Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

HUBUNGAN BEBAN KERJA PERAWAT DENGAN PERILAKU CARING PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RS PKU MUHAMMADIYAH GAMPING Putri, Rismauli Agista; Imallah, Rosiana Nur; Masitoh, Rohayati
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 19th University Research Colloquium 2024: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

"Abstrak Perilaku caring merupakan inti dari praktik keperawatan dan atribut penting perawat yang dapat mempengaruhi hasil kesehatan pasien dan kepuasan pasien. Perawat merupakan orang yang bertanggung jawab untuk mengontrol pasien selama 24 jam dan secara alami terpapar pada banyak faktor stres. Permasalahan yang berkembang saat ini adalah rendahnya perilaku caring perawat. Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah beban kerja perawat yang tinggi. Peningkatan beban kerja perawat akan membuat perawat kelelahan dan interaksi dengan pasien menjadi terbatas sehingga dapat berdampak pada penerapan perilaku caring perawat terhadap pasien. Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan beban kerja perawat dengan perilaku caring perawat di RS PKU Muhammadiyah Gamping. Metode penelitian menggunakan deskriptif analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar perawat memiliki beban kerja yang berat sebanyak 97,7% dan memiliki perilaku caring kurang baik sebanyak 81,8%. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Spearmant Rank dengan hasil nilai p-value = 0,000 (p-value 0,032 < 0,05) yang artinya ada hubungan yang signifikan antara beban kerja perawat dengan perilaku caring perawat di ruang rawat inap RS PKU Muhammadiyah Gamping. Keeratan hubungan dengan nilai signifikasi r = 0,323* (korelasi positif). Kesimpulan penelitian adalah beban kerja perawat yang berat berhubungan dengan perilaku caring perawat yang kurang baik. Hal ini menjadi bahan masukan RS untuk memperbaiki pengelolaan asuhan keperawatan sehingga beban kerja perawat dapat sesuai dan mengupayakan peningkatan perilaku caring perawat. Kata kunci: Kata kunci 1; beban kerja 2; perilaku caring 3; perawat "
Kehandalan pelayanan keperawatan dengan kepuasan pasien di ruang rawat inap Sani, Zul Fadli; Imallah, Rosiana Nur; Masitoh, Rohayati
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 2 (2026): February Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i2.2276

Abstract

Background: Patient satisfaction in hospitals can be achieved through the quality of nursing services provided, one of which is nurse reliability. Nurses with reliability are those who meet patient expectations, such as keeping promises, resolving problems effectively, providing satisfaction, and demonstrating a trustworthy attitude. Purpose: To determine the relationship between nursing service reliability and patient satisfaction in inpatient wards. Method: This quantitative study used a descriptive correlation design with a cross-sectional approach. The sampling technique used purposive sampling, with a sample size of 97 respondents. The research instrument used a questionnaire. Data analysis used the Kendall Tau test. Results: The reliability of nursing services was categorized as good by 81 respondents (83.5%), while patient satisfaction was categorized as satisfied by 78 respondents (80.4%). The data analysis yielded a value of 0.015 <0.05. Conclusion: There is a relationship between nursing service reliability and patient satisfaction in inpatient wards.   Keywords: Nursing Services; Patient Satisfaction; Reliability.   Pendahuluan: Kepuasan pasien di rumah sakit dapat tercipta dari kualitas pelayanan keperawatan yang diberikan salah satunya adalah kehandalan perawat. Perawat yang memiliki kehandalan yaitu kemampuan untuk memenuhi harapan pasien seperti menepati janji, menyelesaikan permasalahan dengan baik, memberikan kepuasan, serta menunjukkan sikap yang dapat dipercaya. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan kehandalan pelayanan keperawatan dengan kepuasan pasien di ruang rawat inap. Metode: Penelitian kuantitatif dengan rancangan deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling, dengan jumlah sampel 97 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan Uji Kendall Tau. Hasil: Kehandalan pelayanan keperawatan mayoritas berada pada kategori baik sebanyak 81 responden (83,5%) dengan kepuasan pasien berada pada kategori puas sebanyak 78 responden (80,4%). Hasil analisis data diperoleh nilai 0.015<0.05. Simpulan: Terdapat hubungan antara kehandalan pelayanan keperawatan dengan kepuasan pasien di ruang rawat inap.   Kata Kunci : Kehandalan; Pelayanan Keperawatan; Kepuasan Pasien
Self efficacy perawat terhadap tingkat kepatuhan hand hygiene di ruang keperawatan kritis Sawitri Abiad, Malaika; Imallah, Rosiana Nur; Kurniasih, Yuni
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 2 (2026): February Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i2.2306

