Arini, Ni Wayan
Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

FUNGSI TRADISI MEBANTEN TEBASAN PADA HARI PANAMPAHAN GALUNGAN DI DESA BERINGKIT BELAYU KECAMATAN MARGA KABUPATEN TABANAN Arini, Ni Wayan; Triyantini, Ni Nyoman Rai
GUNA WIDYA: JURNAL PENDIDIKAN HINDU Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2220.818 KB) | DOI: 10.25078/gw.v5i2.643

Abstract

Keberadaan aktifitas yajna khususnya di Bali, selain berperan sebagai suatu rutinitas spiritual keagamaan, juga berperan sebagai identitas keagamaan budaya dan tradisi. Suatu realita nyata yang terlihat di lapangan adalah pesatnya perkembangan tekhnologi era modern yang seolah melaju tanpa henti. Namun uniknya meski demikian pesat perkembangan tekhnologi, eksestensi budaya khususnya yajna di Bali tetap mampu bertahan bahkan bersinergi dengan perkembanganyang terjadi di masyarakat. Hari raya Galungan sebagai hari pawedalan jagat, sehingga wajib memuja Ida Sang Hyang Widi atas terciptanya alam semesta beserta isinya, dan mengucapkan rasa terima kasih dengan ketulusan hati dan penuh kesucian atas kemurahan yang telah diberikan. Pada hari ini juga para dewa turun ke dunia termasuk juga para pitara yang merupakan leluhur kita. Dalam rangkaian hari raya Galungan mulai dirayakan pada hari Minggu Pahing Dungulan yang disebut Panyekeban. Biasanya umat Hindu mulai memproses buah-buahan yang masih mentah terutama pisang yang masih mentah agar matang pada saat hari Galungan tiba. Pada hari Senin Pon Dungulan dinamakan Panyajan pada waktu itu umat Hindu biasanya membuat berbagai macam kue atau jaja sebagai sesajen persembahan kepada para dewa pada hari raya Galungan. Kemudian pada hari Selasa Wage Dungulan dinamakan Panampahan. Barulah kemudian pada Rabu Kliwon Dungulan puncaknya hari suci Galungan, setelah Galungan dikenal hari manis Galungan. Desa Beringkit Belayu merupakan salah satu wilayah yang memiliki tradisi yang cukup unik pada hari raya Galungan tepatnya pada hari Panampahan Galungan yaitu tradisi Mebanten Tebasan. Tradisi Mebanten Tebasan ini merupakan suatu aktivitas keagamaan yang bersifat kearifan lokal. Adapun fungsi tradisi Mebanten Tebasan yaitu Fungsi Meningkatkan Sradha dan Bhakti, Fungsi Sosial, Fungsi Pelestarian Budaya dan Fungsi Media Pendidikan.Kata Kunci: Fungsi, Tradisi Mabanten Tebasan
PENTINGNYA KOMUNIKASI GURU DENGAN ORANG TUA DALAM MEMBANGUN KARAKTER PESERTA DIDIK Arini, Ni Wayan
GUNA WIDYA: JURNAL PENDIDIKAN HINDU Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/gw.v7i2.1724

