Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Keberterimaan Masyarakat pada Penerapan Teknologi Instalasi Pengolahan Air Limbah Sistem Vermibiofilter Studi Kasus Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat Iriani, Lia Yulia; Medawaty, Ida
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2019: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1045.376 KB)

Abstract

- Pengolahan teknologi air limbah dengan vermibiofilter yang menggabungkan teknologi vermikompos dan teknologi biofilter merupakan salah satu hasil litbang, Pusat Litbang Permukiman, Kementerian PUPR. Teknologi vermibiofilter ini berfungsi untuk menurunkan pencemaran dalam buangan manusia. Hal ini dilakukan agar buangan manusia ketika berada dilingkungan tidak mencemari lingkungan sekitarnya. Lumpur tinja yang berasal dari tangki septik harus diolah, karena mengandung polutan-polutan yang berbahaya bagi lingkungan. Lokasi penerapan model teknologi di Kab. Garut, terdiri dari 42 Kecamatan, 21 Kelurahan dan 403 Desa, jumlah penduduk 2.606.400 jiwa luas wilayah 3074 km2. (BPS 2018). Berdasarkan data kebutuhan target pencapaian MDGs bidang sanitasi sebanyak 76,9 %, kondisi saat ini telah mencapai 62,7 % total populasi dilayani fasilitas sanitasi yang sebagian besar merupakan onsite system. Persentase rumah tangga terhadap sanitasi yang layak sebesar 67,89%.( Dit.CK.2017). Permasalahan, belum adanya pengolahan lumpur tinja pada skala kecil atau komunal, menyebabkan diperlukan pengembangan teknologi vermibiofilter, kriteria desain dan kajian teknis mengenai teknologi ini belum banyak dan terbatas. Bagaimana peranserta masyarakat dilokasi penelitian terhadap teknologi tersebut yang diharapkan menghasilkan dampak positif. Tujuan penelitian memetakan teknologi hasil litbang dalam mendukung permasalahan bidang pengolahan air limbah, di masyarakat. Metode penelitian deskriptif untuk mengkaji permasalahan dari berbagai kondisi sistem lay-out pengolahan air limbah dengan cacing dengan karakteristik yang berbeda, melalui pendekatan ekologis, praktis, social masyarakat. Metode content analysis melalui metode content, Capacity Factor dan Technology Acceptance Method, dalam rangka mengevaluasi keberterimaan technology oleh masyarakat, diharapkan manfaatnya membawa dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.
Penerapan Teknologi Pengolahan Air Secara Terpadu di Permukiman Kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Studi Kasus : Kawasan DAS Citarik, Sub DAS Hulu Citarum Hastuti, Elis; Medawaty, Ida; Iriani, Lia Yulia; Nuraeni, Reni
Jurnal Permukiman Vol 9 No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2014.9.67-77

Abstract

Permukiman di kawasan daerah aliran sungai (DAS) terutama sungai-sungai yang melintasi kota-kota besar pada umumnya merupakan kawasan padat yang minim pelayanan air minum dan sanitasi. Adanya peningkatan dalam pencapaian akses air minum dan sanitasi dibeberapa kawasan belum dapat meningkatkan kualitas lingkungan, diantaranya karena teknologi belum sesuai persyaratan dan ekosistem DAS. Tujuan penelitian adalah mengkaji kinerja, keandalan serta pengelolaan teknologi pengolahan air dan sanitasi secara terpadudi kawasan yang memiliki ketergantungan air tanah dan tingginya pencemaran air limbah ke sungai. Pada penelitian ini digunakan metoda eksperimen skala lapangan, dan metoda deskriptif kualitatif dan kuantitatif untuk analisis kinerja teknologi serta pengelolaannya. Hasil penelitian menunjukkan pemanfaatan terintegrasi potensi air permukaan dan penerapan sanitasi yang berorientasi daur ulang dapat meningkatkan upaya minimasi pencemaran dan peningkatan kualitas air sungai serta ekonomi masyarakat.Kinerja unit proses pengolahan air sungai pada kondisi stabil, dapat menghasilkan air olahan di kran umum sesuai bakumutu Permenkes 492/IV/2010. Sementara itu pada unit usaha air, menghasilkan airkemasan, diantaranya kualitas rata rata TDS 24 mg/L, kekeruhan 0,32 mg/L. Sedangkan kinerja unit proses pada Instalasi Pengolahan Air Limbah Komunal yang terdiri dari biofilter dan pengolahan lanjutan sistem lahan basah buatan, hibrid dan filtrasi pasir, menunjukkan kualitas air olahan yang dapat digunakan untuk kebutuhan kolam ikan, irigasi pertanian atau operasional bank sampah.
Legal Aspek Pengendalian Pemanfaatan Ruang di Kota Bandung Iriani, Lia Yulia
Jurnal Permukiman Vol 8 No 3 (2013)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2013.8.120-127

