Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Aplikasi Konsep Desain Pencahayaan Berbasis Eksistansi Permukaan Ruang Rata-rata pada Kasus Kamar Tamu Premium Hotel Mangkuto, Rizki Armanto; Azzami, Muhammad Rafi; Sugihartadi, Re Rakannabyan
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 11 No 2 (2024): December
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v11i2a9

Abstract

The current interior lighting design concept has adopted the concept of mean room surface exitance (MRSE), which is important to the emphasize on the perceptual brightness or ambient illuminance of the space as a whole, instead of using the workplane illuminance parameter, which is often inefficient in terms of energy use. An application of lighting design that requires specific attention is hotel guestrooms, which shall provide comfort and aesthetics, and shall accomodate various visual activities of the occupants. The purpose of this study is to apply the concept of MRSE-based electric lighting design to the case of a premium hotel guestroom, to improve visual comfort and energy efficiency. The implemented method is determining the target/ambient illuminance ratio (TAIR) for each object in the room, determining the amount of luminous flux that must be provided, and determining the MRSE and TAIR values from the lighting simulations using DIALux evo software in various scenarios, namely in the (1) bathroom, (2) main (bed)room for reading and writing, (3) main room for sleeping, and (4) main room for reading prior to sleeping. Initial design calculation indicates MRSE values of 100 lm/m2 in Scenario 1, 100 lm/m2 in Scenario 2, 30 lm/m2 in Scenario 3, and 30 lm/m2 in Scenario 4. The simulation results show that the MRSE value from the modeling is found to be 147.5 lm/m2 1, 109.5 lm/m2, 30.2 lm/m2, and 32.5 lm/m2 in each scenario, in relatively close agreement with the initial design calculations, satisying the visual comfort target and increasing the efficiency of electric lighting energy use. This study contribute in demonstrating the interior lighting design concept that can be correlated with the perceptual brightness of the occupants, as well as with the energy efficiency improvement.
Usulan Pembaruan Tabel Faktor Langit pada SNI 03-2396-2001 tentang Pencahayaan Alami pada Bangunan Hakim, Fahmi Nur; Atthaillah, Atthaillah; Mangkuto, Rizki Armanto
Jurnal Permukiman Vol 16 No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2021.16.61-68

Abstract

Pencahayaan alami siang hari (PASH) ialah unsur krusial untuk dipertimbangkan pada desain bangunan karena dua manfaat besar yaitu efisiensi energi dan peningkatan kinerja dan kesehatan pengguna. Di Indonesia hanya terdapat satu regulasi yang mengatur tentang PASH dalam bangunan, yaitu Standar Nasional Indonesia (SNI) SNI 03-2396-2001. Selain belum pernah diperbarui kembali sejak dipublikasikan, terdapat sejumlah persoalan dalam SNI 03-2396-2001, antara lain penggunaan model langit seragam yang tidak lagi relevan serta adanya kesalahan nilai-nilai faktor langit (FL) pada tabel yang dicantumkan standar tersebut. Untuk itu, penelitian ini mengusulkan penggunaan model langit berawan standar CIE yang masih berlaku saat ini, serta mengamati nilai galat dari FL pada berbagai kasus uji dalam SNI 03-2396-2001 dan kasus uji 5.11 dalam dokumen CIE 171:2006. Metode analitik digunakan untuk menghitung nilai FL dan mengetahui nilai galat untuk model langit seragam pada SNI 03-2396-2001 terhadap langit berawan standar CIE. Hasil yang didapat menunjukkan perbedaan nilai FL yang signifikan untuk kasus H/D < 1,0, dengan galat maksimum sebesar 163% untuk H/D = L/D = 0,1, serta 34% pada kasus uji 5.11 dalam dokumen CIE 171:2006, sehingga dapat menimbulkan kesalahan yang serius dalam praktik desain bangunan.
Akurasi Perhitungan Faktor Langit dalam SNI 03-2396-2001 tentang Pencahayaan Alami pada Bangunan Gedung Mangkuto, Rizki Armanto
Jurnal Permukiman Vol 11 No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2016.11.110-115