Abstract

The success of character education in schools is the success of students in building their personal character, as well as the success of teachers in building students' character. Character education will not run well if it ignores one institution, especially the family. It is because the family is an environment for the growth and development of children from early age until they become adults. Through education in the family, character of the children will be build.Communication between the school (the school principal) and parents / guardians is one realization of school accountability. Even though the teachers in the school already have the opportunity to interact and influence the lives of students, will eventually return to the lap of his parents. Some examples of communication between teachers and parents of students are: making use of teacher meetings with students' parents, utilizing technological advancements, providing school Web sites, forming school committees.Keywords: Communication, Teachers and Parents, Student Character
Penanggulangan Sampah Plastik Di Desa Tangkas Kabupaten Klungkung Perspektif Pendidikan Hindu Putri, Ida Ayu Nindia Brahmani; Arini, Ni Wayan; Dewi, Ni Wayan Sri Prabawati Kusuma
PANGKAJA: JURNAL AGAMA HINDU Vol 23, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problem of plastic waste, lately continues to be a concern by the government of Tangkas Village, Klungkung Regency. This is because disposable plastic waste that is discarded carelessly by the surrounding community has caused disruption to the palemahan system (environment) in Tangkas Village. Because of concern over the problem, the Desa Adat and the local Desa Dinas, established the Darma Winangun Community Self-help Group which concentrated on the conservation of education-based campuses, particularly in the prevention of disposable plastic waste. After five years of running its various programs, the Dharma Winangun Community Self-Help Group still exists today, although it faces several obstacles. Globally, the various programs above can overcome and change people's behavior to not be consumptive towards the use of plastic waste, especially those that are disposable and switch to the use of environmentally friendly products. However, in its implementation, these various programs encountered several obstacles namely, (1) internal obstacles; there are still some communities whose awareness has not yet been awakened to the danger of disposable plastic waste, limited human resources to process waste gradually, (2) external constraints; limited capacity of space and machinery in landfills (TPS), as well as in the ecotour program also face a shortage of implementation team staff.
MOTIVASI PENGAWAS AGAMA HINDU SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN UBUD Arini, Ni Wayan; Oktarina, Putu Santi
Adi Widya: Jurnal Pendidikan Dasar Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/aw.v3i2.887

Abstract

            Peningkatan profesionalistas guru dalam bidang pendidikan terutama pendidikan agama dan pembangunan tidak lepas dari peranan motivasi pengawas terhadap produktivitas kerja warga sekolah. Pemimpin sekolah pada suatu organisasi sekolah dalam menyediakan pelayanan yang mampu bersaing dalam era globalisasi seperti saat ini. Kualitas pemimpin sekolah yang baik adalah sebagai dasar utama dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu bersaing dalam dunia global, tentunya diperlukan pengelolaan secara profesional dalan bidang pendidikan terutama di tingkat pendidikan dasar dan menengah. Pengawas sekolah sebagai tenaga kependidikan mempunyai peran yang sangat strategis dalam meningkatkan kualitas kinerja sekolah melalui pembinaan, pengawasan di bidang akademik dan manajerial. Beratnya tugas seorang pengawas sekolah dalam melaksanakan tugas pokok, fungsi dan tanggung jawab serta wewenangnya itu hanya dapat dipikul oleh seorang pengawas yang memiliki kompetensi yang baik. Motivasi kerja pengawas Agama Hindu di Kecamatan Ubud sangat baik, karena mampu memberikan rasa nyaman dalam melaksanakan tugas-tugas dalam mengelola pembelajaran, mampu membina rasa social, persahabatan, rasa kekeluargaan terhadap guru-guru Agama Hindu, menghargai dan menghormati kerja keras guru dalam melaksanakan tugas-tugasnya, dan memberikan dorongan kepada guru-guru dalam mengembangkan setip potensi atau kempuan terhadap perkembangan karier guru.
Penanggulangan Sampah Plastik Di Desa Tangkas Kabupaten Klungkung Perspektif Pendidikan Hindu Putri, Ida Ayu Nindia Brahmani; Arini, Ni Wayan; Dewi, Ni Wayan Sri Prabawati Kusuma
PANGKAJA: JURNAL AGAMA HINDU Vol 23, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/pkj.v23i1.1904

Abstract

The problem of plastic waste, lately continues to be a concern by the government of Tangkas Village, Klungkung Regency. This is because disposable plastic waste that is discarded carelessly by the surrounding community has caused disruption to the palemahan system (environment) in Tangkas Village. Because of concern over the problem, the Desa Adat and the local Desa Dinas, established the Darma Winangun Community Self-help Group which concentrated on the conservation of education-based campuses, particularly in the prevention of disposable plastic waste. After five years of running its various programs, the Dharma Winangun Community Self-Help Group still exists today, although it faces several obstacles. Globally, the various programs above can overcome and change people's behavior to not be consumptive towards the use of plastic waste, especially those that are disposable and switch to the use of environmentally friendly products. However, in its implementation, these various programs encountered several obstacles namely, (1) internal obstacles; there are still some communities whose awareness has not yet been awakened to the danger of disposable plastic waste, limited human resources to process waste gradually, (2) external constraints; limited capacity of space and machinery in landfills (TPS), as well as in the ecotour program also face a shortage of implementation team staff.