Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Memberi Kepastian Dalam Akad Murabahah Pembiayaan Kepemilikan Rumah Bersubsidi : Berkaitan Peran Notaris dan PPAT fitriyani, hilda; Fitriyani , Hilda
Jurnal Pengabdian West Science Vol 4 No 05 (2025): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v4i05.2163

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini berfokus pada peran Notaris dan PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah) dalam memberikan kepastian hukum dalam pembiayaan kepemilikan rumah bersubsidi melalui akad Murabahah. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya kedua profesi ini dalam memastikan legalitas perjanjian pembiayaan rumah. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan partisipatif, yang melibatkan observasi, wawancara semi-struktur, dan studi dokumentasi. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa kolaborasi antara Notaris dan PPAT sangat penting dalam menciptakan akta otentik yang melindungi hak-hak semua pihak yang terlibat, sehingga memfasilitasi akses perumahan yang terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Perbandingan Sistem Hak Kekayaan Intelektual di Negara Berkembang dan Negara Maju Antara Indonesia Dengan Korea Selatan Salma , Azkia; Fitriyani, Hilda; Purwanti, Amalia; Zalfaa Tsabita, Rula
Jurnal Hukum dan HAM Wara Sains Vol 3 No 01 (2024): Jurnal Hukum dan HAM Wara Sains
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jhhws.v3i01.934

Abstract

Penelitian dengan judul perbandingan sistem Hak Kekayaan Intelektual di negara berkembang dan negara maju antara Indonesia dan Korea Selatan bertujuan untuk menganalisis implementasi pelaksanaan dan penegakan hukum tentang HAKI di negara berkembang dan negara maju dengan mengambil pendekatan implementasi HAKI di negara Indonesia dan Korea Selatan. Penelitian ini dikaji dengan menggunakan tipe penelitian yuridis normatif yaitu penelitian hukum kepustakaan yang dilakukan dengan cara meneliti bahan-bahan kepustakaan dan/atau data sekunder belaka. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini ialah sumber data sekunder, yaitu data yang diperoleh atau dikumpulkan oleh orang yang melakukan penelitian dari sumber-sumber yang telah ada yang memberikan penjelasan mengenai bahan hukum. Hasil penelitian menunjukan bahwa Hak kekayaan intelektual di Indonesia dan Korea Selatan memiliki kelebihan dan kekurangan nya masing-masing. Indonesia memiliki peraturan perundang-undangan yang memadai, sistem pendaftaran yang memadai, dan kerja sama internasional yang luas. Namun, Indonesia masih menghadapi tantangan dalam hal integrasi haki dengan sistem hukum nasional, sosialisasi dan pemahaman masyarakat, serta dukungan dari pemerintah. Korea Selatan memiliki sistem hukum yang kuat, penegakan hukum yang efektif, dan kerja sama internasional yang luas. Namun, Korea Selatan masih menghadapi tantangan dalam hal perlindungan hak cipta, perlindungan hak kekayaan intelektual tradisional, dan sosialisasi dan pemahaman masyarakat. Hasil dari penelitian ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya HAKI dan penegakan hukum tentang HAKI bisa lebih ditingkatkan khususnya di negara Indonesia.