Abstract

Pemanfaatan ruang di Kota Bandung didominasi oleh aspek permukiman dengan tingkat penggunaan lahan mencapai 62,56 % untuk perumahan. Jumlah penduduk tahun 2011, mencapai 3.468.463 jiwa (Badan Pusat Statistik Kota Bandung 2013), menyebabkan penataan kota dan tingkat kebutuhan rumah meningkat, yaitu 3,60 % atau 707.128 unit sampai tahun 2015. Salah satu permasalahan yang harus dibenahi adalah pelanggaran terhadap pemanfaatan ruang yang disebabkan oleh aspek perizinan, perubahan fungsi lahan pertanian produktif dan aplikasi peruntukan lahan yang berpengaruh pada pengendalian permukiman sebesar 77,9%. Metode penelitian yang digunakan eksplanatori, yaitu mengkaji bagaimana suatu kebijakan pemerintah dapat diaplikasikan, dalam hal ini pemanfaatan ruang yang berdampak terhadap pengendalian permukiman. Pendekatan  dilakukan secara kuantitatif. Sampling menggunakan teknik non probability, dengan teknik purposif yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Aplikasi di lokasi penelitian menunjukkan bahwa rencana tata ruang belum dapat dijadikan alat acuan pemberian perizinan pemanfaatan ruang di daerah, untuk itu perlu penerapan kebijakan secara terpadu sesuai dengan arah kebijakan pembangunan yang sedang digalakkan. Peraturan daerah tentang pemanfaatan ruang terpadu di Kota Bandung, sebagai salah satu acuan normatif dalam penyelesaian konflik pemanfatan ruang termasuk pengendalian permukiman perlu segera diberlakukan.
Pengaruh Izin Mendirikan Bangunan terhadap Penataan Permukiman di Kampung Muara Iriani, Lia Yulia
Jurnal Permukiman Vol 5 No 2 (2010)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2010.5.85-91

Abstract

Pembangunan perumahan di kawasan pinggiran metropolitan semakin meningkat. Hal ini terjadi karena kondisi alam yang masih bersih dan faktor ekologis yang nyaman. Kawasan yang seharusnya digunakan untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH), sekarang beralih fungsi menjadi perumahan. Hal ini berkaitan dengan meningkatnya perkembangan sosial-ekonomi. Bukan hanya lahan hijau saja yang telah beralih fungsi, tetapi mobilitas penduduk di sekitar kawasan tersebut meningkat pula.  Hal tersebut mengakibatkan berkurangnya Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kota Bandung yang akan berdampak pada penurunan kemampuan pemulihan pencemaran udara dan penurunan kualitas lingkungan Kota Bandung.  Penelitian bertujuan untuk mengetahui kondisi sosial-ekonomi penghuni perumahan Setiabudhi Regency, Graha Puspa dan Triniti terkait dengan pembangunan perumahan berwawasan lingkungan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif klasifikasi, yaitu penelitian yang didasarkan atas data deskripsi suatu status, keadaan, sikap, hubungan atau suatu sistem pemikiran yang menjadi objek penelitian. Metode deskriptif penelitian adalah studi kasus, yaitu penelitian yang tidak ditandai oleh penelitian pada satu unit atau kasus saja tetapi lebih mendetail atau mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa walaupun lebih dari setengah penghuni perumahan berpendidikan dan berkecukupan secara finansial tetapi tidak memiliki wawasan cukup tentang pembangunan perumahan berwawasan lingkungan. Sebagian besar penghuni perumahan tinggal di perumahan karena alasan fisik lingkungan yang nyaman dan infrastruktur sesuai harapan saja tetapi tidak mengetahui dampak negatifnya terhadap lingkungan.
Peran Kemitraan dalam Penataan Ruang Terhadap Pengendalian Permukiman Iriani, Lia Yulia
Jurnal Permukiman Vol 3 No 3 (2008)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2008.3.156-164