Abstract

Standar nasional Indonesia tentang pencahayaan alami pada bangunan gedung yang berlaku pada saat ini, SNI 03-2396-2001, merekomendasikan penggunaan faktor langit dari langit berawan seragam sebagai indikator ketersediaan pencahayaan alami dalam ruangan. Untuk menghitung faktor langit sebagai fungsi dari posisi relatif (L/D and H/D) dari suatu lubang cahaya vertikal tanpa kaca, disediakan tabel referensi yang dapat digunakan. Meskipun demikian, akurasi dari nilai-nilai yang terdapat dalam tabel tersebut tidak diketahui. Artikel ini melaporkan akurasi dari nilai-nilai tersebut dibandingkan terhadap nilai analitisnya. Dari perhitungan, ditemukan bahwa dari 11 dari 361 nilai yang ada dalam tabel memiliki galat relatif sebesar 10% atau lebih besar. Beberapa contoh hasil yang didapat menggunakan interpolasi nilai-nilai pada tabel dibandingkan dengan hasil yang didapat menggunakan persamaan analitik. Berdasarkan analisis, disarankan untuk menggunakan tabel referensi hanya untuk nilai L/D dan H/D yang berada di dalam rentang 0,1 ~ 6,0. Untuk nilai-nilai di luar rentang tersebut, disarankan untuk menggunakan persamaan analitik untuk menentukan faktor langit.
Optimisasi Perletakan dan Penjadwalan Sistem Pencahayaan untuk Meningkatkan Eksitansi Rata-rata Permukaan dalam Ruang Mangkuto, Rizki Armanto; Wiratama, Albertus Wida; Fadla, Karima; Soelami, F.X. Nugroho
Jurnal Permukiman Vol 14 No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2019.14.45-54

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mendemonstrasikan suatu metode optimisasi perletakan dan penjadwalan sistem pencahayaan dalam ruang, untuk meningkatkan eksitansi rata-rata permukaan dalam ruang (MRSE) dan metrik otonomi cahaya alami (DA), serta menurunkan konsumsi energi pencahayaan tahunan. Dua ruang laboratorium uji beton yang berlokasi di Balai Besar Bahan dan Barang Teknik, Bandung, Indonesia, dipilih sebagai studi kasus. Optimisasi pencahayaan alami dilakukan dengan menghilangkan langit-langit gantung laboratorium, memenuhi target MRSE200/50% dan DA200/50% sepenuhnya di ruang timur, tetapi hanya sebagian di ruang barat. Optimisasi pencahayaan elektrik dilakukan untuk memenuhi target yang tersisa dengan menentukan posisi luminer menggunakan algoritme genetik (GA) dalam simulasi Grasshopper dan Octopus. Posisi yang dihasilkan memenuhi seluruh tujuan di sebagian besar zona. Penjadwalan kontrol pencahayaan kemudian diusulkan berdasarkan profil DA dan MRSE dalam ruang. Sistem terintegrasi yang diusulkan menghasilkan konsumsi energi pencahayaan tahunan sebesar 9,9 kWh/m2/tahun untuk ruang barat dan 1,0 kWh/m2/tahun untuk ruang timur. Penelitian ini dilakukan untuk mendemonstrasikan suatu metode optimisasi perletakan dan penjadwalan sistem pencahayaan dalam ruang, untuk meningkatkan eksitansi rata-rata permukaan dalam ruang (MRSE) dan metrik otonomi cahaya alami (DA), serta menurunkan konsumsi energi pencahayaan tahunan. Dua ruang laboratorium uji beton yang berlokasi di Balai Besar Bahan dan Barang Teknik, Bandung, Indonesia, dipilih sebagai studi kasus. Optimisasi pencahayaan alami dilakukan dengan menghilangkan langit-langit gantung laboratorium, memenuhi target MRSE200/50% dan DA200/50% sepenuhnya di ruang timur, tetapi hanya sebagian di ruang barat. Optimisasi pencahayaan elektrik dilakukan untuk memenuhi target yang tersisa dengan menentukan posisi luminer menggunakan algoritme genetik (GA) dalam simulasi Grasshopper dan Octopus. Posisi yang dihasilkan memenuhi seluruh tujuan di sebagian besar zona. Penjadwalan kontrol pencahayaan kemudian diusulkan berdasarkan profil DA dan MRSE dalam ruang. Sistem terintegrasi yang diusulkan menghasilkan konsumsi energi pencahayaan tahunan sebesar 9,9 kWh/m2/tahun untuk ruang barat dan 1,0 kWh/m2/tahun untuk ruang timur.