Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS DANGLING MODIFIER PADA HASIL PENELITIAN DAN DISKUSI YANG DITULIS OLEH MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS UNIVERSITAS PGRI SEMARANG TAHUN AKADEMIK 2013/2014 Ngasbun Egar; Siti Musarokah; Fitri Yulianti
Media Penelitian Pendidikan : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan dan Pengajaran Vol 9, No 2 (2015)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.025 KB) | DOI: 10.26877/mpp.v9i2 DESEMBER.915

Abstract

The aims of the study are 1) to describe how dangling modifiers are used by the students in writing Research Findings and Discussion and 2) to give a solusion of the dangling modifiers produced by them. ?é?áThis study is descriptive qualitative research. The object of the study is the Final Projects, especially Research Findings and Discussion Chapter written by the English Education Department Students of University of PGRI Semarang in the academic year 2013/2014. The total number of the sample is 30 Final Projects, and purposive sampling is used in getting the sample. In collecting the data, the writers used non interactive method that is in the form of documentation. There are three components used in analyzing the data?óÔé¼ÔÇØreducing the data, presenting the data, and drawing conclusion. The result of this study shows that the writers found 39 sentences of the 22 Research Findings and Discussion indicated dangling modifier. There was no dangling modifier in 8 Research Findings and Discussion. The sentences indicated dangling modifier started with present participle, past participle, to infinitive, dan prepositional phrase. The dangling modifiers are because the inroductory phrases of the sentences did not refer to the subjects of the main clauses. In other words, the subjects of the main clauses did not match with the introductory phrases of the sentences or the parts ofmain clausewere in the form of expletive construction orpassive construction; as a result, thesubjects were not clear. In solving the problems of the dangling modifiers, the writers changed the subjects of the main clauses, so these matched with both the introductory phrases (modifiers) and the main clauses or added subordinating conjunctions and subjects (doer of action) on the introductory phrases, so these phrases became complete introductory clauses(adverbial clause). Then it is suggested for the advisors to improve the quality in guiding the students to write Research Findings and Discussion both in techniques to write them and/or the structures of the sentences, so the students can minimize the errors in writing sentences, especially dangling modifier. ?é?á Keywords: analysis,dangling modifier, Reserach Findings and Discussion
EARLY BIRD SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS DI SD A. B. PRABOWO K. A.; Faiza Hawa; Fitri Yulianti
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2010): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v1i2.139

Abstract

Abstract: Early Bird is a current product applied in Elementary School as a media of English teaching. It implies the progress of teaching learning process which enhances students?óÔé¼Ôäó ability in understanding English vocabularies and teacher?óÔé¼Ôäós creativity. This media has been acknowledged to Elementary English teachers who join in Gubug English Teachers?óÔé¼Ôäó Association, Grobogan. This media can help the English teachers create an alternative media based on the mechanism of Early Bird. It means that Early Bird cannot only be used as a media, but also can inspire the teachers to create an alternative media in teaching English in the Elementary school.Key words: Early Bird, alternative media, English teaching
Perbandingan Rata-rata Keefektifan antara Kamus Elektronik dan Buku Kamus Dwi Bahasa (Indonesia - Inggris) dalam Mendukung Penguasaan Kosa Kata Bahasa Inggris Mahasiswa IKIP PGRI Semarang A.B. Prabowo K. A.; Fitri Yulianti
MAJALAH LONTAR Vol 23, No 4 (2009): Majalah Ilmiah Lontar
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/ltr.v23i4.240

Abstract

Abstrak: Indonesia yang sejak lama bermimpi untuk dapat duduk sejajar dengan negara-negara maju lain di dunia, kini semakin menggiatkan pembelajaran Bahasa Inggris.?é?á Jenjang pembelajaran Bahasa Inggris pun kini sudah dikenalkan sejak di tingkat PAUD. Kedudukan Bahasa Inggris yang menjadi bahasa asing (kini bahkan telah menjadi bahasa kedua) di Indonesia memaksa warganya untuk menguasai sebanyak mungkin kosakata supaya dapat berkomunikasi dengan lancar.?é?á Alat bantu yang digunakan untuk mendukung usaha ini adalah kamus yang kian hari kian berkembang ragamnya. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah 1) mengetahui keunggulan dan kelemahan kamus elektronik dan buku kamus?é?á dwi bahasa, 2) mengetahui prosentase perbandingan hasil belajar antara siswa yang menggunakan kamus elektronik dan buku kamus, dan 3) mengetahui jenis kamus yang lebih efektif dalam mendukung penguasaan kosa kata Bahasa Inggris. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian gabungan (kualitatif dan kuantitatif) random class yang dirancang sebagai penelitian studi kasus.?é?á Subjek penelitian dalam kasus ini adalah mahasiswa semester 2 IKIP PGRI Semarang angkatan 2007-2008 yang sedang menempuh mata kuliah Lexical I berjumlah 816 mahasiswa.?é?á Kamus elektronik dwi bahasa (IndonesianInggris) dari berbagai merk dagang dan buku kamus dwi bahasa (IndonesianInggris) adalah objek dari penelitian ini. ?é?á Keunggulan kamus elektronik antara lain lebih mudah dalam penggunaan, namun kamus elektronik relatif lebih tinggi harganya dibanding jenis kamus lain.?é?á Sedangkan keunggulan buku kamus antara lain selain harganya relatif lebih rendah, di sana banyak terdapat contoh kalimat sebagai penerapan dari suatu kata sehingga memudahkan pembelajar dalam membedakan makna dan fungsi masing-masing kata.?é?á Namun kekurangannya kamus jenis ini sulit dibawa karena ketebalan dan ukurannya.?é?á Prosentase rata-rata keefektifan dari hasil tes menggunakan dua jenis kamus berbeda ini adalah 52,3 untuk kamus elektronik, dan 63,1 untuk buku kamus.?é?á Dari hasil penelitian tersebut, diperoleh kesimpulan bahwa buku kamus lebih efektif.?é?á Sebagai penutup, penulis memberikan beberapa saran, yaitu pihak-pihak yang terkait dengan dunia pendidikan, khususnya yang berkenaan dengan pemelajaran Bahasa Asing supaya cermat dalam memilih kamus yang lebih efektif dipakai para pemelajar, yaitu buku kamus dwi bahasa, pilihlah yang memuat contoh kalimat lebih banyak serta berisi pengetahuan umum yang dapat menambah wawasan pemelajar, dan lakukan perawatan terhadap buku kamus yang telah dimiliki supaya dapat lama digunakan. Kata kunci: bahasa asing, buku kamus, kamus elektronik, keefektifan