Abstract

Pengendalian Perumahan dan Permukiman merupakan salah satu muatan materi UU No.4/1992. Dalam aplikasinya berhubungan dengan ketentuan penataan ruang, yang memerlukan kebersamaan dan kemitraan dalam penyelenggaraannya dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, sebagaimana tercantum pada pasal 2 huruf f UU No.26/2007. Hal ini merupakan paradigma baru salah satu ketentuan penataan ruang yang tidak tercantum pada UU No.24/1992. Hubungan timbal balik antara penataan ruang kaitannya dengan pengendalian permukiman sebagaimana tercantum pada pasal 7 ayat 1 dan 2 UU No.4/1992, dimaksudkan untuk membentuk suatu sistem hukum yang memberi dasar jelas dan tegas serta  menyeluruh bagi upaya pemanfaatan dan pengendalian permukiman di kawasan perkotaan maupun perdesaan namun  peraturan tersebut perlu segera dirubah karena sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan saat ini. Salah satu hasil litbang berhubungan dengan hal tersebut menyatakan 71,43 % responden ketentuan UU No.4/1992 perlu disesuaikan dengan aturan baru dan  karakteristik daerah, 28,57% aturan permukiman belum bisa mengendalikan timbulnya permukiman kumuh. Untuk itu diperlukan aturan yang lebih jelas dalam hal mengaplikasikan keterpaduan dalam penataan ruang di masyarakat.
Kajian Kebutuhan Pasar untuk Penerapan Teknologi Tepat Guna Bidang Permukiman Iriani, Lia Yulia; Firmanti, Anita
Jurnal Permukiman Vol 3 No 4 (2008)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2008.3.280-293

Abstract

Pusat Litbang Permukiman yang merupakan salah satu unit di bawah Badan Litbang Departemen Pekerjaan Umum memiliki visi untuk menghasilkan teknologi perumahan permukiman yang inovatif, aplikatif, kompetitif dan bermanfaat bagi masyarakat. Untuk mencapai visi tersebut secara lebih efektif dan efisien berbagai upaya dan harus dilakukan. Salah satu bentuk upaya tersebut adalah  memahami kebutuhan masyarakat umumnya dan para pemangku kepentingan di bidang perumahan dan permukiman khususnya sebagai pemanfaat produk Pusat Litbang Permukiman. Kajian Kebutuhan Pasar untuk Penerapan Teknologi Tepat Guna Bidang Permukiman ini dilakukan karena dirasakan intrusi teknologi tepat guna yang dihasilkan oleh Pusat Litbang Permukiman kepada para penerima masih berjalan pelan. Kajian ini dilakukan melalui peningkatan kemampuan pelaksana untuk memahami teori dan aplikasi kebutuhan pasar pada umumnya seperti marketing concept evaluation, marketing research dan marketing plan. Kajian dimulai dari pemahaman terhadap isu-isu bidang permukiman serta kebijakan-kebijakan Departemen PU untuk menangani permasalahan, inventarisasi teknologi tepat guna yang telah dihasilkan oleh Pusat Litbang Permukiman serta identifikasi kebutuhan masyarakat yang kemudian dilakukan analisis dengan menggunakan instrumen-instrumen perumusan masalah, untuk mengenali permasalahan yang dominan serta usulan strategi-strategi penanganan serta prediksinya di masa depan. Hasil kajian menunjukkan bahwa dari berbagai strategi yang dapat dilakukan, sebagai peringkat pertama adalah menyusun masukan konsep kebijakan dan strategi tentang penerapan teknologi tepat guna dan tepat sasaran, serta  merumuskan permasalahan kebijakan, strategi dan program kebutuhan litbang bersama stakeholders secara sinergi, terpadu, berkelanjutan.