Abstract

Background: Hand hygiene compliance is a key step in preventing nosocomial infections, particularly in critical care units, which have a high risk of infection transmission. Nurses' compliance with the Five Moments of Hand Hygiene is influenced by several factors, one of which is self-efficacy, which is an individual's belief in their ability to consistently perform the action. Purpose: To determine the relationship between nurses' self-efficacy and hand hygiene compliance levels in critical care units. Method: This was a quantitative cross-sectional study using a descriptive correlational approach. A sample of 51 nurses was selected through purposive sampling. Data were collected using a self-efficacy and hand hygiene compliance questionnaire. The relationship was analyzed using the Spearman Rank correlation test. Results: The majority of nurses had high self-efficacy (96.1%) and 92.2% of their hand hygiene compliance was compliant. A significant relationship was found between self-efficacy and hand hygiene compliance (p = 0.024) with a correlation coefficient of 0.317, indicating a positive relationship ranging from weak to moderate. Conclusion: Nurses' self-efficacy was significantly associated with hand hygiene compliance. Nurses with higher self-efficacy tend to be more compliant in implementing the Five Moments of Hand Hygiene. Keywords: Compliance; Five Moments; Hand Hygiene; Nurses; Self-Efficacy. Pendahuluan: Kepatuhan Hand hygiene merupakan langkah utama dalam pencegahan infeksi nosokomial, terutama di ruang perawatan kritis yang memiliki risiko tinggi penularan infeksi. Kepatuhan perawat dalam menerapkan Five Moments Hand Hygiene dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah self efficacy, yakni keyakinan individu terhadap kemampuan diri dalam melaksanakan tindakan secara konsisten. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara self efficacy perawat dengan tingkat kepatuhan hand hygiene di ruang keperawatan kritis. Metode: Penelitian kuantitatif cross-sectional dengan pendekatan deskriptif korelasional. Sampel berjumlah 51 perawat yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner self efficacy dan kepatuhan hand hygiene. Analisis hubungan menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil: Mayoritas perawat memiliki self efficacy tinggi (96.1%) dan kepatuhan hand hygiene kategori patuh (92.2%). Hubungan signifikan antara self efficacy dan kepatuhan hand hygiene sebesar (p = 0.024) dengan koefisien korelasi 0.317 yang menunjukkan hubungan positif dengan kekuatan lemah menuju sedang. Simpulan: Self efficacy perawat berhubungan signifikan dengan kepatuhan hand hygiene. Perawat dengan self efficacy lebih tinggi cenderung lebih patuh dalam melaksanakan Five Moments Hand Hygiene. Keywords: Five Moments; Hand Hygiene; Kepatuhan; Perawat; Self Efficacy      
Quality of nursing work life dengan penerapan patient safety pada perawat ruang rawat inap Ningsih, Harin Oktia; Imallah, Rosiana Nur; Kurniasih, Yuni
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 2 (2026): February Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i2.2311

Abstract

Background: The implementation of patient safety is influenced by the quality of nursing work life. When nurses have a good quality of nursing work life, encompassing the dimensions of work life-home life, work design, work context, and work word, they will be more compliant with patient safety procedures, thereby maintaining the quality of healthcare services. Purpose: To determine the relationship between Quality of Nursing Work Life and the Implementation of Patient Safety among Nurses. Method: This quantitative, descriptive correlation study with a cross-sectional approach was conducted in the Inpatient Ward of PKU Muhammadiyah Gamping Hospital. The sampling technique used purposive sampling, with a sample size of 61 respondents. The research instrument used a questionnaire. Data analysis used the Kendall Tau test. Results: This study shows that the Quality of Nursing Work Life is mostly in the good category (58 respondents (95.1%), and the implementation of Patient Safety is mostly in the good category (59 respondents (96.5%). The data analysis obtained a p-value (p=0.003), with a value of <0.05, indicating a relationship between Quality of Nursing Work Life and the implementation of patient safety among inpatient nurses. Conclusion: Quality of nursing work life influences the implementation of patient safety in inpatient nurses.   Keywords: Nurses; Patient Safety; Quality of Nursing Work Life.   Pendahuluan: Penerapan patient safety dipengaruhi oleh quality of nursing work life. Ketika perawat memiliki quality of nursing work life yang baik, yaitu mencakup dimensi work life-home life, work design, work context, dan work word, maka perawat akan lebih patuh terhadap prosedur keselamatan pasien sehingga mutu pelayanan kesehatan terjaga. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan Quality of Nursing Work Life dengan Penerapan Patient Safety pada Perawat. Metode: Penelitian kuantitatif jenis deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan di Ruang Rawat Inap RS PKU Muhammadiyah Gamping. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling, jumlah sampel 61 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan uji Kendall Tau. Hasil: Penelitian ini menunjukan Quality of Nursing Work life sebagian besar dalam kategori baik sebanyak 58 responden (95.1%) dan penerapan Patient Safety sebagian besar responden dalam kategori baik sebanyak 59 responden (96.5%). Hasil analisa data diperoleh nilai (p=0.003) nilai tersebut (<0.05) artinya ada hubungan Quality of Nursing Work Life dengan penerapan patient safety pada perawat ruang rawat inap. Simpulan: Quality of nursing work life mempengaruhi penerapan patient safety pada perawat ruang rawat inap.   Kata Kunci: Patient Safety; Perawat; Quality Of Nursing Work Life.
Hubungan Iklim Organisasi Dengan Kinerja Perawat Dalam Pendokumentasian Asuhan Keperawatan Di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping Setyaningrum, Ernika Nur; Imallah, Rosiana Nur; Rokhmah, Noor Ariyani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.624

