Herlambang, Rudy; Rahman, Abd; Husni, Muhamad
LEGAL BRIEF Vol. 14 No. 6 (2026): Law Science and Field
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/legal.v14i6.1537

Abstract

The development of digital government in Indonesia presents a new paradigm in administrative decision-making through integrated electronic systems. Decisions in digital government often have a cascading nature, where initial decisions form the basis for subsequent decisions. This study analyzes the validity of cascading decisions and the legal consequences of digital system integration, focusing on how flaws at one stage can affect the validity of subsequent decisions, and how system synchronization determines the legal consequences of data or procedural inconsistencies. The research methods used are literature review and normative analysis of national regulations, including Presidential Regulation No. 95 of 2018 concerning Electronic Systems and Transactions (SPBE) and Government Regulation No. 82 of 2012 concerning the Implementation of Electronic Systems and Transactions. The results show that the validity of cascading decisions is highly dependent on compliance with legal procedures, data integrity, and the application of administrative law principles. Meanwhile, good digital system integration can ensure consistency, legal certainty, and accountability, while integration failures have the potential to create legal uncertainty and administrative disputes. This study emphasizes that digital government is not merely a technological transformation, but also a legal transformation that requires strict system and procedural management.