Abstract

Pendokumentasian asuhan keperawatan merupakan bagian penting dalam menjamin mutu dan akuntabilitas pelayanan keperawatan. Kinerja perawat dalam pendokumentasian dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya iklim organisasi. Iklim organisasi yang kondusif dapat meningkatkan motivasi dan kinerja perawat. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan iklim organisasi dengan kinerja perawat dalam pendokumentasian asuhan keperawatan di RS PKU Muhammadiyah Gamping. Metode yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan metode pendekatan studi cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 77 sampel perawat pelaksana di rumah sakit PKU Muhammadiyah Gamping dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Data dikumpulkan melalui data primer melalui kuisioner terdiri dari kuesioner iklim organisasi dan kuisioner kinerja perawat dalam pendokumentasian asuhan keperawatan. Hasil analisismenunjukkan bahwa iklim organisasi di RS PKU Muhammadiyah Gamping berdasarkan persepsi perawat pelaksana sebagian besar berada dalam kategori baik (97,4%). Kinerja perawat dalam pendokumentasian asuhan keperawatan di RS PKU Muhammadiyah Gamping mayoritas berada pada kategori baik (96,1%). Hasil uji korelasi Spearman Rank menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara iklim organisasi dengan Kinerja perawat dalam pendokumentasian asuhan keperawatan (p < 0,05) dengan koefisien korelasi sebesar 0,001 yang menunjukkan bahwa semakin baik iklim organisasi, maka semakin baik pula kinerja perawat dalam pendokumentasian asuhan keperawatan. Dengan demikian, terdapat hubungan yang signifikan antara iklim organisasi dengan kinerja perawat dalam pendokumentasian asuhan keperawatan. Disarankan agar manajemen rumah sakit mempertahankan dan meningkatkan iklim organisasi yang kondusif melalui penguatan kepemimpinan, komunikasi, serta sistem pendukung pendokumentasian guna meningkatkan mutu pelayanan keperawatan secara berkelanjutan.
Peer social support and academic adaptation among new nursing students Arfiansyah, Muhamad Riffo; Rokhmah, Noor Ariyani; Imallah, Rosiana Nur
JOURNAL OF Mental Health Concerns Vol. 5 No. 1 (2026): April Edition 2026
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mhc.v5i1.2791

Abstract

Background: New students experience a transition period to university life that requires academic, social, and emotional adaptation. Students in the Bachelor of Nursing and Professional Nurse Program face more complex adaptation demands due to high academic workloads. Peer social support is considered to play an important role in helping new students adjust to the university environment. Purpose: To determine the relationship between peer social support and the adaptation of new students. Method: A quantitative approach with a descriptive correlational design and a cross-sectional method. The research population consisted of all new students of the Bachelor of Nursing and Professional Nurse Program at ‘Aisyiyah University Yogyakarta in the 2025/2026 academic year, totaling 233 students. A sample of 77 respondents was selected using random sampling. Data were collected using a peer social support questionnaire and the Student Adaptation to College Questionnaire (SACQ). Data analysis was conducted using Kendall’s Tau test. Results: The results of Kendall’s Tau statistical test showed a p-value of p = 0,390 (p > 0.05) with a correlation coefficient of -0.097. These findings indicate that there is no significant relationship between peer social support and the adaptation of new students. The correlation coefficient shows a very weak relationship with a negative direction. Conclusion: Based on the results of the study, it can be concluded that peer social support has no significant relationship with the adaptation of new students. However, peer social support remains important as a supporting factor in the adjustment process of new students in the university environment. Keywords: New Student Adaptation; Peer Social Support; Transition Period.